Papua No.1 News Portal | Jubi

Kapolda Papua: Pembunuh Bripda Diego diduga kelompok bersenjata dari Nduga

Writer: Alexander LoenEditor: Aryo Wisanggeni G
Kasus Pembunuhan Brimob di Jayawijaya
Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Mathius D Fakhiri. - Jubi/Alexander Loen

Jayapura, Jubi – Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Mathius D Fakhiri menyatakan pembunuhan anggota Brimob, Bripda Diego Rumaropen di Kabupaten Jayawijaya pada Sabtu (18/6/2022) lalu diduga dilakukan kelompok bersenjata dari Kabupaten Nduga. Hal itu dinyatakan Fakhiri di Kota Jayapura, Rabu (21/6/2022).

Bripda Diego Rumaropen dibunuh pelaku yang belum diketahui identitasnya di Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, pada Sabtu pekan lalu. Pelaku kemudian membawa lari dua pucuk senjata api yang dibawa Rumaropen. “”Dugaan kuat kami, pelakunya adalah KKB dari Nduga,” kata Fakhiri.

Fakhiri menyatakan  hingga kini kepolisian masih terus memeriksa saksi dan menyelidiki kronologi pembunuhan itu, guna memastikan kejadian yang sesungguhnya. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat tim yang bekerja bisa segera mendapat kesimpulan, sehingga kami bisa segera [menjalankan] proses hukum [terhadap] semua [orang] yang terlibat dalam kasus ini,” tegasnya.

Baca juga :   Juru Bicara Petisi Rakyat Papua ditangkap polisi

Terkait dua pucuk senjata api yang dibawa lari pelaku pembunuhan itu, Fakhiri mengaku hingga kini pihaknya masih terus mendalami dan melacak keberadaan kedua senjata api itu. “Soal keberadaan kedua senjata api [itu], apakah sudah sampai di Nduga, itu belum bisa dipastikan. Tim kami saat ini masih bekerja. Semoga [kedua pucuk senjata api itu] segera kami temukan,” katanya.

Untuk mencari kedua pucuk senjata yang dirampas dari Bripda Diego Rumaropen, Kepolisian Daerah Papua akan mengirim 300 personel Brimob ke Kabupaten Jayawijaya. Fakhiri  menyatakan 300 personel itu akan memperkuat tim Satuan Tugas Damai Cartenz.

Fakhiri menyatakan tim Satuan Tugas Damai Carte juga akan dibantu Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jayawijaya. “Kehadiran personel Brimob untuk memback-up tim yang sudah ada di [Jayawijaya],” ujarnya.

Baca juga :   Dimakamkan di pinggir jalan, Yakob Meklok dan Esron Weipsa jadi simbol menolak pemekaran Papua

Sebelumnya, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebi Sambom menyatakan pihaknya bertanggung jawab atas penyerangan yang menewaskan Bripda Diego Rumaropen pada 18 Juni 2022 lalu. Hal itu dinyatakan Sambom dalam keterangan pers tertulis yang diterima Jubi pada Minggu (19/6/2022).

“Komnas TPNPB-OPM telah terima laporan Resmi dari Papua Intelligence Services TPNPB yang berbasis di Wamena, bahwa anggota TPNPB membunuh satu anggota Brimob dan merampas dua pucuk senjata. Pembunuhan serta perampasan senjata itu merupakan bagian dari Operasi Pasukan TPNPB-OPM di seluruh Tanah Papua,” kata Sambom. (*)

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130