Nabire, Jubi – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Papua Tengah Petrus Izaach Suripatty mengatakan sebenarnya gangguan jaringan internet yang terjadi di Kota Nabire, sangatlah ironis. Ia mempertanyakan teknologi dan kualitas kabel internet yang dipergunakan di Papua.
Demikian hal itu disampaikan Wakil Ketua II DPR Papua Tengah Petrus Suripatty di Kantor DPR Drs. Carel Gobai, Nabire, Papua Tengah menyikapi terjadinya gangguan internet selama empat hari berturut-turut sejak 16-19 Agustus 2025 berjalan ini di Kota Nabire dan sekitarnya.
Ia mempertanyakan teknologi dan peralatan yang digunakan di Papua.
“Ini sebenarnya kemampuan seperti apa, atau teknologi yang macam bagaimana? Bisa terjadi seperti itu. Tidak salah juga kalau ada yang menganggap kabel internet ke Papua yang kasih itu kabel-kabel bekas atau kabel yang berkualitas rendah,” ujar Petrus pada Selasa (19/8/2025).
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Sebagai wakil rakyat, Petrus menyatakan turut prihatin atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh warga Kota Nabire, akibat gangguan internet ini.
“Bagaimana sih dengan satelit-satelit yang banyak katanya berseliweran di angkasa ini. Apakah dia tidak mampu menghandle ka?” kata mantan Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala atau Uswim Nabire itu.
Untuk menyelesaikan persoalan ini, DPR Papua Tengah, khususnya komisi terkait dapat memanggil Dinas terkait untuk memberikan penjelasan.
Salah satu, anggota DPR Papua Tengah Yohanes Kemong meminta Telkomsel itu melihat kondisi jaringan internet di Papua Tengah, terutama di Kota Nabire yang mengalami penurunan hampir lima hari berturut-turut.
“Bagaimana pemerintahan bekerja dengan baik? Karena sekarang kerja serba online semua, bank saja online, ketik surat saja online, kita di DPR ini juga online, Bagaimana komputer, HP, Aplikasi tidak bisa, semuanya tidak bisa stabil dan menghambat pekerjaan juga,” kata Yohanes.
Menurut Kemong, gangguan jaringan internet adalah bentuk kegagalan Telkomsel sebagai provider terbesar di Tanah Papua. Ia meminta Telkomsel segera memperbaiki jaringan internet di Papua Tengah supaya aktivitas masyarakat, aktivitas semuanya bisa berjalan dengan baik.
“Ini juga soal kemanusiaan, karena ini soal hak orang untuk akses internet. Jadi pihak telkomsel upayakan secepatnya perbaiki supaya tidak mengganggu jaringan di Papua Tengah,” katanya.(*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post