Yotam Bugiangge jadi buronan Pomdam XVII/Cenderawasih

Buronan
Komandan Korem (Danrem) 172/Praja Wira Yakthi, Brigjen Juinta Omboh Sembiring. - Jubi/Alexander Loen

Jayapura, Jubi – Yotam Bugiangge, disertir TNI yang bergabung dengan kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat atau TPNPB wilayah Nduga, masih menjadi buronan Polisi Militer Komando Daerah Militer atau Pomdam XVII/Cenderawasih. Hal tersebut disampaikan Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi, Brigjen Juinta Omboh Sembiring di Kota Jayapura, Rabu (20/7/2022).

Yotam Bugiangge bersama Egianus Kogoya disebut-sebut menjadi dalang penyerangan terhadap warga sipil di Kampung Nogoliat, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, pada Sabtu (16/7/2022) lalu. Bugiangge sudah dipecat secara tidak terhormat karena meninggalkan kesatuannya pada 17 Desember 2021, dan bergabung dengan TPNPB.

Sembiring menyatakan Yotam Bugiangge telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang atau buronan Polisi Militer Komando Daerah Militer (Pomdam) XVII/Cenderawasih. “Yang bersangkutan kabur dengan membawa satu pucuk senjata, kemudian bergabung dengan kelompok Egianus Kogoya. Dia memang berasal dari Nduga,” ujar Sembiring.

banner 400x130

Sembiring menegaskan pihaknya masih terus berupaya mencari dan menangkap Yotam Bugiangge yang berstatus buronan Pomdam XVII/Cenderawasih itu. “Pangdam sudah menyampaikan untuk mencari yang bersangkutan,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Papua, Kombes Faizal Ramadhani menyatakan penyerangan warga sipil di Kampung Nogoliat didalangi Egianus Kogoya dan Yotam Bugiangge. Serangan itu mengakibatkan 11 warga sipil meninggal dunia, dan dua warga sipil lainnya terluka.

Faizal menyatakan aparat gabungan TNI/Polri telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara di lokasi penyerangan itu, dan meminta keterangandari sejumlah saksi. “Dari hasil itu, kami sudah mengantongi jumlah mereka [TPNPB],” katanya.

Faizal menjelaskan kelompok Egianus Kogoya selama tiga hari terakhir melakukan serangan sporadis terhadap aparat keamanan di Kenyam, dan menggangu proses evakuasi jenazah yang ditemukan di Kampung Nogolait pada Senin (18/7/2022).

Ia menyatakan Egianus Kogoya dan Yotam Bugiangge juga ikut dalam berbagai penyerangan yang dilakukan TPNPB itu. “Kami diganggu terus, mereka berdua, [Egianus dan Yotam], memang terlihat,” katanya.

TPNPB telah mengeluarkan keterangan pers tertulis yang menyatakan Egianus Kogoya bertanggung jawab atas penyerangan di Kampung Nogoloit yang menyebabkan 11 warga sipil meninggal dunia dan dua warga sipil terluka itu. Kogoya menyatakan pihaknya melakukan penyerangan setelah tahu ada seorang warga mengambil gambar video anak buahnya mengibarkan bendera Bintang Kejora. (*)

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130    banner 400x130
banner 728x250