• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Kelangkaan pinang di Gizo Kepulauan Solomon buat harga melonjak

January 12, 2025
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A Mampioper - Editor: Kristianto Galuwo
Solomon

Para penjual pinang di los pasar di Honiara dan para pengunyah pinang mengeluh harga pinang mahal.- Jubi/solomonstar.com

0
SHARES
7
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Para pengunyah pinang di Gizo, ibu kota Provinsi Barat, Kepulauan Solomon, menghadapi tekanan keuangan yang signifikan. Hal ini terjadi akibat kelangkaan pinang musiman yang dialami saat ini, sehingga harga mencapai rekor tertinggi.

Selama beberapa bulan terakhir sejak perayaan Natal awal dan sebelum Tahun Baru, sampai awal Tahun Baru, harga pinang telah meroket di seluruh provinsi dan negara Kepulauan Solomon. Kelangkaan pinang ini, membuat harga kay kay buai (makan pinang dalam bahasa pigin) di kedua pusat perkotaan seperti Honiara, Auki, Gizo, Noro, dan Munda mengalami kenaikan.

Biasanya dihargai antara $2 dan $3 per buah, pinang sekarang dijual dengan harga yang sangat tinggi yaitu $5 hingga $10 per buah, sehingga menguras kantong para pengunyah pinang.

“Kami mengalami kekurangan yang parah,” kata seorang pedagang lokal dari Buni Tree KHY Francis Niru kepada Solomon Star yang dikutip Jubi, Minggu (12/1/2025).

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

“Kelangkaan pinang ini sudah terjadi sejak awal Desember [2024],” ujarnya.

Meskipun dampaknya terasa di seluruh negeri, kekurangan tersebut khususnya memengaruhi pemasok utama seperti provinsi Western, Guadalcanal, Malaita dan Isabel, yang menyediakan sebagian besar pasokan pinang ke Honiara dan Gizo.

Untuk Gizo, pemasok sirihnya adalah Vella, Kolombangara, Rannogah dan Simbo. Namun, Vella telah menjadi pemasok utama.

BERITATERKAIT

Kepulauan Solomon dan Inggris buat MoU Tata Kelola Hutan

Oposisi Kepulauan Solomon ajukan gugatan desak PM gelar sidang parlemen

Kepulauan Solomon percepat reformasi sektor kehutanan menuju keberlanjutan

Pemerintahan minoritas, Ketua Parlemen Kepulauan Solomon serukan dialog

Meskipun harganya meningkat, permintaan terhadap pinang tetap tinggi, mencerminkan signifikansi budaya yang mendalam di Kepulauan Solomon, dan juga di daerah otonomi Bougainville di Papua Nugini (PNG), dan PNG sendiri memiliki praktik budaya yang sama yaitu mengunyah pinang alias kai-kai buai.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Para pengunyah masih menyisihkan uang receh untuk membeli dua hingga tiga buah pinang setiap hari,” kata Niru, seraya menyoroti tentang popularitas buah tersebut yang tak kunjung berakhir.

Sementara kenaikan harga menghadirkan tantangan bagi konsumen, kenaikan itu juga menciptakan peluang tak terduga bagi beberapa vendor.

“Menaikkan harga satu atau dua atau tiga dolar sebenarnya mendatangkan keuntungan besar bagi saya, dan hal yang sama juga berlaku bagi pedagang pinang lain yang sedang kesulitan meskipun pasokan sedang rendah,” kata Niru.

Penjual pinang lainnya, Lamukera Keva mengatakan, harga satu ikat pinang yang biasanya dijual sekitar $20 hingga $50 kini naik menjadi sekitar $80 hingga $100 dan menariknya, satu ikat pinang memiliki buah yang lebih sedikit dari sebelumnya.

”Begitu pula dengan karung pinang seberat 10 kg. Sekarang, karung seberat 20 kg harganya sekitar $150 hingga $500,” kata Keva.

”Pemasok utama telah meningkatkan mark up mereka karena kelangkaan musiman dan tingginya biaya angkutan dan ongkos penumpang,” tambahnya.

”Sekarang sudah tidak sama lagi. Namun, hal itu wajar saja jika terjadi lonjakan permintaan selama musim kelangkaan buah pinang,” katanya.

”Kenaikan harga bahan bakar, ditambah tingginya biaya hidup memengaruhi kenaikan harga yang terjadi setiap tahun,” tambahnya.

Penjual pinang di New Mandra dan Titiana serta hingga Gizo Barat mematok harga per buah pinang dari $5 hingga $15. Beberapa bahkan memotong buah pinang besar menjadi dua bagian dan menjual setengahnya bersama buah sawi dan jeruk nipis seharga $3 hingga $7.

Namun kabar baik bagi para pengunyah pinang adalah bahwa kekurangan pinang saat ini diperkirakan akan mereda pada awal Februari, dan harga akan kembali normal.

“Perkebunan pinang kami saat ini sedang mengalami musim panen pinang yang rendah, yang sering terjadi dari Desember hingga Februari setiap tahunnya,” kata seorang petani pinang lokal dari Vella. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Tags: buah pinangKelangkaan PinangKepulauan Solomon
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026

Kepulauan Solomon dan Inggris buat MoU Tata Kelola Hutan

April 2, 2026

Layanan token listrik Papua Nugini pulih

April 2, 2026

Bagaimana negara kepulauan Pasifik menangani krisis BBM

April 2, 2026

Discussion about this post

  • Latest
  • Trending
  • Comments
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

April 4, 2026
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

April 4, 2026
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 4, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

April 4, 2026
persipura

Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

April 2, 2026
beasiswa

Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

April 2, 2026
ekskavator

Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

April 1, 2026
Peristiwa Dogiyai

Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

April 3, 2026
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
gubernur

Ini penjelasan Gubernur Fakhiri terkait pemberhentian petugas kebersihan

March 31, 2026
Gubernur

Gubernur Papua Barat sebut pekan depan ASN bekerja dari rumah setiap Jumat

April 1, 2026
Gubernur Papua

Gubernur Fakhiri sebut banyak aset Pemprov Papua tercecer dan belum tercatat

0
venue

Evaluasi listrik venue PON Papua, PLN dan Pemprov akan lakukan survei kebutuhan daya

0
Mahasiswa

IPMAPAPARA dan mahasiswa Kawanua nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

0
LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

0
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

0
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

0
Tambrauw

Mediasi Komnas HAM–Bupati Tambrauw, 5 DPO penyerangan Bamusbama serahkan diri

0

Trending

  • persipura

    Kejar-kejaran tiket promosi ke Super League, bagaimana peluang Persipura?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa LPDP-Australia Awards dibuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktivis pertanyakan kedatangan puluhan ekskavator di wilayah adat Imekko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amnesty Internasional, ULMWP dan mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara