Diduga terlibat perdagangan senjata, 2 prajurit TNI ditangkap Polisi Militer

Polisi Militer
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Kav Herman Taryaman. - Jubi/Alexander Loen

Jayapura, Jubi – Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih menangkap dua prajurit TNI yang diduga terlibat jaringan perdagangan senjata api dan amunisi di Papua. Penangkapan kedua prajurit TNI itu merupakan hasil pengembangan kasus seorang pegawai Pemerintah Kabupaten Nduga berinisial AN yang kedapatan membawa 615 butir peluru saat ditangkap di Kabupaten Yalimo pada 29 Juni 2022 lalu.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Kav Herman Taryaman menyatakan dua prajurit TNI yang ditangkap karena dugaan perdagangan senjata api dan amunisi itu adalah Kopda BI dan Koptu TJR. “Sampai saat ini, masih dilakukan pendalaman atau penyelidikan terhadap kasus dugaan penjualan amunisi yang melibatkan oknum prajurit TNI,” kata Herman dalam keterangan pers yang diterima Jubi di Jayapura, Senin (11/7/2022) malam.

Menurut Herman, kedua prajurit TNI itu sudah ditahan di Polisi Militer Kodam XVII/Cenderawasih. Ia menyatakan belum mengetahui berapa jumlah peluru yang dijual Kopda BI dan Koptu TJR kepada AN, tersangka perdagangan senjata api dan amunisi yang ditangkap di Yalimo.

Herman menyatakan penyidik polisi militer terus memeriksa Kopda BI dan Koptu TJR. “Pendalaman atau penyelidikan terhadap kedua oknum tersebut terus  dilakukan, bahkan koordinasi dengan Instansi lainnya terus dilakukan sehingga diharapkan [akan ada] bukti yang lengkap dan kuat,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 29 Juni 2022, Kepolisian Resor Yalimo menangkap seorang pegawai Pemerintah Kabupaten Nduga berinisial AN yang kedapatan membawa 615 butir peluru. AN ditangkap karena tingkah lakunya mencurigakan saat berkendara dengan sepeda motor.

Polisi kemudian mencegat dan menggedah AN, lalu menemukan 615 butir peluru berbagai jenis. AN juga tertangkap tangan membawa senjata rakitan.

Kepolisian Daerah Papua mengembangkan kasus itu, dan menelusuri jaringan perdagangan senjata api dan amunisi yang diketahui AN. Pada 2 Juli 2022  menangkap warga berinisial T di Kota Jayapura. T diduga menjual 160 butir peluru kepada AN. (*)

 

 

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130    banner 400x130
banner 400x130    banner 400x130
banner 728x250