Jayapura, Jubi – Hari ketiga PNG Resources Week 2025 akan menampilkan sesi penting berjudul “Masa Depan Emas” di Gedung APEC Haus yang terletak di pinggir pantai Port Moresby.
Sesi yang dijadwalkan pada Rabu, 30 Juli, akan berfokus pada masa depan emas secara global dan bagaimana Papua Nugini dapat memanfaatkan tren emas, termasuk dalam hal pemurnian, pencetakan, dan pengelolaan cadangan emas. Demikian dilansir jubi.id dari laman internet tvwan.com.pg, Senin (28/7/2025).
Diselenggarakan di APEC Haus, Port Moresby, sesi ini akan mempertemukan suara-suara kunci dari sektor emas, termasuk David Toua, Ketua Bank Papua Nugini, dan kepala eksekutif dari perusahaan-perusahaan emas terkemuka yang beroperasi di negara tersebut, yakni CEO Kumul Minerals Saramu Kanu, CEO K92 John Lewins, CEO St Barbara Andrew Strelein, serta Direktur Pelaksana Otoritas Sumber Daya Mineral, Jerry Garry.
Toua akan memberikan wawasan tentang peran Bank Sentral yang terus berkembang dalam mengelola cadangan emas dan tanggung jawab moneternya yang lebih luas, terutama karena Papua Nugini tengah mengeksplorasi kerangka kerja baru untuk tata kelola emas.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Pidatonya diharapkan akan menyinggung pentingnya menjaga independensi kelembagaan dan stabilitas keuangan dalam menghadapi tantangan serta peluang yang muncul di sektor ini.
Sesi ini juga akan menampilkan perspektif dari para eksekutif produsen emas utama di negara itu. Para CEO dari operasi-operasi tersebut akan berbagi pandangan mengenai lanskap operasional, iklim investasi, dan arah strategis industri emas PNG.
Secara paralel, Kumul Minerals Holdings Limited tengah memajukan rencana pembangunan kilang emas nasional, yang diproyeksikan mampu memproses hingga tiga juta ons emas per tahun. Fasilitas yang diusulkan ini diperkirakan menelan biaya sebesar K60 juta dan sedang menjalani penilaian kelayakan untuk lokasi di Lae atau Port Moresby.
Inisiatif tersebut mencerminkan meningkatnya penekanan pada nilai tambah domestik dan kepemilikan nasional dalam rantai pasokan emas, yang sejalan dengan agenda pemerintah yang lebih luas: “Ambil Kembali PNG”.
Dalam rangka perayaan 50 tahun kemerdekaan PNG, sesi “Masa Depan Emas” akan menjadi refleksi yang tepat waktu atas warisan sektor ini dan perannya yang terus berkembang dalam membentuk masa depan ekonomi negara. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



Discussion about this post