Jayapura, Jubi – Selandia Baru membuka ruang kerja bersama baru untuk kegiatan kepolisiannya di ibu kota Vanuatu, Port Villa. Hal ini dilakukan guna memperkuat kerja sama dengan mitra lokal dan mitra keamanan lainnya.
‘Kiwi Whare’, yang diresmikan di Port Vila, Rabu (25/3/3036) berfungsi sebagai pusat tempat para petugas Selandia Baru yang berbasis di sana dan personel keamanan Selandia Baru lainnya, termasuk personel Angkatan Pertahanan di Vanuatu, dapat beroperasi. Demikian dikutip jubi.id dari laman RNZ Pasifik, Sabtu (28/3/2026).
Komisaris Polisi Vanuatu, Kalshem Bongran, mengatakan bahwa pekerjaan yang dilakukan polisi Selandia Baru memperkuat penegakan hukum di negaranya, dan whare (rumah pertemuan) akan menjadi kunci penting dalam pekerjaan tersebut.
“Pada dasarnya, tempat ini akan digunakan oleh penasihat kepolisian Selandia Baru yang bekerja untuk kami dan perwira Angkatan Pertahanan Selandia Baru yang bekerja untuk kami, untuk ditempatkan di area tersebut, beroperasi dari sana, dan datang serta bekerja bersama kami di berbagai markas dan kantor polisi di Port Vila dan di seluruh negeri,” katanya.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Bongran mengatakan bahwa kepolisian Selandia Baru telah melatih rekan-rekan mereka di Vanuatu, khususnya di bidang kepolisian komunitas, melatih tim keamanan komunitas di seluruh provinsi Vanuatu.
“Pada dasarnya, ini untuk melatih petugas kepolisian kita tentang aturan keterlibatan dan bagaimana mereka menghadapi berbagai situasi serta membuat keputusan sebelum bertindak dalam berbagai skenario.”tambahnya.
Ruang khusus
Johnson mengatakan langkah untuk mendirikan Kiwi Whare tersebut dilakukan setelah parlemen Vanuatu melakukan amandemen terhadap Undang-Undang Keamanan Nasional negara itu pada akhir tahun lalu.
“Amandemen ini mengharuskan penasihat kepolisian dan keamanan asing untuk bekerja dari kedutaan masing-masing atau kantor pemerintah non-Vanuatu lainnya,” jelasnya.
“Meskipun penerapan amandemen Undang-Undang Keamanan Nasional memungkinkan penasihat kepolisian dan keamanan Selandia Baru untuk terus bekerja di lokasi di Vanuatu sesuai kebutuhan, kami tetap mendirikan Whare sebagai pengakuan atas nilainya sebagai ruang pertemuan khusus,” tambahnya.
Selandia Baru memiliki enam anggota staf Kepolisian di Vanuatu. Beberapa pelatih juga melakukan perjalanan bolak-balik untuk jangka waktu singkat sesuai kebutuhan.
Salah satu personel kepolisian didedikasikan untuk mendukung pengembangan kurikulum rekrutmen di Sekolah Pelatihan Kepolisian Vanuatu, kata Johnson, termasuk dalam membimbing dan memberi nasihat kepada staf pelatihan dan kepemimpinan kepolisian.
“Mereka juga berkolaborasi dengan Otoritas Kualifikasi Vanuatu dan Program Kepolisian dan Keadilan Vanuatu-Australia dari Kepolisian Federal Australia untuk mencapai hasil terkait pengembangan kursus rekrutmen terakreditasi untuk Vanuatu guna memenuhi persyaratan hukumnya sebagai Penyedia Pelatihan Pemerintah,” kata Johnson.
“Ini adalah ruang untuk kolaborasi bersama dengan Kepolisian Vanuatu dan mitra lainnya dalam kegiatan program bersama,” kata Asisten Komisaris Kepolisian Selandia Baru, Mike Johnson.
“Lokasi ini berdekatan dengan lokasi operasional utama Kepolisian Vanuatu, termasuk Markas Besar, Komando Selatan, dan Sekolah Pelatihan Kepolisian, sehingga memungkinkan personel Selandia Baru untuk mengundang rekan-rekan mereka ke lokasi tersebut untuk bekerja sama,” katanya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post