Jayapura, Jubi – Oposisi Kepulauan Solomon menolak rumor tentang anggota parlemen yang membelot ke pemerintah, menegaskan kembali persatuan, disiplin, dan komitmen.
Pemimpin Oposisi Parlemen Nasional di Honiara, Manaseh Sogavare secara resmi dengan tegas menolak sebagai tidak berdasar dan bermotivasi politik rumor yang beredar bahwa sejumlah Anggota Parlemennya telah dibujuk untuk mendukung Pemerintah Koalisi GREAT pimpinan Mathew Wale, PM Kepulauan Solomon.
Desas-desus ini tidak lebih dari spekulasi politik yang dirancang untuk menciptakan kebingungan, merusak kepercayaan publik, dan memberikan kesan bahwa oposisi resmi sedang terpecah belah. Kami menolak narasi itu mentah-mentah, sebagaimana dilansir Jubi dari laman www.tavulinews.com.sb, Rabu (2/9/2026).
Oposisi Resmi tetap dewasa, utuh, bersatu, dan terjalin erat sebagai kelompok parlemen.
“Anggota kami memahami tanggung jawab yang dipercayakan kepada mereka oleh konstituen dan rakyat Kepulauan Solomon, dan mereka tidak akan terpengaruh, tergoda, atau ditekan hanya demi menambah jumlah suara,” kata pihak oposisi.
Mantan PM ini menambahkan politik bukan sekadar permainan angka, ini tentang prinsip, akuntabilitas, keyakinan, dan kepentingan nasional.
Katanya, para anggota memasuki Parlemen dengan mandat dari konstituen mereka, dan mereka tetap fokus pada isu-isu yang paling penting bagi rakyat Kepulauan Solomon biasa.
“Oposisi bersatu dalam komitmennya untuk mengawasi pemerintah, memberikan kepemimpinan politik yang bertanggung jawab, dan memperjuangkan prioritas pembangunan yang sangat dibutuhkan rakyat kami,” ucapnya.
“Kami tidak akan terganggu oleh desas-desus, manuver politik, atau upaya untuk menciptakan ketidakstabilan di dalam barisan kami. Pihak oposisi tahu di mana posisinya, apa yang diperjuangkannya, dan untuk siapa diperjuangkannya—rakyat Kepulauan Solomon,” ucapnya.
“Di masa penting yang penuh tantangan politik dan kepemimpinan ini, kami mendesak warga Kepulauan Solomon untuk tetap tenang, bijaksana, dan berdoa. Kami mendorong rakyat kami untuk tidak terpengaruh oleh klaim-klaim yang belum terverifikasi yang beredar melalui percakapan politik dan media social.”
“Kami menepis rumor tersebut dan mendesak warga Kepulauan Solomon untuk terus berdoa bagi para pemimpin terpilih kita di masa tantangan kepemimpinan ini,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan pihak Oposisi Resmi akan terus bertindak dengan kedewasaan, disiplin, dan menghormati lembaga-lembaga demokrasi negara Kepulauan Solomon.
“Fokus kami tetap tertuju pada kepentingan nasional dan memastikan bahwa suara, aspirasi, dan kebutuhan pembangunan rakyat Kepulauan Solomon tetap menjadi pusat kerja parlemen kami,” katanya.
“Kubu oposisi tetap utuh. Kubu oposisi tetap bersatu. Kubu oposisi tetap fokus,” tambahnya. (*)




Discussion about this post