• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Studi tentang Migran Pasifik Awal Dapat Membantu dalam Sejarah Kesehatan

June 11, 2025
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus A. Mampioper - Editor: Alberth Yomo
Pasifik

Penggalian tahun 2009 yang melibatkan peneliti dari Universitas Otago, di lokasi SAC di Pulau Watom, Kepulauan Bismarck, Papua Nugini – Jubi/RNZ Pasifik/Dr. Rebecca Kinaston

0
SHARES
11
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Peneliti internasional telah menemukan genom purba pertama dari Papua Nugini, yang menyimpan petunjuk tentang kehidupan pemukim awal Pasifik.

Penelitian mengenai migrasi Pasifik telah dilakukan selama 20 tahun, tetapi teknologi saat ini telah menghasilkan terobosan baru. Demikian dikutip jubi.id dari laman internet RNZ Pasifik, Rabu (11/6/2025).

Dr. Monica Tromp dari Universitas Otago mengatakan mereka sekarang dapat memperoleh DNA purba yang sangat terfragmentasi dari lingkungan yang panas dan lembap seperti Papua Nugini.

Ia mengatakan kepada Pacific Waves bahwa ada sedikit interaksi antara kelompok orang yang pertama kali menetap di PNG sekitar 50.000 tahun yang lalu.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

“Tampaknya ada kelompok orang yang sangat berbeda, sejauh yang dapat kita lihat melalui sampel ini, yang tidak berinteraksi satu sama lain… setidaknya tidak berinteraksi satu sama lain dengan cara yang dapat kita lihat melalui genetika,” katanya.

“Jadi orang-orang tidak saling menikah. Mereka tetap pada kelompok mereka masing-masing,” tambahnya.

Tromp mengatakan ada beberapa tempat di kawasan itu yang muncul kemudian, di pantai selatan PNG.

BERITATERKAIT

PNG luncurkan pembangkit listrik tenaga gas untuk peningkatkan kesejahteraan Komunitas Hela

Pangkogabwilhan bantu Alat Dengar untuk pasien Tunarungu di Papua

Gubernur Fakhiri resmikan Pelayanan Audiometri RSUD Jayapura

Perluas layanan deteksi kanker rahim, Dinkes Kab Jayapura dorong perempuan lakukan pemeriksaan

Ia mengatakan kedua kelompok ini hidup sangat berdekatan pada saat yang sama, tetapi bahkan pada saat itu, 500–600 tahun yang lalu, orang-orang tetap terpisah satu sama lain.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Mereka memiliki tradisi pemakaman yang berbeda; mereka makan dengan cara yang berbeda; mereka tampak berbeda secara genetik, sehingga mereka tetap mempertahankan populasi mereka yang berbeda,” katanya.

“Kita dapat melihatnya tercermin saat ini dalam bahasa, karena ada ratusan bahasa berbeda yang digunakan di Papua Nugini,” tambahnya.

Ia mengatakan studi tentang migran Pasifik awal dapat membantu masyarakat Pasifik memahami riwayat kesehatan mereka.

“Selain menarik, karena dapat melihat DNA dari masa lalu yang jauh – meskipun hal ini belum dilakukan – kita dapat mencoba mencari tahu hal-hal lain, seperti dari mana berbagai jenis masalah kesehatan mungkin berasal… untuk membantu menentukan pengobatan bagi orang-orang yang memiliki keturunan seperti ini,” katanya.

“Hal itu sudah banyak dilakukan di Eropa dan tempat-tempat lain yang memiliki kumpulan data besar, tetapi belum banyak yang dilakukan di Pasifik,” tambahnya.

“Semoga saja, jika lebih banyak hal seperti ini dapat terjadi, hal ini tidak hanya dapat membantu orang mempelajari lebih banyak tentang leluhur mereka, tetapi juga diharapkan dapat mempelajari bagaimana informasi tersebut dapat membantu mereka saat ini,” katanya. (*)

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: kesehatanMigrasi PasifikPNG
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026

Kepulauan Solomon dan Inggris buat MoU Tata Kelola Hutan

April 2, 2026

Layanan token listrik Papua Nugini pulih

April 2, 2026

Bagaimana negara kepulauan Pasifik menangani krisis BBM

April 2, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara