KPK membantarkan Gubernur Lukas Enembe untuk rawat inap per 17 Januari di RSPAD

Lukas Enembe
Tim dokter dari RS Mount Elizabeth Singapura, Minggu (30/10/202) memeriksa kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe di kediaman pribadi di Koya Tengah, Jayapura. - (Antara/HO/Dok THAGP)

Jakarta, Jubi – Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe dibawa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, untuk dibantarkan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) pada Selasa malam, 17 Januari 2023, sekitar pukul 20.00 WIB atau jam 10 malam waktu di Papua.

Dalam Surat Pemberitahuan Pembantaran Penahanan atas nama Tersangka Lukas Enembe, yang dikirimkan admin KPK kepada Ketua Tim Non Litigasi Tim Hukum dan Advokasi Gubernur Papua atau THAGP, Emanuel Herdyanto, diberitahukan bahwa Bapak Lukas Enembe dirawat inap atau opname di RSPAD per 17 Januari 2023.

Menurut Emanuel Herdyanto, begitu mendapatkan Surat Pemberitahuan Pembantaran, pada pukul 21.00 WIB, pihaknya langsung menuju ke RSPAD, bersama dengan anggota THAGP lainnya.

“Bapak Lukas Enembe dirawat di Ruang Kartika II RSPAD Gatot Soebroto, saya dapat pemberitahuan Surat Pemberitahuan Pembantaran tersebut pada jam 21.00 WIB, sehingga, dapat saya perkirakan Bapak Lukas Enembe, dibawa penyidik KPK, antara pukul 20.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB,” ujar Emanuel Herdyanto dalam rilis pers THAGP yang diterima Jubi, Rabu (18/1/2023).

Ditambahkannya, pada Selasa pagi, sekitar pukul 10.00 WIB, THAGP berencana untuk menjenguk Bapak Lukas Enembe, di Rutan KPK. Namun tidak dapat dikunjungi karena Bapak Lukas Enembe dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, untuk diperiksa. Pada pukul 11.22 WIB, THAGP mendapat kabar bahwa penyidik KPK, sudah membawa Bapak Lukas Enembe ke RSPAD.

Begitu mendapat kabar tersebut, THAGP segera menuju ke RSPAD, namun tidak sempat bertemu Bapak Lukas Enembe karena sudah dibawa kembali ke KPK.

“Mendapat kabar dari pegawai RSPAD, bahwa Bapak Lukas Enembe hanya setengah jam di RSPAD, dan langsung dibawa kembali ke KPK,” ujar Emanuel sambal merinci dan pada pukul 21.00 WIB, KPK kembali membawa Bapak Lukas Enembe ke RSPAD untuk selanjutnya dilakukan rawat inap.

“Kami dapat kabar, saat akan diperiksa pada Selasa pagi, penyidik KPK mendapati bahwa kaki Bapak Lukas Enembe bengkak, sehingga dibawa ke RSPAD, dan dilakukan pemeriksaan di sana. Hasil pemeriksaan itu baru keluar pada pukul 19.00 WIB, dan menyebutkan bahwa Bapak Lukas Enembe harus dirawat inap, sehingga KPK kembali membawa Bapak Lukas Enembe ke RSPAD untuk kedua kalinya, untuk dirawat inap,” ujar Emanuel.

Emanuel menyatakan THAGP sendiri sudah berkoordinasi dengan KPK, agar dokter pribadi Bapak Lukas Enembe, Dr Anton Mote diperkenankan untuk bertemu dan melakukan pemeriksaan terhadap Bapak Lukas Enembe. “Dari pihak KPK, sudah memperbolehkan dokter pribadi untuk menjenguk, hanya harus terlebih dahulu melayangkan surat permohonan bertemu ke KPK,” tukas Emanuel.

Ditanya sampai kapan Bapak Lukas Enembe dirawat inap, Emanuel mengatakan, tidak mengetahui pasti, karena di Surat Pemberitahuan KPK tersebut, hanya disebut, dirawat inap mulai tanggal 17 Januari 2023.

Menanggapi hasil pemeriksaan RSPAD, yang menyatakan Bapak Lukas Enembe harus dirawat inap, Emanuel mengatakan bahwa Bapak Lukas Enembe memang dalam keadaan sakit dan perlu dilakukan perawatan di rumah sakit.

“Yang mengetahui kondisi kesehatan Bapak Lukas Enembe itu, adalah dokter, sekarang dinyatakan perlu dirawat inap, jadi memang Bapak Lukas Enembe sedang sakit dan perlu dirawat di rumah sakit,” kata Emanuel. (*)

Comments Box
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250