Jayapura, Jubi – Sebanyak 53 calon mahasiswa melamar program Beasiswa Bantuan dari pemerintah Indonesia. Hal itu disampaikan Kedutaan Besar Indonesia melalui Atase Pendidikan di Port Villa Vanuatu.
Program ini menawarkan beasiswa bagi mahasiswa dan pegawai negeri untuk menempuh pendidikan tinggi di Indonesia. Demikian dikutip jubi.id dari laman www.dailypost.vu, Minggu (22/3/2026)
Sejauh ini, para pelamar meliputi pegawai negeri dan siswa yang telah menyelesaikan Kelas 13 dan ingin melanjutkan studi mereka di tingkat universitas.
Beasiswa ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pendidikan S1, S2 , dan S3 di universitas-universitas terpilih di Indonesia di bawah program-program berstandar internasional .
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Beasiswa ini ditawarkan melalui Program Bantuan Indonesia (TIAS), sebuah skema hibah dari Pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya di sektor pendidikan.
Inisiatif ini juga berfungsi sebagai bentuk diplomasi lunak, memperkuat kerja sama dan persahabatan antara Indonesia dan negara-negara mitra dengan mengembangkan sumber daya manusia dan pemimpin masa depan.
Program ini menawarkan kesempatan studi di 24 universitas dan politeknik ternama di Indonesia dengan standar internasional .
Para pelamar harus melalui proses seleksi yang dimulai dengan tes administratif.
Kandidat yang berhasil kemudian akan melanjutkan ke penilaian akademis dan psikologis sebelum tahap akhir, yaitu wawancara dengan universitas pilihan mereka.
Informasi yang diperoleh dari Jakarta menunjukkan bahwa beasiswa tersebut akan diberikan kepada 175 pelamar yang berhasil secara global, tanpa kuota khusus yang dialokasikan untuk masing-masing negara di antara 56 negara mitra yang ditargetkan.
Paket beasiswa mencakup biaya kuliah, uang saku bulanan, akomodasi, dan tiket pesawat pulang pergi ke Indonesia.
Namun, para pejabat mencatat bahwa nilai pasti beasiswa tersebut bervariasi tergantung pada biaya kuliah yang dikenakan oleh masing-masing universitas.
Tahun lalu, total ada 15 pelamar yang mendaftar untuk program beasiswa tersebut .
Para pejabat mengatakan program ini menawarkan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pendidikan di universitas-universitas ternama di Indonesia sambil merasakan kehidupan di negara yang multikultural dan multibahasa .
Program beasiswa ini dimulai dengan fase persiapan, yang meliputi pelatihan Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) hingga enam bulan.
Setelah itu, dilanjutkan dengan program matrikulasi hingga empat bulan, yang dirancang untuk mempersiapkan siswa secara akademis dan memperkenalkan mereka pada sistem pendidikan tinggi Indonesia.
Setelah menyelesaikan tahap persiapan, siswa melanjutkan ke program studi akademik mereka .
Durasi beasiswa bergantung pada jenjang studi, dengan program doktoral berlangsung hingga 48 bulan, program magister 24 bulan , dan program sarjana atau Diploma IV hingga 48 bulan , sedangkan program Diploma III berlangsung selama 36 bulan .
Para pelamar harus memenuhi sejumlah persyaratan kelayakan, termasuk dinominasikan secara resmi oleh pemerintah mereka, memegang kewarganegaraan dari negara mitra prioritas, dan menunjukkan kemahiran berbahasa Inggris .
Para kandidat yang berhasil juga diwajibkan untuk kembali ke negara asal mereka dan mengabdi setidaknya selama dua tahun setelah menyelesaikan studi mereka.
Pekan lalu, Atase Pendidikan Kedutaan Besar Indonesia berada di Port Vila untuk membimbing para pelamar dalam proses pengajuan beasiswa. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post