Jayapura, Jubi – Pada 19 Agustus, industri kakao Papua Nugini memasuki era digital baru dengan peluncuran Cocoa Management Information System (CMIS). Platform digital ini dirancang untuk menyederhanakan pengumpulan data, meningkatkan perencanaan, serta mendorong produktivitas di seluruh rantai nilai kakao.
Dikembangkan oleh International Telecommunication Union (ITU) di bawah Program EU-STREIT PNG, dan dirancang bersama dengan Dewan Kakao PNG (CBPNG) serta Departemen Teknologi Informasi dan Komunikasi (DICT), CMIS secara resmi diserahkan kepada Dewan Kakao di Kokopo. Demikian dikutip jubi.id dari laman tvwan.com.pg, Kamis (21/8/2025).
Sistem ini mengonsolidasikan data waktu nyata tentang profil petani, distribusi bibit, pelatihan, hasil produksi, status pembibitan, dan volume ekspor. Sistem tersebut memungkinkan pelaporan lebih cepat, mengurangi kesalahan, serta memperkuat koordinasi antara petani, agribisnis, dan lembaga pemerintah.
“CMIS mengotomatiskan pengumpulan data, memperkuat perencanaan, dan memastikan dukungan menjangkau petani lebih cepat,” kata Kanagat Alyshbaev, Project Officer untuk ITU-STREIT.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Lima belas petugas Dewan Kakao di East Sepik telah dilatih dalam Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI), menggunakan tablet dan ponsel pintar untuk mengumpulkan serta memvalidasi data lapangan secara instan.
Saluran digital ini memastikan informasi yang tepat waktu dan akurat mengalir ke CMIS untuk analisis dan pengambilan keputusan.
“Sistem ini akan membantu kami memantau ekspor, menghasilkan laporan, dan mendukung industri dengan lebih baik,” kata Jesse Anjen, CEO Dewan Kakao.
CMIS merupakan bagian dari misi yang lebih luas dari Program EU-STREIT PNG untuk mendorong transformasi pedesaan melalui inovasi digital. Hal ini sejalan dengan EU Global Gateway Strategy yang mempromosikan pembangunan berkelanjutan dengan memperluas kemampuan digital di bidang pertanian dan perdagangan.
“Kami bangga melihat inovasi TIK memberdayakan pertanian dan mata pencaharian di PNG,” kata Russell Woruba, Wakil Sekretaris DICT.
Saat sistem ini diluncurkan secara nasional, diharapkan dapat meningkatkan ketertelusuran, mendongkrak pendapatan, serta menghubungkan produsen kakao PNG secara lebih efektif dengan pasar global. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

















Discussion about this post