Jayapura, Jubi – Direktur World Vision untuk Vanuatu mengatakan layanan listrik dan air masih terputus di Port Vila hampir 24 jam setelah gempa bumi berkekuatan 7,3 Skala Richter, yang terjadi sebelum pukul 1 siang pada Selasa (17/12/2024) sore. Selain itu, jembatan strategis yang menghubungkan kota rusak.
Kota itu telah mengalami beberapa gempa susulan sejak itu, dengan gempa kuat pada Rabu (18/12/2024) pagi, yang mencapai 5,5 Skala Richter.
“Setidaknya 14 orang dipastikan tewas dan lebih dari 200 orang terluka,” Demikian dikutip dari RNZ Pasifik, Rabu (18/12/2024).
Clement Chipokolo dari World Vision mengatakan gempa susulan membuat semua orang lebih rentan.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
“Kami belum mendapat layanan listrik, kami juga kehabisan air, dan sebagian besar toko tutup,” kata Chipokolo.
“Kami melihat antrean panjang di toko-toko yang buka agar orang-orang dapat memperoleh kebutuhan pokok, terutama air,” tambahnya.
Ia mengatakan prioritas utama adalah menyelamatkan mereka yang terkubur di bawah reruntuhan dan mengevakuasi jenazah, sementara penyedia layanan berupaya keras memulihkan layanan air dan listrik.
“Ada sejumlah jembatan strategis yang rusak yang sangat penting untuk menghubungkan kota. Itulah yang saya khawatirkan saat ini,” katanya.
Chipokolo mengatakan saluran telepon sekarang sudah aktif, tetapi saat ini koneksi internet belum ada.
Ia mengatakan masyarakat mulai memahami apa yang terjadi. “Saya kira kita tidak benar-benar mengukur skala dampaknya kemarin, tetapi sekarang masyarakat sudah menyadarinya, seberapa besar dampak yang kita alami kemarin dan juga dampak yang terjadi hari ini,” katanya.
Vanuatu adalah salah satu negara yang paling rawan bencana alam di dunia, dan dilanda tiga siklon tropis yang parah tahun lalu.
“Kami adalah negara yang cukup tangguh terhadap bencana, tetapi ini bukanlah bencana yang kami antisipasi atau mungkin persiapkan,” kata Chipokolo.
Namun, ia mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lembaga pemerintah yang menangani bencana, siap sedia memberikan dukungan dan bantuan.
Gempa susulan masih terus terjadi setelah gempa pertama sebesar 7,3 Skala Richter, setidaknya 14 orang diketahui tewas dan sekitar 200 orang terluka, akibat gempa bumi. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

















Discussion about this post