Jayapura, Jubi- Olahraga angkat besi dan binaraga di Provinsi Papua kala itu berawal dari impian Gubernur Irian Jaya, 1972-1975. Kala itu mendiang Brigjen TNI (purn) Acub Zainal saat menjadi Pangdam XVII/Cenderawasih mulai memugar stadion Mandala bekas peninggalan Belanda hingga melengkapinya dengan beberapa lapangan basket.
Tepat di ujung stadion Mandala, dekat lapangan basket, pada 1974 mulailah dibangun tempat untuk berlatih angkat berat sampai dengan pelatihan bina raga. Gubernur Irian Jaya waktu itu Acub Zainal melengkapi semua fasilitas bagi atlet-atlet binaraga Irian Jaya.
Bukan hanya itu saja, Gubernur Acub Zainal (1972-1975) juga mendatangkan pelatih angkat besi Indonesia bernama Charlie Depthios (2 Februari 1940- 4 September 1999). Pelatih Depthios atlet angka besi Indonesia yang pernah ikut Olimpiade musim panas 1968 dan 1972 di Jerman Barat inilah yang datang ke Jayapura melatih bakat bakat atlet angka berat di tanah Papua.
Pelatih bertangan dingin itulah yang mulai memoles Levi Rumbewas dan kawan-kawan mulai dari latihan ringan sampai berat. Bahkan saat itu olahraga angkat besi di tanah Papua mulai diperhitungkan mulai dari atlet Levi Rumbewas sampai dengan Luis Ramandey yang kini menetap di Jambi.
Sejak itu pulalah Levi Rumbewas terus menekuni angkat besi, hingga akhirnya beralih sebagai seorang binaragawan nasional dan internasional. Ia selalu tekun berlatih, murah senyum dan jarang bicara. Bahkan tak segan memberi contoh dan cara mengangkat barbell dengan baik dan benar.
Waktu itu peminat warga untuk menjadi atlet angkat besi dan binaraga amat sedikit ketimbang sepak bola, sehingga tempat latihan angkat berat terbuka buat semua orang. Apalagi waktu itu di Jayapura belum ada gym sehingga arena latihan angkat besi di Lapangan Mandala menjadi pilihan utama.
Butuh waktu lama untuk meraih prestasi, Levi Rumbewas mulai berlatih bersama pelatih Charlie Depthios era 1970 an hingga mulai sukses memasuki 1980 an. Ia mengawali karier atletnya pada nomor angkat besi, hingga akhirnya tampil sebagai atlet binaraga. Tak heran kalau berkat ketekunannya, suami dari Ida Korwa ini pernah dinobatkan sebagai binaragawan terbaik di Indonesia.
Prestasinya saat menjadi atlet binaraga, pernah meraih lima medali emas pada lima SEA Games dan Master Asia pada Kejuaraan Asia di Korea Selatan, 1991. Setelah tidak aktif lagi dalam kompetisi binaraga, Levi kemudian mengabdikan dirinya sebagai pelatih atlet binaraga muda di Jayapura, Papua
Perjalanannya yang sukses dalam olahraga binaraga, pada Jumat (17/5/2024) publik di Kota Jayapura dikagetkan dengan meninggalnya legenda binaragawan Papua Levi Rumbewas, di RS Provita, APO Jayapura. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Pengurus Provinsi Perkumpulan Binaraga Fitness Indonesia (PP.PBFI) Billy Watori pada Jumat 17 Mei 2024.
Sebelumnya pada 14 Januari 2024, Levi Rumbewas telah kehilangan putri kesayangan yang juga atlet binaannya bersama istrinya Ida Korwa, Liza Raema Rumbewas. Kini dalam usianya yang ke 75 tahun, tanah Papua kehilangan olahragawan sejati, Levi Rumbewas. Selamat jalan mansar Levi Rumbewas, Tabea.(*)




Discussion about this post