Nabire, Jubi – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaida S.E, menyampaikan bahwa hasil Rapat Koordinasi bidang pendidikan dan kebudayaan memutuskan perlunya Peraturan Gubernur (Pergub) yang menetapkan Hari Kamis sebagai hari wajib menggunakan tas noken dan berbahasa daerah.
Keputusan ini diambil untuk mengimplementasikan dan menyinkronkan program prioritas pendidikan dan pelestarian budaya lokal dalam kegiatan Rakor di Nabire, Papua Tengah, Kamis (30/10/2025).
Nurhaida menjelaskan bahwa menetapkan hari menggunakan tas noken merupakan sebuah rujukan dari Noken telah diakui sebagai Warisan Budaya oleh UNESCO pada tahun 2012, sehingga perlindungan terhadapnya menjadi hal yang penting.
“Kebijakan ini bertujuan untuk membangkitkan kebanggaan identitas budaya masyarakat asli Papua dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berbasis tradisi lokal,” katanya.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Ia mengatakan akhir dari pertemuan, pihaknya telah melaksanakan penandatangan perjanjian kerjasama antara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah dan delapan Kepala Dinas Pendidikan dari delapan kabupaten.
“Hal itu merupakan turunan dari kerjasama pak Gubernur dan delapan bupati tentang penyelenggaraan pendidikan di delapan kabupaten se provinsi Papua Tengah,” katanya.
Nurhaida menggulas bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Papua Tengah telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi atau Rakor untuk mengimplementasikan, mengevaluasi dan menyinkronkan program-program prioritas bidang pendidikan.
“Rakor itu kami melibatkan UPT Kemdikbud Ristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) serta Dinas Pendidikan dari delapan kabupaten di Papua Tengah diantaranya Nabire, Mimika, Paniai, Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak Jaya, dan Puncak,” katanya.
Ia menambahkan pihaknya mendorong sinergi antara Disdikbud Provinsi dan Dinas Pendidikan di delapan kabupaten untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan merata. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua



















Discussion about this post