Jayapura, Jubi – Ikatan Pelajar Mahasiswa dan Masyarakat Kimyal (IPMK), Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom, Papua menggelar seminar sehari, di Jayapura, Sabtu (5/7/2025).
Seminar dalam rangka memperingati 62 tahun masuknya Injil di Suku Kimyal itu, bertujuan menggali kembali jejak sejarah kekristenan yang dibawa para misionaris ke Tanah Kimyal di Kabupaten Yahukimo, serta mempererat hubungan antargenerasi Kimyal di perantauan.
Ketua umum IPMK, Metanus Soll mengatakan seminar dengan tema “Sejarah Injil Masuk di Suku Kimyal” itu terlaksana atas inisiatif panitia HUT (hari ulang tahun) ke-62 Injil masuk Suku Kimyal.
“Sejarah ini penting sebagai warisan nilai rohani dan budaya. Seminar ini memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda Kimyal agar tidak kehilangan arah tentang identitas dan asal-usul iman mereka,” kata Metanus Soll saat seminar.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Menurutnya, seminar itu sebagai ajang klarifikasi sejarah dan penguatan persatuan, serta menjadi wadah penyatuan persepsi atas polemik tanggal peringatan HUT Injil Masuk di Suku Kimyal.
Katanya, ada dua versi tanggal masuknya Injil di Suku Kimyal yang berkembang di masyarakat. Warga di Distrik Duram berpedoman pada 5 Juli 1963, sementara itu masyarakat Kimyal secara luas berpedoman pada 9 Juli 1963.
“Forum ini menjadi langkah strategis dalam menggali fakta sejarah dan membangun kesepahaman bersama. Kami ingin hasil seminar ini menjadi rekomendasi resmi untuk klasis, agar tanggal peringatan yang diputuskan nantinya menjadi acuan kolektif. Ini upaya menyudahi perdebatan yang sudah berlangsung lama,” ujarnya.
Salah satuntokoh intelektual Kimyal, Kapten Buce Sub mengapresiasi panitia dan badan pengurus IPMK, yang melaksanakan seminar sehari itu.
“Melalui seminar ini kita menyatukan suara dan semangat generasi, dari mahasiswa, masyarakat, hingga senior. Injil telah menyelamatkan kita dari belenggu dosa. Maka, memperingati hari bersejarah ini adalah bentuk syukur atas kasih dan penyertaan Tuhan,” kata Buce Sub.
Buce juga mengajak anggota legislatif asal Suku Kimyal baik di DPR Papua Pegunungan maupun DPRK Yahukimo, untuk ikut mendukung penyelenggaraan seminar itu, sebagai bentuk tanggung jawab kepada konstituen.
Antoni Mirin, tokoh intelektual Kimyal lainnya mendorong, agar hasil diskusi dalam seminar ini ditindaklanjuti menjadi keputusan resmi.
“Kita berharap forum ini melahirkan rekomendasi yang kuat. Ini bukan hanya soal sejarah, juga tentang jati diri, persatuan, dan arah masa depan generasi Kimyal,” ujar Mirin.
Seminar ini diharapkan menjadi titik awal konsolidasi antarelemen Kimyal di Papua, khususnya mahasiswa dan masyarakat di tanah rantau.
“Perbedaan pendapat adalah hal biasa. Justru dari sana kita bangun kekuatan bersama. Kebersamaan hari ini menjadi pondasi kuat bagi generasi mendatang,” katanya.
Seminar sehari ini merupakan rangkaian kegiatan menjelang puncak perayaan HUT Injil Masuk di Suku Kimyal yang diperingati pada Juli setiap tahunnya. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post