Jayapura, Jubi – Pasien yang mengunjungi Klinik Freshwater akan segera dapat mengakses layanan rontgen tanpa harus kembali ke Rumah Sakit Nasional Vanuatu (VNH), menyusul donasi mesin rontgen portabel dari Indonesia.
Komisaris Tinggi Vanuatu untuk Australia, Jimmy Nipo, yang juga mengawasi hubungan Vanuatu dengan Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan dan bantuan berkelanjutan yang diberikan kepada Vanuatu, sebagaimana dilansir Jubi dari laman dailypost.vu, Sabtu (3/10/2026).
Nipo mengatakan bahwa donasi tersebut mencerminkan hubungan yang kuat antara kedua negara dan akan berkontribusi untuk lebih memperkuat hubungan bilateral.
Mesin rontgen portabel tersebut secara resmi diterima atas nama VNH oleh Kepala Medis Dr. Robert Vocor kemarin, Jumat (2/10/2026), di atas kapal rumah sakit Angkatan Laut Indonesia.
Dr. Vocor mengatakan peralatan tersebut disumbangkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan akan memberikan dukungan penting bagi rumah sakit dan Pemerintah Vanuatu.
Dia mengatakan bahwa donasi ini datang pada waktu yang penting karena Rumah Sakit Nasional berencana untuk memindahkan layanan rawat jalan umum ke Pusat Penyakit Tidak Menular (NCD Hub) di daerah Freshwater.
“Salah satu tantangan yang kami hadapi adalah ketika pasien datang ke Klinik Freshwater untuk konsultasi, saat ini tidak ada fasilitas untuk layanan seperti tes darah atau rontgen,” kata Dr. Vocor.
Dia menjelaskan bahwa pasien sering kali harus kembali ke rumah sakit utama untuk mengakses layanan tersebut.
Dr. Vocor mengatakan bahwa memiliki mesin rontgen portabel akan membantu mengatasi kesenjangan ini dengan memungkinkan Klinik Freshwater untuk menyediakan lebih banyak layanan di satu lokasi.
“Alat rontgen portabel ini akan memungkinkan kami untuk meningkatkan layanan di Klinik Freshwater, sehingga ketika pasien datang ke sana, mereka dapat mengakses layanan rontgen dan perawatan penting lainnya tanpa harus kembali ke rumah sakit utama,” ucapnya.
Dr. Posikai Samuel Tapo, Direktur Layanan Korporat, Kebijakan dan Perencanaan di Kementerian Kesehatan, mengatakan peralatan tersebut akan berkontribusi pada upaya desentralisasi layanan kesehatan, khususnya untuk pasien dengan penyakit tidak menular (PTM).
“Kami berupaya memantau pasien PTM sambil mendesentralisasikan beberapa fungsi dan layanan ke klinik lain di Freshwater. Ini akan sangat mendukung pekerjaan yang dilakukan oleh rumah sakit,” kata Dr. Tapo.
Mesin ini diharapkan dapat memperkuat layanan diagnostik di Klinik Freshwater dan berkontribusi pada rencana Kementerian Kesehatan untuk mendekatkan layanan kesehatan esensial kepada pasien.
Donasi kepada Kementerian Kesehatan mencakup beberapa barang penting, termasuk mesin rontgen portabel, 15.000 tablet gliclazide 60 mg, obat oral yang hanya dapat diperoleh dengan resep dokter yang digunakan untuk mengobati diabetes tipe 2, sebuah tangki air, dan semen.
Kapal RS AL berlabuh di Port Vila
Indonesia akan membawa layanan medis dan bantuan masyarakat ke Vanuatu ketika kapal rumah sakit Angkatan Laut Indonesia tiba di Port Vila pada Jumat (2/10/2026). Pelayaran ini sebagai bagian dari misi Pasifik yang lebih luas.
Kapal KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 tiba di Port Vila, Vanuatu, Jumat (2/10/2026), dan akan memberi pelayanan medis sampai 6 Oktober. Ini merupakan program Kunjungan Pelabuhan Indonesia 2026 yang dilaksanakan dengan tema “Menjembatani Bangsa-Bangsa, Melayani Kemanusiaan”.
Vanuatu menjadi negara Pasifik pertama yang dikunjungi oleh kapal rumah sakit selama misi regionalnya, yang juga akan mencakup Fiji, Kepulauan Solomon, dan Papua Nugini. Sebagian besar kunjungan akan berfokus pada layanan kesehatan, dengan personel medis Indonesia memberikan perawatan kepada masyarakat setempat.
Tim medis akan mencakup spesialis di bidang penyakit dalam, bedah minor, anestesiologi, dan kedokteran umum.
Kedutaan Besar Indonesia mengatakan bahwa komponen kesehatan dimaksudkan tidak hanya untuk memberikan bantuan medis segera tetapi juga untuk menciptakan peluang pertukaran profesional antara praktisi dan institusi kesehatan Indonesia dan Pasifik.
Kunjungan tersebut juga akan mencakup bantuan sosial, rehabilitasi ringan fasilitas umum, penyediaan kebutuhan pokok, dan kegiatan lingkungan, termasuk penanaman bibit kelapa.
Masyarakat di Vanuatu dan Indonesia juga akan memiliki kesempatan untuk berinteraksi melalui kegiatan open ship, pertunjukan budaya, acara olahraga dan persahabatan, program pendidikan, dan pertukaran lainnya.
Indonesia menyatakan bahwa program tersebut sedang dikembangkan melalui konsultasi dengan Pemerintah Vanuatu dan pemangku kepentingan lokal untuk menanggapi prioritas dan kebutuhan yang diidentifikasi secara lokal.
Misi yang lebih luas ini diperkirakan akan berlangsung dari 14 September hingga 12 November, dengan kapal rumah sakit tersebut berfungsi sebagai platform untuk keterlibatan dalam bidang kesehatan, pendidikan, budaya, pengembangan masyarakat, dan pertukaran profesional.
Indonesia menyatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan negara-negara Pasifik di berbagai bidang, termasuk kesehatan, pendidikan, perikanan, pengembangan masyarakat, peningkatan kapasitas, dan budaya.
Misi diplomatik Indonesia akan terus bekerja sama dengan pemerintah, lembaga, alumni penerima beasiswa, jaringan profesional, komunitas diaspora, dan mitra lokal lainnya untuk mengembangkan inisiatif tindak lanjut setelah kapal meninggalkan wilayah tersebut.
Misi Kunjungan Pelabuhan 2026 merupakan bagian dari visi Pacific Elevation Indonesia yang lebih luas untuk memperkuat keterlibatan dengan negara-negara Pasifik melalui kemitraan praktis, berbagi keahlian, dan pemahaman yang lebih besar tentang perspektif dan pengalaman Pasifik. (*)




Discussion about this post