Komisi IX DPR RI rapat bersama jajaran Pemprov Papua

Komisi IX DPR RI Bahas Pelayanan Kesehatan di Papuaf
Rapat para anggota Komisi IX DPR RI dengan jajaran Pemerintah Provinsi Papua di Kota Jayapura, Selasa (12/7/2022). - Jubi/Alexander Loen

Jayapura, Jubi – Komisi IX DPR RI menggelar rapat bersama jajaran Pemerintah Provinsi Papua di Kota Jayapura, Selasa (12/7/2022). Rapat itu merupakan salah satu agenda Komisi IX DPR RI pada reses masa persidangan V Tahun Sidang 2021 – 2022.

Ketua tim Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan pihaknya menggelar rapat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua untuk mendengar masukan terkait pelayanan dan kebijakan di bidang kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan di Papua. Rapat itu antara lain membahas penanganan pandemi COVID-19 di Papua.

“Kami ingin mendengar masukan soal aspek kesehatan, soal penanganan pandemi COVID-19, [penanganan penyakit malaria]. [Kami] juga [membahas] tantangan terkait kebutuhan tenaga kesehatan dan dokter,” kata Emanuel di Kota Jayapura, Selasa.

Ia menilai rapat itu berlangsung dengan baik, dan seluruh anggota Komisi IX DPR RI memberikan catatan dan merespon berbagai isu penting dalam rapat itu. “Tentunya, masukan bagi kami ini sangat bermanfaat untuk mendukung kinerja Komisi IX DPR RI,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Papua, Arry Pongtiku dalam pertemuan itu menyampaikan pandemi COVID-19 di Papua saat ini telah melandai. Menurut Pongtiku, cakupan vaksinasi COVID-19 di Papua baru mencapai 33 persen.

“Kasus aktif saat ini hanya 5 saja. Kalau vaksinasi, kami masih tertinggal jauh. [Hambatan kami dalam melakukan vaksinasi] bukan hanya masalah geografis, tapi ada masyarakat tidak punya Nomor Induk Kependudukan atau NIK. Ada yang tidak bisa divaksin karena tidak punya NIK, ada pula yang sudah divaksin tapi tidak bisa dimasukkan dalam data karena yang bersangkutan tidak memiliki NIK,” kata Pongtiku.

Ia juga menyampaikan kondisi kurangnya tenaga kesehatandi Papua yang terbatas. Menurutnya, sekitar 52 persen Puskesmas di Papua belum memiliki dokter.

“Jadi kami harus memperkuat Sumber Daya Manusia atau SDM, baik itu dokter puskesmas, maupun dokter spesialis. Semoga dengan dibangunnya RSP Uncen, Papua bisa produksi dokter umum, spesialis, dan dokter gigi, sehingga kebutuhan dokter di Papua bisa diatasi,” ujarnya. (*)

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca juga

IG JUBI

banner 728x250