Jayapura, Jubi – Setidaknya 11 warga Palestina dilaporkan tewas dalam serangan tentara Israel di beberapa wilayah di Jalur Gaza tengah, Minggu waktu setempat. Sumber medis di Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs kepada Anadolu mengatakan tujuh warga Palestina tewas dan beberapa lainnya terluka di Kota Deir al-Balah. Mereka juga melaporkan empat orang tewas dan beberapa lainnya terluka di kamp pengungsi Nuseirat.
Saksi mata menyebut kendaraan artileri Israel yang ditempatkan di timur Jalur Gaza terus menembaki wilayah timur kamp Maghazi. Tindakan serupa juga dilakukan tentara Israel di Bureij dan Kota Deir al-Balah
Israel menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutal mereka yang terus berlanjut di Gaza sejak 7 Oktober tahun lalu. Serangan yang memburu kelompok perlawanan Palestina, Hamas tersebut telah menewaskan hampir 40.100 orang, dan melukai lebih 92.500 lainnya. Sebagian besar korban tewas ialah wanita dan anak-anak.
Serangan selama lebih 10 bulan itu juga telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza. Israel pun dituduh Mahkamah Internasional melakukan genosida terhadap Rakyat Palestina.
*****************
Jubi.id adalah media yang berbasis di Tanah Papua. Media ini didirikan dengan sumberdana masyarakat melalui donasi dan crowd funding. Dukung kami melalui donasi anda agar kami bisa tetap melayani kepentingan publik.
*****************
Mahkamah Internasional juga memerintahkan Israel segera menghentikan operasi militer mereka di kota Rafah di selatan Gaza. Operasi militer itu telah mengakibatkan lebih 1 juta warga Palestina mengungsi, sebelum wilayah tersebut diinvasi pada 6 Mei lalu.
Kelompok Hamas terus berupaya menghentikan tindakan brutal Israel terhadap Rakyat Palestina. Mereka juga meminta masyarakat internasional dan Perserikatan Bangsa Bangsa melindungi warga sipil Palestina.
“Pelanggaran oleh penjajah Israel terus berlanjut dengan dukungan dari Washington, dan negara-negara Barat, yang memberikan perlindungan bagi pemerintah ekstremis untuk melanjutkan genosida. Israel terus menjadikan warga sipil tak bersenjata sebagai target serangan, terutama di Gaza tengah, yang merupakan pusat pengungsian utama di Palestina,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan resmi mereka pada Sabtu.
Sebelumnya, tentara Israel dilaporkan membunuh satu keluarga yang terdiri atas 16 warga Palestina di Al-Zawaida. Tentara Israel membombardir rumah mereka melalui serangan udara.

Gencatan senjata
Kesepakatan gencatan senjata di Gaza masih terus diupayakan dalam pertemuan di Doha, Qatar pada Kamis, dan Jumat lalu. Pertemuan tersebut dimediasi Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.
Namun, pihak Hamas menolak berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut. Mereka menilai persyaratan dalam gencatan senjata itu tidak jelas.
Portal berita Axios melaporkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden berupaya menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera pada akhir pekan depan. Biden juga berupaya mencegah Iran, dan gerakan Hizbullah Lebanon melancarkan serangan terhadap Israel, yang dinilainya dapat menghambat upaya diplomatik.
“Sampai satu jam yang lalu, kesepakatan itu masih berlangsung. Saya optimistis. Hanya beberapa masalah lagi [yang belum disepakati]. Saya pikir kita punya kesempatan [mencapai kesepakatan bersama],” kata Biden kepada wartawan di Washington, Jumat waktu setempat.
Namun, Juru Bicara Hamas di Lebanon Ahmad Abdul Hadi menyatakan tahap pertama pembicaraan mengenai pertukaran sandera dengan Israel itu tidak menunjukkan kemajuan. Menurutnya, optimisme Biden terhadap prospek kesepakatan tersebut hanya pencitraan.
“Pemerintahan Biden mencoba menunjukkan bahwa situasinya positif. Namun, putaran pertama [pembicaraan damai] menunjukkan tidak ada perbaikan,” kata Hadi saat diwawancarai Sky News.
Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir dalam pernyataan bersama yang diterbitkan Kantor Presiden Mesir Abdel Fattah Sisi menyatakan para mediator telah mengajukan proposal baru. Proposal itu untuk mengurangi perbedaan pandangan antara Israel dan Hamas dalam kesepakatan gencatan senjata di Gaza.
Mereka juga menyatakan pembicaraan berjalan serius dan konstruktif. Suasananya pun berlangsung hangat.
Mesir, Amerika Serikat, dan Qatar akan melanjutkan pertemuan mereka di Kairo, Mesir, sebelum akhir pekan depan. Mereka berharap tercapai kesepakatan gencatan senjata, serta pertukaran sandera antara Israel dan Hamas, sesuai syarat yang diajukan kedua pihak pada Jumat.
“Para mediator melaporkan isu-isu kontroversial dalam pembicaraan belum terselesaikan [pada pertemuan di Doha]. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengajukan lebih banyak syarat dan memperumit situasi [perundingan],” kata Hadi. (*)
Iklan Layanan Masyarakat ini Dipersembahkan oleh PT. Media Jubi Papua




Discussion about this post