Nabire, Jubi – Wakil Gubernur Provinsi Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos,M.Si memastikan mulai Kamis (21/8/2025), listrik di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Paniai, Deiyai dan Dogiyai harus menyala 24 jam/hari. Hal itu terungkap dalam pertemuan Wagub Geley dengan tiga di kepala daerah untuk mengatasi jalan rusak akibat longsor di Paniai, Rabu (20/8/2025).
Longsor yang terjadi di Jalan Trans Nabire-Paniai KM 139, Senin (18/8/2025), mengakibatkan jalan utama Trans Nabire-Paniai yang menghubungkan tiga kabupaten itu putus. Transportasi darat yang lumpuh total, berdampak pada pasokan Bahan Bakar Minyak atau BBM ke Pembangkit Listrik Tenaga Diesel PLTD Deiyai terhambat.
Geley mengatakan sesuai perintah Pak Gubernur, ia langsung naik untuk pertemuan tingkat para bupati di Enarotali. BBM akan dikirim menggunakan pesawat dari Timika ke Kabupaten Deyai, sehingga lampu akan menyala pada Kamis (21/8/2025).
“Dalam 24 jam lampu harus kembali menyala. Walaupun kemarin dengan hari ini tidak menyala karena kejadian jalan putus atau longsor itu sehingga tidak menyala lampu. Tadi sudah putuskan bahwa mulai besok pesawat dia akan muat BBM dari Timika ke Waghete untuk kasih hidupkan,” katanya.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Menurutnya hal itu disepakati bersama tiga kepada daerah sembari menunggu perbaikan jalan yang rusak itu. Mungkin selama satu bulan ini yang ditangani dulu untuk urusan listrik di tiga kabupaten sementara muat pakai pesawat. Nanti satu bulan sudah lewat, baru jalan sudah baik baru akan kembali stabil.
Sebelumnya, Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan atau UP3 PLN Nabire Rahel Rumbewas mengatakan terjadi defisit BBM di PLTD Deiyai dan adanya kendala pengiriman BBM akibat terputusnya jalan trans Nabire – Deiyai.
“Maka kami akan melaksanakan perubahan pola operasi yang semula 24 jam/hari menjadi 6 jam/hari mulai tanggal 19 Agustus 2025 kemarin sampai dengan kondisi stok BBM Normal,” katanya.
Rahel mengatakan untuk diketahui, stok BBM di PLTD Deiyai pada tanggal 19 Agustus 2025 adalah 19.000 Kilo Liter (KL) dengan rata-rata pemakaian per hari sebesar 15.000 kL. Adapun estimasi jadwal pemadaman mulai Selasa,19 Agustus 2025.
Rumbewas menjelaskan stok BBM di PLTD Deiyai pada 19 Agustus 2025 ada 19.000 kL (Kilo Liter) dengan rata-rata pemakaian per hari sebesar 15.000 kL. Karena krisis sehingga pihaknya menerapkan penyalaan paruh waktu perhari itu selama 6 jam. Jadi menyalanya itu pukul 17.00 – 24.00 malam karena mengingat stok BBM di Enarotali.
“Kemudian pukul 1.00 – 18.00 itu kami padamkan lampu karena terkait dengan stok BBM kita sampai dengan dari tanggal 19 Agustus 2025 itu sudah mulai gunakan. Dan kemarin itu berkurang menjadi 13.000 KL dan nanti tanggal 20 hari ini kalau kita gunakan lagi 6 jam berarti tinggal 7000 KL dan selanjutnya di tanggal 21 itu kita gunakan lagi stok tinggal 1000 KL dan tanggal 22 Agustus 2025 itu kalau memang nanti tidak bisa akses lagi maka terjadilah pemadaman total,” kata Rahel.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post