Jayapura, Jubi – Pelaksana Tugas Menteri Pendidikan Papua Nugini, Kinoka Feo, telah mengumumkan peluncuran sistem pembelajaran digital nasional baru, EDUNEX, bersamaan dengan penggunaan internet satelit Starlink dengan kontrol konten yang ketat di sekolah-sekolah.
Sistem ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses ke pendidikan digital, khususnya di daerah terpencil dan pedesaan di mana konektivitas terbatas.
Menteri Feo mengatakan, prioritasnya adalah memastikan bahwa siswa dan guru memiliki akses yang aman dan terjamin ke perangkat pembelajaran daring.
“Kami menyadari bahwa banyak guru dan siswa kami menggunakan teknologi daring untuk pertama kalinya. Meskipun Starlink menyediakan konektivitas berkecepatan tinggi yang dibutuhkan untuk mengatasi kondisi geografis negara kita yang sulit, ia juga menimbulkan risiko daring,” katanya seperti yang dikutip Jubi dari laman tvwan.com.pg, Jumat (19/6/2026).
Departemen Pendidikan sedang mengerahkan sistem satelit Orbit Bumi Rendah, termasuk Starlink Gen 3, yang didukung oleh infrastruktur keamanan yang dirancang untuk membatasi penggunaan internet hanya untuk tujuan pendidikan.
“Oleh karena itu, hanya sekolah yang memenuhi standar konektivitas internet aman kami yang ketat yang akan disetujui untuk menggunakan sistem ini. Kami sedang menerapkan Secure Gateway kelas perusahaan di setiap sekolah untuk menegakkan penjelajahan internet yang aman di sekolah, mengontrol penggunaan digital, dan sepenuhnya memblokir media sosial dan konten berbahaya,” ujar Menteri Feo.
Platform EDUNEX digambarkan sebagai sistem manajemen pembelajaran berbasis AI yang bertujuan untuk mendukung guru dengan perangkat digital dan memberikan pengalaman belajar interaktif kepada siswa.
Para pejabat mengatakan inisiatif ini menargetkan tantangan yang telah lama ada di sektor pendidikan, termasuk infrastruktur yang terbatas dan akses yang tidak merata terhadap sumber daya pembelajaran.
Rincian peluncuran sedang dikomunikasikan kepada provinsi dan sekolah melalui Instruksi Edaran Sekretaris, bersama dengan Pernyataan Kebijakan Menteri No. 02/2026.
Menteri Feo telah meminta otoritas pendidikan provinsi, dewan sekolah, dan kepala sekolah untuk mematuhi arahan tersebut.
Sebelumnya Menteri Teknologi Informasi dan Komunikasi Sementara, Yang Terhormat Peter Tsiamalili Jr., telah mengumumkan langkah maju yang signifikan dalam agenda transformasi digitalnya dengan pemberian lisensi kepada Starlink Internet Services (PNG) Limited untuk beroperasi di negara ini.
Persetujuan yang didukung oleh Otoritas Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (NICTA) ini bertujuan untuk memperluas akses ke layanan internet yang cepat, andal, dan terjangkau, terutama di daerah pedesaan dan komunitas yang kurang terlayani.
Pelaksana Tugas Menteri Tsiamalili Jr. mengatakan bahwa konektivitas sangat penting bagi strategi pembangunan nasional.
“Akses internet bukan lagi kemewahan—melainkan kebutuhan untuk partisipasi ekonomi, pendidikan, perawatan kesehatan, dan pembangunan nasional. Keputusan pemberian lisensi ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada warga Papua Nugini yang tertinggal di era digital,” ujarnya.
Pengenalan teknologi satelit Orbit Bumi Rendah (LEO) diharapkan dapat melengkapi infrastruktur broadband seluler dan tetap yang ada, meningkatkan ketersediaan layanan, dan mendorong persaingan di sektor TIK.
Hal ini diantisipasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan memberikan harga yang lebih kompetitif bagi konsumen dan bisnis.
Menteri tersebut menyoroti bahwa keputusan ini sejalan dengan Peta Jalan PNG Reset@50 Pemerintah, yang memprioritaskan perluasan infrastruktur digital dan konektivitas nasional.
“Ini bukan sekadar memperkenalkan penyedia baru—ini tentang menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif dan kompetitif yang mendukung inovasi, investasi, dan pembangunan nasional jangka panjang,” katanya sebagaimana dikutip dari www.ict.gov.pg. (*)




Discussion about this post