BPS Papua: Inflasi Mei 2022 capai 0,69 persen

Inflasi di Papua
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Papua, Adriana Robaha menyampaikan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) tiga kota di Papua dalam keterangan pers di Kota Jayapura, Kamis (2/6/2022). - Jubi/Alexander Loen

Jayapura, Jubi – Badan Pusat Statistik atau BPS Papua menyatakan inflasi secara bulanan di Papua pada Mei 2022 mencapai 0,69 persen. Inflasi itu disebabkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 109,20 pada April 2022 menjadi 109,96 pada Mei 2022.

Hal itu dinyatakan Kepala BPS Papua, Adriana Robaha di Kota Jayapura, Kamis (2/6/2022). “Perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2022 secara umum menunjukan adanya kenaikan,” kata Adriana.

Ia menjelaskan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei diantaranya jasa angkutan udara, tomat, buah pinang, sirih, dan daging ayam ras. BPS Papua juga mencatat penurunan harga sejumlah komoditas lainnya, termasuk cabai rawit, ikan ekor kuning, kol putih, buncis, dan kacang panjang.

banner 400x130

“Pada Mei 2022, dari 11 kelompok pengeluaran, delapan kelompok memberikan andil atau sumbangan inflasi gabungan tiga kota di Papua [yang] IHK-nya [dihitung]. Sejumlah tiga kelompok lainnya tidak memberikan andil,” ujarnya.

Menurut Adriana, dari ketiga kota itu, inflasi terbesar terjadi di Kota Jayapura, mencapai sebesar 0,96 persen, sementara di Timika mencapai 0,59 persen. “Sedangkan Merauke alami deflasi sebesar 0,02 persen,” sambungnya.

Jika dilihat dari komponennya, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi terbesar adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau (sebesar 0,22 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (sebesar 0,0003 persen), kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (sebesar 0,04 persen), serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga (sebesar 0,01 persen).

Inflasi juga didorong naiknya pengeluaran kelompok kesehatan (sebesar 0.01 persen), kelompok transportasi (sebesar 0,19 persen), kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran (sebesar 0,01 persen), dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (sebesar 0,22 persen).

“Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya, dan kelompok pendidikan merupakan kelompok yang tidak memberikan andil terhadap inflasi gabungan di tiga 3 kota IHK,” kata Adriana. (*)

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130    banner 400x130
banner 728x250