Jayapura, Jubi – Chief Scientist Australia, Profesor Tony Haymet, baru saja mengunjungi Jakarta pada 10-11 Juni 2026. Ia datang ke Indonesia untuk berdiskusi seputar prioritas infrastruktur riset dan menjajaki peluang kerja sama yang lebih besar antara Australia dan Indonesia.
Selama kunjungannya, Profesor Haymet bertemu dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Profesor Brian Yuliarto, serta Ketua Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Profesor Arif Satria.
“Kunjungan ini merupakan tonggak penting dalam hubungan sains Australia-Indonesia. Kunjungan Profesor Haymet serta sambutan hangat dari mitra Indonesia mencerminkan meningkatnya minat bersama untuk memperluas kerja sama ilmiah,” ujar Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier dalam keterangan pers yang diterima Jubi dari Public-Affairs-JAKT@dfat.gov.
Australia dan Indonesia memiliki komitmen bersama yang kuat untuk memajukan sains, teknologi, dan inovasi guna mengatasi tantangan bersama seperti perubahan iklim.
Kedua negara juga menyadari pentingnya kolaborasi internasional dalam mendukung terobosan-terobosan ilmiah.
Profesor Haymet menyampaikan kesannya selama kunjungan tersebut dengan mengatakan, sangat terkesan dengan para ilmuwan yang ia temui selama berada di Indonesia.
“Sebagai negara bertetangga yang memiliki sejarah panjang kerja sama ilmiah, penting bagi para ilmuwan kita untuk terus bekerja sama,” kata Tony Haymet.
Profesor Haymet juga menjadi pembicara dalam sebuah Forum Tata Kelola Iklim, berdialog dengan para pimpinan perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta mengunjungi Laboratorium Riset Oseanografi BRIN.
BRIN menyambut baik kerja sama dengan Australia di berbagai bidang, termasuk kemaritiman, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), serta ilmu keolahragaan. BRIN juga menyampaikan bahwa kerja sama di bidang antariksa terbuka bagi seluruh mitra.
Kunjungan ini didukung oleh program Southeast Asia and Australia Government Partnerships serta Australia Indonesia Climate, Renewable Energy and Infrastructure Partnership (KINETIK). (*)




Discussion about this post