Jayapura, Jubi – Isu kebangsaan akan menjadi fokus utama saat pelaksanaan musyawarah daerah Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau Musda DPD LDII Kota Jayapura, Papua ke-VI pada 11 Februari 2026.
Ketua DPD LDII Kota Jayapura, Dadang Hidayat mengatakan isu kebangsaan menjadi fokus saat Musda DPD LDII Kota Jayaputa ke-VI, karena di Papua masyarakatnya majemuk.
Ini disampaikan Dadang Hidayat saat media gathering road to musda VI di Aula Ponpes Al-Manshurin, Yabansai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Provinsi Papua, Sabtu (7/2/2026).
“Karena kami berusaha menjadi warga baik yang tercermin 29 karakter luhur yang selalu digembar-gemborkan. [Salah satunya], warga LDII didorong untuk menjadi contoh sikap jujur, misalnya menjadi pegawai yang disiplin,” kata Dadang Hidayat.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Menurutnya, dorongan itu juga menjadi bagian penguatan sumber daya manusia yang profesional dan religius. Salah satunya dengan bekerja sama dengan semua pihak tanpa pilih-pilih selama masih dalam aturan organisasi.
“Beberapa waktu lalu ada program kebersihan lingkungan saat pra-musda. Ada juga tebar daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat Malah kami mengadakan acara di sini bersama dengan FKUB, tokoh agama, dan tokoh masyarakat berkumpul dua kali saat kurban,” ucapnya.
Kata Dadang, pihaknya juga mendorong warga untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk ketahanan pangan. Misalnya, di wilayah pondok pesantren ada menanam cabai sebagai percontohan.
“Kami di kota memang bukan daerah pertanian, tapi bagaimanapun kami dorong warga untuk menghasilkan produk untuk ketahanan pangan, kalau bisa rica tidak beli lagi,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah LDII Provinsi Papua, Sudarmo mengatakan musda merupakan agenda lima tahunan.
Ia mengatakan, kegiatan musda dilaksanakan dengan demokratis, aman, tidak ada konfrontasi dan perpecahan.
“Harapan kami, semua bisa berjalan aman, lancar, dan mendapatkan pemimpin atau ketua yang memiliki dedikasi loyalitas yang tinggi,” kata Sudarmo. (*)
Untuk melihat lebih banyak content JUBI TV, click here!




Discussion about this post