Papua No.1 News Portal | Jubi

Polda Papua mengantispasi masuknya kelompok bersenjata ke areal PTFI

Writer: Alexander LoenEditor: Aryo Wisanggeni G
Pengamanan PTFI
Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Mathius D Fakhiri. - Jubi/Alexander Loen

Jayapura, Jubi – Kepolisian Daerah atau Polda Papua akan segera mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi  masuknya kelompok bersenjata ke areal pertambangan PT Freeport Indonesia atau PTFI di Kabupaten Mimika, Papua. Hal itu dinyatakan Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Mathius D Fakhiri di Kota Jayapura, Rabu (21/6/2022).

Fakhiri mengatakan pihaknya akan segera mengerahkan personel untuk melakukan penyekatan di beberapa titik untuk mencegah kelompok bersenjata memasuki areal konsesi PT Freeport Indonesia. Menurutnya, penyekatan itu akan dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz bersama personel Kepolisian Resor (Polres) Mimika.

“Kekuatan aparat keamanan di Timika kan sudah cukup. Intinya, untuk mengantisipasi informasi tersebut, Satgas Damai Cartenz bersama personel  Polres Mimika akan melakukan penyekatan di sejumlah titik untuk, mencegah masuknya KKB,” katanya.

Baca juga :   PODSI Kabupaten Jayapura gelar Musorkab

Ia menyatakan upaya itu akan dilakukan untuk memastikan aktivitas pertambangan PTFI tidak akan terganggu. “Kami tidak mau mereka datang dan mengganggu aktivitas pertambangan dan masyarakat di sana,” tegas Fakhiri.

Berdasarkan catatan Jubi, dalam beberapa tahun terakhir, terdapat sejumlah insiden kontak tembak antara kelompok bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) dan Satuan Tugas Amole yang bertugas mengamankan areal pertambangan PT Freeport Indonesia. Selain itu, juga terjadi insiden penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata di areal konsesi perusahaan tambang emas dan tembaga itu.

Pada 1 Januari 2018 misalnya, Satgas Amole terlibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Mile 61 jalan yang menghubungkan areal produksi PTFI di Tembagapura dan Timika, ibu kota Kabupaten Mimika. Pada 6 Januari 2020, kelompok bersenjata menembaki helikopter yang beroperasi di area tambang PTFI.

Baca juga :   Empat hal yang perlu diketahui saat pembacaan Pledoi Dinggen Tabuni

Pada 30 Maret 2020, TPNPB menyerang area Office Building PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana, kawan perkantoran dan permukiman karyawan PTFI di Timika. Serangan itu menewaskan satu orang karyawan, dan menyebabkan enam karyawan PTFI terluka.

Pada 28 Februari 2021, kelompok bersenjata itu menembak aparat keamanan yang berada di sekitar Mile 53. Pada 17 September 2021, kelompok bersenjata menembaki konvoi bus karyawan PTFI di Mile 61. (*)

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130