Jayapura, Jubi – Pakar lahan basah dari Universitas Pasifik Selatan di Fiji menyebut lahan basah sebagai “ginjal Bumi.” Bagi Bindiya Rashni—ahli ekologi lahan basah tropis di Taveuni—itu bukan sekadar metafora, melainkan sebuah misi.
Putri seorang petani dari pemukiman Qarawalu di Vuna, Bindiya telah berkembang dari awal yang sederhana di Sekolah Dasar Taveuni Selatan hingga mengukir nama sebagai salah satu suara terdepan di Fiji dalam konservasi ekosistem air tawar.
“Saya putri seorang petani yang dibesarkan di pemukiman Qarawalu di Distrik Vuna, di Pulau Taveuni—orang asli Tagimoucian,” katanya dengan bangga, sebagaimana dilansir www.fijitimes.com.fj yang dikutip jubi.id, Jumat (18/7/2025).
Kini menjadi kandidat PhD dalam bidang Hidrobiologi di Universitas Pasifik Selatan, Bindiya telah mendedikasikan lebih dari satu dekade untuk mempelajari lahan basah dan sungai yang kaya namun rapuh di Fiji dan sekitarnya.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Penyelidikannya yang mendalam terhadap makroinvertebrata—makhluk air kecil yang menceritakan kisah besar tentang kesehatan air—telah membawanya untuk mengidentifikasi lebih dari satu juta spesimen individu di seluruh Melanesia hingga Samoa.
Ilmunya tidak terbatas di laboratorium.
Dengan alat-alat kreatif seperti “Traffic Light Bioindicator” dan permainan “Meandering Mates Hunt,” ia membawa taksonomi ke desa-desa, “menerapkan pengetahuan ke dalam tindakan,” ujarnya, seraya memberdayakan masyarakat untuk memantau dan melindungi ekosistem menggunakan spesies totem mereka sendiri dalam apa yang ia sebut ethno-biomonitoring.
Tahun ini, usahanya diakui dengan Penghargaan Peter Gaenssler perdana yang bergengsi.
“Itu adalah suatu kehormatan besar,” kenangnya.
Saat ini, ia tengah mengembangkan Indeks Odonata tentang integritas lahan basah Fiji. Bindiya berharap dapat melihat alat penilaian lahan basah air tawar nasional pertama Fiji, yang mendorong kebijakan, membangun undang-undang perlindungan, dan merayakan nilai air.
Dari sungai-sungai Taveuni ke gedung-gedung akademis, Bindiya Rashni mengalir maju—dan ekosistem Fiji menjadi lebih baik karenanya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post