Jayapura, Jubi – Pemilu di Kepulauan Solomon akan berlangsung pada 17 April 2024. Solomon adalah negara kepulauan di Pasifik Selatan dengan banyak pulau terluar dihuni oleh suku terasing dan masyarakat adatnya.
“Kelompok Platform Kebudayaan Makira Ulawa, juga dikenal sebagai kelompok Tanah Air di Pulau Ulawa, akan berpartisipasi dalam pemilu tersinkronisasi mendatang. Warga di sini tidak pernah mau ikut serta dalam pemilu nasional dan provinsi pada tahun 2014 dan 2019,” demikian dikutip Jubi dari tavulinews.com.sb, Jumat (15/3/2024).
Dikatakan tua adat Morris Lula dan juga Ketua kelompok Platform Kebudayaan Ulawa Utara menjelaskan keputusan kelompok tersebut untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu sebelumnya, dengan alasan kekhawatiran terhadap sistem Pendaftaran Pemilih Biometrik (BVR) yang baru diperkenalkan.
“Alasan tidak ikut serta dalam pendaftaran pemilih tahun 2014 adalah karena sistem Pendaftaran Pemilih Biometrik yang baru digunakan dimana kami dinasehati oleh ketua kami yang dinobatkan untuk tidak mengikuti sistem pendaftaran pemilih yang baru digunakan yang menurutnya tidak baik bagi anggota kami” , kata Pak Lula.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Ia lebih lanjut mengatakan bahwa mengikuti saran dari ketua mereka, anggota dari Makira dan Ulawa tidak terlibat dalam proses pendaftaran yang baru dilaksanakan.
Namun, Bapak Lula menekankan bahwa kelompok tersebut kini telah memutuskan untuk ikut serta dalam Pemilu Tersinkronisasi 2024, dan menyatakan keyakinan mereka bahwa inilah saatnya untuk bergabung dalam proses pemilu seiring dengan upaya bangsa menuju pencapaian sistem Federal.
“Keputusan kami untuk mengikuti proses pendaftaran pemilih tahun 2024 ini adalah agar kami dapat memberikan suara kami untuk memilih seorang pemimpin baik di tingkat Provinsi maupun Nasional untuk mendorong kenegaraan bagi rakyat kami”, tambah Pak Lula. Dia menekankan pentingnya partisipasi mereka, dan ini sangat penting untuk memilih pemimpin yang dapat memenuhi aspirasi mereka untuk bernegara.
Lula mengatakan tidak hanya komunitas platform budaya di Pulau Ulawa yang akan memberikan suara mereka, tetapi semua anggota yang memenuhi syarat di Provinsi Makira Ulawa yang telah mendaftar akan berpartisipasi dalam pemilihan.
Komunitas Platform Budaya berawal dari lebih dari satu dekade, ketika individu dari kampung pesisir di distrik Arosi di Pulau San Cristobal pindah ke daratan, membentuk apa yang sekarang dikenal sebagai “Platform.” Kelompok ini awalnya didirikan dengan konstitusi yang bertujuan untuk menghidupkan kembali dan memelihara praktik tradisional dan budaya provinsi Makira-Ulawa.
Pulau Ulawa menampung dua komunitas Platform Budaya, satu terletak di Daerah Ulawa Utara di pedalaman Kampung Su’u moli, dan yang lainnya di Kawasan Arona. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post