Jayapura, Jubi – Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley mengatakan generasi muda terutama pemuda Gereja Injili Di Indonesia atau GIDI menjadi kekuatan dan kunci sebagai pemuda kristen yang mampu melakukan terbosan-terbosan baru di Tanah Papua.
Hal itu dikatakan Deinas Geley dalam sambutannya pada acara seminar, rapat kerja atau Raker, serta peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-39 Gereja Injili di Indonesia atau pemuda GIDI di Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah pada Senin (21/7/2025).
Dihadapan peserta, Geley mengatakan semua orang harus kembali kepada firman Tuhan. Karena Firman Allah itu akan mengubah hati dan tangkah laku. Mari hiduplah dalam kebudusan dengan tampil yang beda dalam kasih akan kebenaran Kristus supaya kebenaran menuntun untuk membuat terobasan dan perubahan di gereja dan pemerintahan.
“Pemuda yang tampil beda adalah pemuda yang memiliki identitas yang jelas di dalam Kristus. Jangan mudah ikut-ikutan. Jangan mudah terprovokasi oleh tren dunia atau perkembangan teknologi zaman sekarang, tetapi tetap pemuda di dalam Tuhan,” katanya.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Deinas Geley mengatakan hidup zaman sekarang yang sangat cepat berubah. Misalnya perkembangan teknologi ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan terutama anak muda, tetapi secara khusus gereja GIDI. Namun sebagai anak-anak Tuhan kita tidak boleh takut.
“Kita harus tahu mana yang baik, mana yang tidak baik. Dan itu hanya bisa kita temukan kalau kita kembali kepada Alkitab. Kalau kita membaca Alkitab setiap hari maka kita mendengar suara Tuhan,” ujarnya.
Ia mengajak kepada pemuda bahwa perlu dengan sungguh-sungguh berdoa, berpuasa maka Tuhan juga akan mendengar suaranya. Dan dari situ masa depan menjadi jelas. Karena Allah akan memimpin, memberkati dan memakai orang yang percaya menjadi berkat.
Wakil Gubernur itu juga berkomentar mengenai tema konferensi yaitu “Pemuda Yang Tampil Beda”. Menurutnya tema yang sangat relevan, penting, strategis, khususnya bagi generasi muda Kristen di Tanah Papua.

Geley bilang tema ini selaras dengan Alkitab Perjanjian Baru kitab Roma pasal 12 ayat 2 yang mengatakan “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna”.
“Tema ini mengandung pesan rohani yang dalam karena ayat sebelumnya yaitu Roma 12 ayat 1 merupakan pesan penting bagi semua orang percaya termasuk para pemuda untuk mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah itu adalah ibadah yang sejati,” katanya.
Ia menyapaikan bahwa pemerintah Papua tengah mendukung penuh kegiatan konferensi Pemuda GIDI itu. Ia juga menyampaikan selamat atas penyelenggaraan kegiatan dengan harapan pemuda GIDI harus tampil beda di mana pun berada. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post