Jayapura, Jubi – Para legislator Kaledonia Baru telah menyetujui anggaran wilayah Pasifik Prancis tersebut untuk tahun 2026 dengan total nilai sebesar 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp25,294 Triliun.
Selain anggaran utama, Kongres pada Kamis juga mengesahkan dua paket anggaran lainnya, masing-masing senilai 1,5 miliar dolar AS untuk pemerintah daerah dan 687 juta dolar AS atau Rp11,584 triliun untuk lembaga layanan publik Kaledonia Baru.
Sebagian besar anggaran tersebut mendapat tambahan dukungan keuangan dari Pemerintah Prancis, menyusul pembicaraan yang berlangsung di Paris pada Januari 2026. Demikian dikutip jubi.id dari laman internet RNZ Pasifik, Sabtu (21/2/2026).
Ini termasuk alokasi khusus untuk menyelamatkan skema pensiun yang sakit dan layanan produksi listrik, serta pembayaran tunjangan pengangguran, dengan total sekitar US $ 157 atau Rp2,6 juta.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Sejumlah ketentuan dalam rancangan undang-undang anggaran baru itu juga memungkinkan pinjaman dalam jumlah besar, lebih dari 2 miliar euro,yang dikontrak setelah krisis Covid-19 dan kerusuhan sipil destruktif pada Mei 2024 yang menewaskan 14 orang serta menyebabkan kerugian material lebih dari 2 miliar euro, untuk tidak dibayarkan kembali dalam dua tahun ke depan. Bahkan, terdapat opsi untuk mengubah pinjaman tersebut menjadi hibah yang tidak perlu dikembalikan.
Anggaran tersebut didukung oleh 33 anggota parlemen dari kelompok politik Kaledonia Baru yang diwakili di Kongres, tetapi 10 dari kelompok pro-kemerdekaan Calédonienne-FLNKS abstain.
Menteri Ekonomi dan Keuangan Christopher Gygès mengatakan anggaran tersebut dirancang agar “ketat”, namun tetap “bertanggung jawab”.
“Perdebatan itu penuh hormat, yang setidaknya menunjukkan bahwa kita dapat bergerak maju bersama di wilayah ini,” katanya.
Sebagai bagian dari paket reformasi, dan untuk menghindari kebangkrutan, maskapai penerbangan domestik Air Calédone (AirCal) sedang mempersiapkan untuk memindahkan semua operasinya dari pangkalan bandara Magenta saat ini ke bandara internasional La Tontuta Nouméa pada 2 Maret 2026. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post