• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Pasifik

Pemerintah daerah kurang transparan, angka korupsi tinggi di PNG

March 9, 2025
in Pasifik
Reading Time: 2 mins read
0
Penulis: Dominggus Mampioper - Editor: Syam Terrajana
PNG

Rumah warga di dekat Kampung Wutung. Hanya di Vanimo banyak terdapat kendaraan beroda dua, bahkan ada pula ojek di sepanjang perbatasan Wutung. – Jubi/Dominggus Mampioper

0
SHARES
13
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

 

Jayapura, Jubi – Kurangnya rencana pembangunan distrik dan laporan keuangan, kurangnya keterlibatan publik dan tidak adanya pengawasan sama sekali, menimbulkan kekhawatiran serius tentang pengelolaan dana Program Peningkatan Layanan Distrik (DSIP) dan Program Infrastruktur Distrik (DIP).

Kelompok advokasi masyarakat Act Now mengatakan ini adalah faktor besar yang menyebabkan tingginya peringkat korupsi PNG dalam angka Indeks Persepsi Korupsi. Demikian dikutip jubi.id dari laman insidepng.com, Minggu (9/3/2025)

Angka Indeks Persepsi Korupsi (CPI) terbaru, yang dirilis belum lama ini oleh Transparency International, menyoroti kegagalan Papua Nugini dalam menangani korupsi yang meluas.

*****************

Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.

CLICK HERE!

*****************

PNG digolongkan memiliki ‘risiko korupsi yang dianggap tinggi’ dengan ‘tidak ada kemajuan berarti’ dalam upaya antikorupsi.

PNG adalah negara dengan peringkat terburuk di kawasan Pasifik dan menempati peringkat 127 dari 180 negara di dunia.

Kegagalan PNG dalam mengatasi tantangan korupsi menggarisbawahi temuan dalam laporan baru yang dirilis oleh ACT NOW! tentang kinerja Otoritas Pembangunan Distrik (DDA).

BERITATERKAIT

PNG luncurkan pembangkit listrik tenaga gas untuk peningkatkan kesejahteraan Komunitas Hela

Bougainville Merdeka 2027 dan Mengapa PNG Sulit Melepaskan Wilayah Otonomi Ini?

Militer dan Kepolisian PNG Tidak Akan Pernah Lagi Memasuki Wilayah Otonomi Bougainville

Sawong dalam Kondisi Koma setelah Pemisahan Darurat Bayi Kembar Siam PNG

Laporan tersebut, yang didasarkan pada analisis data yang dipublikasikan di situs web DDA Watch, mengungkap kegagalan yang meluas dalam hal transparansi, tata kelola, dan akuntabilitas keuangan di antara seluruh 93 DDA.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Menurut Cathy Tukne, Koordinator Komunikasi ACT NOW!, temuan tersebut mengkhawatirkan dan menyoroti kerusakan parah dalam tata kelola di tingkat distrik.

Ia menekankan perlunya reformasi sistemik yang mendesak, dengan menyatakan: “Kurangnya akuntabilitas dan keterlibatan publik oleh DDA sangat memprihatinkan.

“Dengan dana publik berjuta-juta yang dialokasikan setiap tahunnya, warga berhak mendapatkan akses ke dokumen-dokumen penting dan berkomunikasi langsung dengan para pemimpin distrik mereka.

“Jika langkah-langkah akuntabilitas tidak ditegakkan, risiko salah urus dan korupsi akan semakin meningkat, yang selanjutnya akan merusak skor CPI PNG,” kata Tukne.

Temuan Utama dari laporan tersebut mencakup kurangnya akses publik terhadap dokumen-dokumen penting distrik. Laporan tersebut menemukan bahwa hanya 7 dari 93 DDA yang telah mengumumkan Rencana Pembangunan Lima Tahun 2023-2027 mereka.

“Tidak ada catatan publik yang ada untuk Anggaran Tahunan, Laporan Pembebasan, Laporan Inspeksi, atau Laporan Audit. Ada juga kegagalan besar dalam Menyerahkan Pembebasan & Audit Keuangan.”

Menyusul laporan tersebut, ACT NOW! menyerukan tindakan segera berikut ini:

• Pengungkapan Dokumen Distrik Secara Penuh kepada Publik – Semua DDA harus mempublikasikan rencana pengembangan 5 tahun, anggaran tahunan, pelaporan keuangan, dan laporan inspeksi.

• Peningkatan Pengawasan Audit – Kantor Auditor Jenderal (AGO) harus didanai secara memadai untuk melakukan audit independen terhadap semua DDA.

• Peningkatan Keterlibatan Publik – Warga harus menuntut transparansi dari DDA dan terlibat aktif dengan platform DDA Watch.

• Ketentuan Pendanaan Ketat – Departemen Keuangan harus menahan dana DSIP/DIP dari distrik yang gagal menerbitkan dokumen keuangan utama.

• Akuntabilitas Kepemimpinan – Komisi Ombudsman harus menyelidiki dan mengambil tindakan terhadap CEO dan Ketua Dewan DDA yang gagal memenuhi standar tata kelola dan pelaporan.

• Memberdayakan Warga – Masyarakat harus meminta pertanggungjawaban pemimpin distrik mereka dengan terlibat aktif dalam DDA Watch dan melaporkan kegagalan tata kelola.

• Memperkuat Badan Pengawas – Lembaga seperti Departemen Implementasi dan Pembangunan Pedesaan (DIRD) memerlukan peningkatan kemampuan pemantauan untuk melacak kinerja DDA.(*)

 

Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua

Continue Reading
Tags: PNG
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

LNG

JGC–Hyundai menang proyek LNG raksasa di Papua Nugini

April 4, 2026
beasiswa

ULMWP sebut beasiswa RI propaganda, Kedutaan RI bantah

April 4, 2026
Kaledonia Baru

UU Reformasi konstitusi Kaledonia Baru ditolak Majelis Nasional Prancis

April 4, 2026

Kepulauan Solomon dan Inggris buat MoU Tata Kelola Hutan

April 2, 2026

Layanan token listrik Papua Nugini pulih

April 2, 2026

Bagaimana negara kepulauan Pasifik menangani krisis BBM

April 2, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara