• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Lingkungan

Keanekaragaman Hayati Papua Terancam Pembangunan dan Perubahan Iklim

May 27, 2025
in Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Alberth Yomo
Keanekaragaman Hayati

Tumpukan kulit kerang raksasa Kima dan bia jari-jari di sekitar pulau-pulau di Distrik Teluk Duairi, Kabupaten Teluk Wondama – Jubi/adlu

0
SHARES
54
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Pakar ekologi kehutanan dari Yayasan Ekosistem Nusantara Berkelanjutan (EcoNusa Foundation) di Manokwari, Dr. Yance de Fretes, menyatakan bahwa aktivitas pembangunan yang tidak ramah lingkungan serta perubahan iklim akan mempercepat hilangnya spesies asli dari keanekaragaman hayati di Tanah Papua.

“Benar, perubahan iklim dan aktivitas pembangunan, termasuk pemekaran wilayah yang tidak mempertimbangkan kelestarian lingkungan, akan menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati Papua,” katanya kepada Jubi.id di Manokwari, Senin (26/5/2025).

Ia menambahkan bahwa hilangnya spesies tertentu dapat memicu perubahan lingkungan yang signifikan, termasuk meningkatnya penyakit dan hilangnya tanaman penting bagi kehidupan manusia.

upigvd1eaas0srvclhrf
Dr. Yance de Fretes – Jubi/ist

Pernyataan ini disampaikan Dr. Yance dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, yang diperingati setiap 22 Mei. Peringatan ini diinisiasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengangkat isu-isu penting seputar keanekaragaman hayati. Tema edisi 2025 adalah “Harmoni dengan Alam dan Pembangunan Berkelanjutan.”

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

Dalam pernyataannya, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa keanekaragaman hayati merupakan fondasi kehidupan dan pembangunan berkelanjutan. Namun, aktivitas manusia telah menyebabkan kerusakan besar akibat polusi, krisis iklim, penghancuran ekosistem, dan kepentingan jangka pendek yang memicu eksploitasi alam secara tidak berkelanjutan.

“Kehilangan keanekaragaman hayati adalah tantangan global yang tidak bisa diatasi oleh satu negara, betapapun kaya atau kuatnya,” kata Guterres, sebagaimana dilansir Jubi.id dari www.cbd.int/biodiversity-day, Selasa (27/5/2025). “Semua negara harus bekerja sama untuk menghentikan dan membalikkan kehilangan ini melalui kerangka kerja global Keanekaragaman Hayati Kunming-Montreal.”

Guterres menekankan perlunya kebijakan, peraturan, dan insentif yang mendukung mata pencaharian berkelanjutan serta membangun ekonomi hijau yang kuat. “Negara-negara perlu menyediakan strategi keanekaragaman hayati nasional, mengatasi ketimpangan, memajukan pembangunan berkelanjutan, menghormati pengetahuan tradisional, serta memberdayakan perempuan, anak perempuan, dan masyarakat adat,” tambahnya.

BERITATERKAIT

Learning Papua’s History Through the “Dreams in the Land of Papua” time museum

Pakar PBB khawatir upaya menghambat resolusi iklim yang dipimpin Vanuatu

Sebelum Mendamaikan Dunia, Siapa Juru Damai bagi Papua?

TIME FOR PAPUA — Wereldmuseum Leiden opens First Major exhibition from The Worls’s largest Papua collection in sixty years

“Seperti tema Hari Internasional tahun ini, hidup dalam Harmoni dengan Alam dan Pembangunan Berkelanjutan adalah jalan umat manusia menuju dunia yang lebih baik bagi semua,” tutup Guterres.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Mengutip Wikipedia, Hari Keanekaragaman Hayati Internasional termasuk dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Agenda Pembangunan Pasca 2015 PBB. Isu keanekaragaman hayati menjadi perhatian penting bagi berbagai sektor: pertanian berkelanjutan, penggurunan, degradasi lahan dan kekeringan, air dan sanitasi, kesehatan, energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, transportasi berkelanjutan, perubahan iklim, samudra dan laut, serta ketahanan pangan. Peran penting keanekaragaman hayati diakui dalam dokumen hasil Konferensi Rio+20, “Dunia yang Kita Inginkan: Masa Depan untuk Semua.” (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: Dampak PembangunanKeanekaragaman HayatiPapuaPerubahan Iklimterancam
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Tanah Papua

Gereja mesti tegas terhadap krisis tanah dan lingkungan di Tanah Papua

March 7, 2026
Masyarakat ada

Kain dan cat merah, upaya masyarakat adat Papua jaga paru-paru dunia

March 6, 2026
wilayah laut adat

Dorongan pengakuan wilayah laut adat dan revisi UU Pemda

March 5, 2026

Potensi laut di Tanah Papua luas, tapi sepi peminat

March 4, 2026

Masyarakat Adat Suku Afsya tanam patok di Hutan Bariat, tolak PT ASI

February 28, 2026

Tanah Papua di antara oligarki, ilusi hijau, investasi, dan kehancuran ekologis

February 27, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara