Pencaker di Kota Jayapura capai 10.566 orang pada 2022

Jayapura
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Jayapura, Djoni Naa (kanan), saat bebincang-bincang dengan Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru - Jubi/Ramah

Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Jayapura, Papua, Djoni Naa mengatakan, hingga akhir Maret 2022 jumlah pencari kerja sebanyak 10.566 orang terutama di sektor formal atau perusahaan swasta.

“Angkatan kerja usia produktif 15-56 tahun. Klasifikasi pendidikan SMA dan sarjana tapi paling banyak yang SMA. Dari 10.566 orang ini, pencari kerja laki-laki ada 56 persen, perempuan 44 persen, dan asli Papua ada 6 persen atau 500 orang,” ujar di Hotel Mercure Jayapura, Selasa (29/3/2022).

Dikatakan Naa, angka pencari kerja pada 2020 sebanyak 10.050 orang dan pada 2021 sebanyak 9.664 orang (laki-laki 5.478 dan perempuan 4.186 orang) atau terjadi peningkatan 1,05 persen pada 2022. Meski masih di masa pandemi Covid-19 partisipasi angkatan kerja tetap antusias.

“Lapangan pekerjaan di Kota Jayapura banyak walau hanya mengandalkan sektor jasa dan perdagangan. Namun pencari kerja ini disesuaikan saja dengan kemampuan atau keahlian masing-masing agar cepat diterima bekerja,” ujar Naa.

Dikatakan Naa, pencari kerja khususnya usia produktif tidak hanya berpatokan ingin mencari pekerjaan di sektor formal atau non formal, tetapi mampu menciptakan lapangan pekerjaan agar dapat meningkatkan perekonomian dirinya sendiri dan juga warga Kota Jayapura.

“Warga harus jeli melihat peluang kerja yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan sehingga menciptakan pertumbuhan ekonomi bagi dirinya sendiri dan keluarganya. Kami terus berusaha dengan upaya pelatihan, pendampingan agar menurunkan angka pencari kerja ini,” ujar Naa.

Naa menambahkah warga juga harus berusaha mau berubah menjadi lebih baik lagi sehingga bisa mandiri, sejahtera, dan berdaya saing di dunia kerja.

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan, pengurangan pencari kerja merupakan tanggung jawab bersama baik pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan pihak swasta.

“Kalau tidak punya keahlian kerja akan sangat sulit untuk bisa bersaing dengan tenaga kerja yang datang dari luar Papua. Untuk itu, sangat penting meningkatkan kompetensi sehingga bisa memiliki daya saing,” ujar Rustan.

Dikatakan Rustan, seiring meningkatnya suatu daerah dalam pembangunan maka menyebabkan lonjakan pencari kerja. Hal ini juga yang membuat angka pengangguran terus bertambah baik warga lokal maupun yang datang dari luar daerah.

“Saya yakin dan percaya masyarakat Kota Jayapura memiliki kompetensi kerja, bukan hanya menjadi pekerja tapi juga menjadi pengusaha yang bisa membantu pengurangan pengangguran,” ujar Rustan. (*)

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130    banner 400x130
banner 400x130    banner 400x130
banner 728x250