Sentani, Jubi – Pihak TelkomGroup menyampaikan penyebab terjadinya gangguan jaringan internet dan telepon, selama kurang lebih lima jam di wilayah Jayapura, Kamis (9/4/2026).
General Manager Telkom Witel Papua, Antonius Joko Sritomo menjelaskan gangguan disebabkan oleh kendala pada perangkat penguat sinyal (amplifier) di fasilitas Cable Landing Station atau CLS Amai, yang merupakan titik terminasi jaringan kabel laut SKKL PATARA di Papua.
Penjelasan ini disampaikan Antonius Joko Sritomo melalui keterangan tertulis yang diterima Jubi, Kamis, (9/4/2026).
Menurutnya, kendala tersebut mengakibatkan penurunan kapasitas jaringan yang berdampak pada sebagian layanan internet, IPTV, layanan data korporat, serta penyesuaian kapasitas layanan mobile di wilayah terdampak.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Katanya, TelkomGroup telah melakukan investigasi teknis dan penanganan menyeluruh. Selama proses penanganan, TelkomGroup mengaktifkan jalur cadangan melalui sistem kabel laut alternatif.
Ini guna menopang layanan sementara, dengan prioritas pada layanan publik, khususnya jaringan mobile agar komunikasi masyarakat tetap terjaga.
“Tim teknis telah melakukan penggantian perangkat penguat sinyal di lokasi CLS Amai sebagai bagian dari langkah penanganan,” kata Antonius Joko Sritomo.
Ia mengatakan, setelah proses penggantian perangkat selesai, kondisi layanan TelkomGroup di wilayah Jayapura kembali normal, dan seluruh layanan kini dapat diakses sebagaimana mestinya.
TelkomGroup juga akan terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan stabilitas layanan tetap terjaga serta meminimalkan potensi gangguan serupa di masa mendatang.
“Pihak TelkomGroup menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, serta mengapresiasi dukungan berbagai pihak selama proses pemulihan berlangsung,” ucapnya.
Gangguan jaringan internet dan telepon selama beberapa di wilayah Jayapura dikeluhkan warga karena menghambat berbagai aktivitas mereka, terutama untuk berkomunikasi dan pekerjaan yang bergantung pada akses internet.
Salah seorang wartawan di Kabupaten Jayapura, Muhammad Irfan mengatakan gangguan juga berdampak terhadap kerja-kerja jurnalistik, terutama proses pengiriman berita ke redaksi.
Katanya, biasanya naskah berita dikirim melalui email atau aplikasi pesan singkat. Namun saat jaringan terganggu, proses itu terhambat.
“Untuk kami yang bekerja di media, internet sangat penting, terutama untuk mengirim berita ke kantor. Dengan gangguan ini, pekerjaan kami jadi terhambat,” kata Irfan.
Selain itu, Irfan mengaku kesulitan memperoleh informasi terbaru, termasuk agenda kegiatan pemerintah yang biasanya dibagikan melalui grup WhatsApp.
Jurnalis lain, Tumbur Paindungan Gultom mengatakan hal yang sama. Ia mengaku kecewa dengan penanganan gangguan yang dinilai lamban.
“Kami sangat dirugikan, apalagi bagi pekerja media. Kami minta Telkomsel (TelkomGroup) bertanggung jawab dan bisa memberikan kompensasi kepada pelanggan,” kata Tumbur Gultom. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post