Pengembalian kunci SMPN 1 Sentani pukulan telak untuk Pemkab Jayapura

SMPN 1 Sentani
Pemilik hak ulayat saat membuka pintu pagar SMP Negeri 1 Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (5/9/2022) – Jubi/Istimewa

Sentani, Jubi – Selama 9 bulan pengajar dan peserta didik SMPN 1 Sentani, Kabupaten Jayapura tidak belajar, sebab gedung sekolah dipalang. Kerinduan itu akhirnya terobati setelah pemilik hak ulayat kembali mengizinkan setelah bersepakat dengan TNI/Polri serta pemerintah pusat.

Perwakilan ahli waris pemilik hak ulayat tanah SMP Negeri 1 Sentani, Nelson Yosua Ondi, mengatakan pengembalian kunci berdasarkan kesepakatan antara Kapolda Papua dan Danrem 172/Praja Wira Yakthi.

“Ke depan akan ada poin-poin klausula yang dibuat kontraknya sampai 2023, tetapi akan ada komunikasi berlanjut,” kata Nelson usai prosesi penyerahan kunci kepada pihak sekolah di Kabupaten Jayapura, Senin (5/9/2022).

Saat ditanya berapa nilai kontrak, ujar ia, awalnya pemilik hak ulayat meminta Rp3,5 miliar. Namun karena menyangkut kemanusiaan tawaran diturunkan menjadi Rp3 miliar.

“Ini berlaku mulai dari keputusan pengadilan yakni 2018 sampai dengan 2023. Kami [pemilik ulayat] berterimakasih kepada Presiden dan Menteri Investasi yang telah memfasilitasi sehingga proses sewa tanah bisa terselesaikan,”.

“Ini jelas pukulan telak bagi Pemerintah Kabupaten Jayapura yang selama ini tidak mampu selesaikan masalah ini. Pemda selalu melakukan hal-hal [konflik] horisontal antara masyarakat adat di lapangan,” ujarnya.

Menurut ia, kontrak sewa tanah seluruhnya akan di bawah naungan dengan TNI/Polri bukan Pemkab Jayapura, sebab kasus pemalangan terjadi lantaran pemerintah selalu menghindar.

“Kalau dilihat dari lelang, sekolah sudah dipindahkan ke lokasi lain. Bahkan, selama ini lewat media kami di-bully [dibuat seperti pelaku utama] padahal sebenarnya kami korban. Pemda selalu main kucing-kucingan dengan kami,” tegasnya.

Kepala Sekolah SMPN 1 Sentani, Yokbeth Wally, berharap pemilik hal ulayat tidak lagi memalang sekolah karena masalah sudah terselesaikan.

“Izinkan kami [guru] dan siswa belajar dengan penuh sukacita. Segala kreasi dan kreativitas bisa dikembangkan. Mengenai hak-hak pemilik hak Ulayat, silakan diurus bersama pemerintah,” kata Yokbeth. (*)

Comments Box
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250