Manokwari, Jubi- Gerakan Gereja Pentakosta (GGP) di Papua Barat menggelar Ibadah Natal 2025 dan perayaan Tahun baru 2026 di Majelis Jemaat Sinagoga Kampung Abbasi Distrik Manokwari Timur Kabupaten Manokwari Sabtu (10/1/2026). Ibadah ini bertemakan Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga (Matius 1:21-24).
Ibadah diawali dengan nyanyian rohani, memuji Tuhan yang dibawakan oleh Kor GGP Papua Barat, setelah itu setiap kelompok jemaat dari beberapa jemaat di Wapramasi dan Manokwari memberi persembahan rohani serta perwakilan membakar lilin dari setiap perwakilan.
Ketua Majelis GGP Papua Barat Hasani Ulman yang juga sebagai pengkhotbah mengatakan atas pertolongan Tuhan, GGP di Tahun 2026 telah bangkit, dari ketertinggalan dan keterlambatannya.
“Kita juga mau memuji dan memuliakan nama Tuhan, bersama-sama dengan kita punya saudara di gereja yang lain,” kata Ketua Majelis GGP yang diaminkan secara serentak oleh para jemaat.
Gerakan Gereja Pentakosta GGP Papua Barat telah berdiri sekian Tahun, GGP mengalami perubahan secara signifikan sejak Tahun 2014 kemudian 2017 hingga 2023 dan 2024 memiliki jemaat yang tersebar di Manokwari dan dataran Wapramasi atau Warmare Prafi, Masni Sidey.
“Kita berjuang supaya GGP berdiri sederajat dengan gereja lain di Tanah Papua, perjuangan ini jatuh bangun hingga sampai 2023-2024 baru tuhan mengizinkan datang ke Papua Barat,”
Hasani menyebut bahwa pihaknya akan mengupayakan agar GGP Papua Barat memiliki jemaat di Ransiki Manokwari Selatan, Wasior Teluk Wondama hingga teluk Bintuni bahkan ke Fakfak dan Kaimana.
“Puji Tuhan Hari ini GGP ada di Organisasi PGGP, juga BKAG dan ada di Kabupaten Manokwari dan Provinsi Papua Barat bahkan puji Tuhan GGP hari ini juga ikut pegang palu di provinsi Papua Barat,” tuturnya.
Seiring tema Natal dan Tahun Baru, GGP hadir untuk menyelematkan keluarga sebagaimana Allah hadir menyelamatkan keluarga.
“Dalam Matius ayat 1 pasal 22 sampai 23 mengatakan Imanuel artinya Allah menyertai kita, kecil besar tua muda Allah menyertai kita, maka dalam Yohanis 8 ayat ke 12 mengatakan bahwa Yesus adalah terang Dunia, karena Yesus adalah terang dunia maka saya dengan saudara adalah kepunyaan Allah,” ucap Hasani dalam khotbahnya.
Dia meminta para jemaat agar saling berjaga untuk kemajuan dan perkembangan GGP di Papua Barat bahkan Tanah Papua.
“Mari kita jaga-jaga agar kita bangkit hingga 1000 Tahun yang akan datang,” ucapnya.
Proses ibadah berlangsung khidmat diiringi nyanyian rohani yang di nyanyikan para jemaat.(*)




Discussion about this post