Jayapura, Jubi – Persipura Jayapura akan memulai kiprahnya di kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026 dengan mengawali pertarungan di Pulau Sulawesi menantang Persipal Palu di Stadion BJ Habibie, Pare-Pare, Sabtu (13/9/2025).
Pertandingan perdana itu bukan hanya misi perebutan poin, tapi juga menjadi ujian bagi skuad Mutiara Hitam untuk memutus catatan minor yang membayangi mereka selama dua musim terakhir.
Persipura dan Persipal sudah sering bertemu di kompetisi kasta kedua dengan total enam kali pertemuan.
Pada Liga 2 musim 2023/2024, Persipura memenangkan laga pertemuan pertama dengan keunggulan 3-1 di Stadion Mandala. Namun kejutan terjadi saat mereka bertandang ke Palu, di mana Persipal membalikkan keadaan dan menang 2-0.
Dominasi Persipura atas Persipal sempat terlihat pada musim 2024/2025. Mereka berhasil menang telak 4-0 di kandang dan bahkan mencuri kemenangan 3-0 di markas lawan. Akan tetapi, tensi kembali memanas saat mereka bertemu di babak play-off degradasi pada musim tersebut.
Pada babak itu, Laskar Tadulako kembali menunjukkan ketangguhannya di kandang dengan kemenangan 2-0 atas tim Mutiara Hitam. Persipura kemudian berhasil membalas kekalahan itu di Stadion Mandala dengan keunggulan 3-0.

Meski Persipura mendominasi, namun dari siklus yang terlihat pada enam pertemuan itu menunjukkan Persipal selalu menjadi lawan yang sulit ditebak.
Analisis lawan dan kesiapan skuad
Juru taktik Persipura, Ricardo Salampessy, tidak menutup mata terhadap dinamika yang terjadi di kubu lawan. Ia sudah memetakan strateginya untuk mengantisipasi perubahan signifikan di tubuh Persipal.
Ia memastikan timnya sudah dalam kondisi siap tempur untuk merebut poin dari Persipal.
“Pagi ini tim bertolak ke Pare-pare dan tim sudah siap menghadapi laga awal versus Persipal,” kata Ricardo kepada Jubi.
Perombakan besar Persipal dengan melakukan pergantian pelatih kepala dari Achmad Zulkifli ke Delfi Adri menjadi faktor yang berpengaruh pada peta kekuatan Persipal, yang kini sulit untuk diprediksi seperti musim-musim sebelumnya.
”Pergantian pelatih ini tentu saja mengubah gaya bermain dan komposisi tim,” tambah Ricardo.
Kendati begitu, Ricardo membeberkan jika dirinya dan staf pelatih Persipura telah mengumpulkan informasi penting untuk mengantisipasi taktik baru yang akan diterapkan oleh Persipal.
“Kami sudah mengumpulkan beberapa informasi untuk coba mengantisipasi gaya bermain mereka di laga perdana nanti,” katanya.

Sebagai bekal menghadapi Persipal di laga pembuka, Ricardo membawa 23 pemain ke Pare-Pare. Ini gabungan antara pemain senior berpengalaman dan talenta muda, serta pemain regulasi U-21.
Namun sayang, beberapa pemain pilar seperti Arodi Uopdana, Feri Pahabol, dan Alex Dusay tidak bisa ikut pada lawatan itu karena baru pulih dari cedera dan sakit.
Optimisme tinggi
Gelandang asal Jepang, Takuya Matsunaga, yang kali ini akan menjalani debutnya di kompetisi Liga 2 sangat merasakan antusiasme tim. Ia termotivasi untuk memberikan hasil yang terbaik dengan modal persiapan selama dua bulan berlatih.
”Hampir dua bulan kita sudah menjalani persiapan secara fisik dan juga taktik. Saya dan semua pemain sudah termotivasi dan percaya diri tinggi jelang laga perdana. Saya tidak terlalu memikirkan soal penampilan di Liga 2 atau Liga 1. Yang jelas saya ingin memberikan yang terbaik, seperti yang biasa saya lakukan,” ujar Takuya.
Gelandang yang telah banyak makan garam di kompetisi sepak bola Estonia dan Lithuania itu tak punya target lain dalam laga pembuka Persipura. Ambisinya sederhana, ia ingin tampil baik dan memberikan kemenangan untuk timnya.
“Target saya sangat sederhana, menang dan bawa pulang tiga poin,” katanya.
Manajer Persipura Owen Rahadian menegaskan misi utama Persipura adalah membawa pulang poin dari Palu. Kemenangan akan menjadi modal berharga untuk mendongkrak semangat tim dan mengumpulkan pundi-pundi poin sejak awal.
“Target kita tentunya semua laga awal harus kita manfaatkan dengan baik, kita harus fight sejak awal dan memandang semua laga adalah final,” kataya.

Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, kali ini Persipura akan melakoni laga pembuka dengan persiapan matang. Tim Mutiara Hitam sudah menjalani persiapan selama hampir dua bulan, mulai dari pemusatan latihan di Yogyakarta hingga menjajal sejumlah laga uji coba.
“Secara keseluruhan pemain dan secara tim sudah sangat siap menyambut laga perdana. Target kami membawa pulang poin dari Palu. Harapannya, apa yang sudah di persiapkan selama masa persiapan bisa berjalan dengan baik di pertandingan nanti,” ujar Ricardo.
Kubu Persipal juga mematok ambisi yang sama. Meski terjadi perombakan besar dalam tim mereka, namun satu-satunya tim yang mewakili Pulau Sulawesi di kompetisi Liga 2 itu bertekad tak mau tumbang oleh kontestan lain.
“Target kami tetap eksis dan bersaing musim ini, meskipun komposisi tim akan didominasi pemain lokal,” kata Manajer Persipal Jely Rompas dikutip dari postingan instagram Persipal.
Belum pernah menang
Bagi Persipura, laga perdana menghadapi Persipal di kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship ini lebih dari sekadar pertandingan pembuka. Menjadi sebuah kesempatan untuk mengakhiri tren negatif mereka yang tak pernah menang pada laga pembuka selama dua musim berturut-turut.

Sejak 2023, Persipura selalu gagal meraih kemenangan di laga pembuka. Pada Liga 2 musim 2023/2024, mereka ditahan imbang 1-1 oleh tuan rumah Kalteng Putra di Stadion Tuah Pahoe. Lalu pada laga pembuka Liga 2 2024/2025, Persipura dikalahkan Rans Nusantara dengan skor 1-0 di Stadion Untung Suropati, Pasuruan.
Kini, di hadapan lawan yang sudah mereka kenal, Persipura bertekad untuk mengubah sejarah itu. Pelatih Ricardo Salampessy memohon dukungan dan doa dari para pencinta Persipura agar timnya bisa mendapatkan keberuntungan di laga tersebut.
”Kami mohon doa dan support dari masyarakat dan suporter Persipura di mana saja untuk doakan yang terbaik dalam perjuangan kita, semoga di musim ini kita bisa memulai lebih baik daripada musim-musim sebelumnya,” katanya.
The Comens, kelompok suporter Persipura menaruh harapan besar pada tim kebanggaan mereka saat ini. Mereka sangat antusias dan optimistis, dengan amunisi baru Persipura bisa berbicara banyak pada kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship 2025/2026.
“Perjuangan dimulai lagi selama penantian yang cukup panjang. Kita wajib memberikan doa dan support, apalagi info terbaru Persipal vs Persipura akan bermain di stadion BJ Habibi di Pare-Pare, jadi tidak ada kata lain untuk wajib menang,” kata Ikhsan mewakili The Comens.

Laga pembuka itu akan menjadi pembuktian apakah tim Mutiara Hitam bisa memulai musim dengan cara yang lebih baik, atau justru kembali terperangkap dalam catatan buruk yang sama.
Doa dan dukungan dari seluruh suporter, kata Ikhsan, menjadi modal tambahan bagi perjuangan mereka di laga pembuka.
“Harapan kami, setiap pertandingan adalah final, kolaborasi pemain senior dan junior memberikan pembeda dan motivasi. Disiplin, serta bermain ngotot demi sebuah nama harga diri Papua dan komitmen target untuk menuju kasta tertinggi ke Liga 1,” ujar Ikhsan. (*)




Discussion about this post