• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Tenaga kesehatan di pedalaman Papua rentan alami kekerasan

November 16, 2024
in Polhukam, Penkes
Reading Time: 6 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Aryo Wisanggeni
Kerentanan Tenaga Kesehatan di Tanah Papua

Dr Yordani Sumomba saat menjalani perawatan di RSUD Tajuddin Chalid Makassar, Sulawesi Selatan. - Dok. Pribadi

0
SHARES
54
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Tenaga Kesehatan yang bekerja di daerah pedalaman Papua masih rentan mengalami kekerasan. Butuh komitmen yang kuat dari pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan bagi tenaga kesehatan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Papua, Dr Jems Kifen Roger Maay SKep MSc mengatakan tenaga kesehatan yang bekerja daerah pedalaman, seperti di Papua Tengah dan Papua Pegunungan, lebih rentan mengalami kekerasan. Menurutnya, pada November 2024 saja ada dua kasus kekerasan terhadap tenaga kesehatan di sana.

“Tenaga kesehatan yang ditempatkan di daerah-daerah [seperti] Papua Pegunungan dan Papua Tengah itu rentan mengalami kekerasan,” kata Maay pada Kamis (14/11/2024).

Maay mengatakan pada Jumat (8/11/2024) seorang perawat yang bekerja di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, menjadi korban kekerasan seksual. “Suster itu didatangi tiga orang di rumahnya. Dia dianiaya dipukul, ditendang dari dada, dipukul sampai mata kirinya itu memar. Mata kirinya itu [sampai] tidak bisa terbuka. Ia dirujuk ke rumah sakit [di luar Puncak Jaya],” ujarnya.

Maay menyebut kekerasan yang dialami perawat di Puncak Jaya itu terjadi beberapa hari setelah penganiayaan yang dialami dr Yordani Sumomba, dokter di RSUD Lukas Enembe, Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan. Pada 5 November 2024, dr Yordani Sumomba menjadi korban penganiyaan yang diduga dilakukan  Asisten 3 Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah, Yuyur Yikwa. Penganiayaan itu membuat dr Yordani Sumomba mengalami patah tulang pipi kanan, luka robek di pipi kanan, dan luka memar di punggung kanan.

Maay mengatakan kekerasan terhadap tenaga kesehatan yang bekerja di daerah pedalaman Papua sudah berulang kali terjadi. Maay mengaku heran mengapa para tenaga kesehatan selalu mengalami kekerasan.

“[Kekerasan terhadap tenaga kesehatan] itu kan bukan kejadian yang baru terjadi, sudah berulang kali. Dokter baru saja dianiaya di Mamberamo Tengah, sekarang perawat lagi dianiaya. Masyarakat kita di daerah ini masih masih membutuhkan pelayanan kesehatan atau tidak? Tenaga kesehatan disiksa seperti begini,” tanya Maay.

BERITATERKAIT

Dokter dan perawat RSUD Yowari dianiaya keluarga pasien

Bia dan Kapak Batu: Suara Dokter Perempuan dari Tanah Asmat

Gerson Andrew Warnares, Orang Asli Papua pertama yang jadi dokter Onkologi Radiasi

Sephia Jangkup, penerima beasiswa PTFI jadi dokter perempuan pertama suku Amungme

Kondisi tenaga kesehatan

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Rentannya keselamatan tenaga kesehatan di Tanah Papua yang dinyatakan Dr Jems Kifen Roger Maay SKep MSc tergambar dalam kasus penganiayaan terhadap dr Yordani Sumomba di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Lukas Enembe, Mamberamo Raya, pada 5 November 2024. Terduga pelaku penganiyaan itu, Asisten 3 Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah, Yuyur Yikwa marah karena apotek RSUD Lukas Enembe menolak memberinya obat, karena terduga pelaku tidak memiliki resep dokter.

Terduga pelaku langsung memasuki ruangan tempat dr Yordani Sumomba bekerja, dan menganiaya Yordani dengan balok kayu. Terduga pelaku juga merusak bangunan dan fasilitas RSUD Lukas Enembe, dan mengejar para tenaga medis di sana.

Saat dihubungi melalui layanan pesan WhatsApp pada Jumat (15/11/2024), dr Yordani Sumomba mengatakan kondisinya telah membaik setelah menjalani operasi di Makassar. Dr Yordani mengatakan sedang menjalani perawatan jalan di RSUD Tajuddin Chalid Makassar, Sulawesi Selatan.

“Puji Tuhan sudah membaik. Saat ini saya masih di Makassar. Saat ini saya sudah diijinkan rawat jalan oleh dokter. Tapi masih akan kontrol dan operasi lagi minggu depan,” ujar dr Yordani melalui pesan layanan WhatsApp, pada Jumat (15/11/2024) malam.

Kerentanan juga dialami Naomy Kambu, tenaga kesehatan di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ia mengkhawatirkan keselamatannya pasca penembakan yang menewaskan pilot helikopter berkebangsaan Selandia Baru, Glen Malcolm Conning di Distrik Alama pada 5 Agustus 2024. Pada 6 Agustus 2024, aparat gabungan TNI-Polri mengevakuasi tenaga kesehatan, guru, dan anak-anak dari Distrik Alama.

Naomy Kambu mengatakan ia tidak akan kembali bekerja di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Kambu mengatakan di lokasi tempat dia bekerja tidak ada pos TNI maupun Polri. Ia berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memutasinya ke Timika, ibu kota Kabupaten Mimika. Kambu mengatakan saat ini tenaga kesehatan dari Alama bekerja di Timika.

“Saya tidak kembali [bekerja] lagi di Alama. Harapan saya dinas mengeluarkan surat resmi untuk pindah dari Alama menetap [bekerja] di puskesmas dalam kota. Teman-teman dari Alama sementara kerja di kota,” kata Kambu melalui layanan pesan WhatsApp, pada Jumat malam.

Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey menilai tenaga kesehatan yang bekerja di daerah pedalaman Papua memang tidak mendapatkan jaminan keamanan yang memadai. Ramandey mencontohkan para tenaga kesehatan di Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah yang bekerja sambil menjaga diri sendiri.

Ia membenarkan bahwa di Alama tidak ada pos TNI/Polisi di Distrik Alama, Kabupaten Mimika. “Tidak ada jaminan keamanan langsung. Siapa yang memberi jaminan mereka bekerja di situ? Kami sudah cek, tidak ada jaminan keamanan, karena di situ tidak ada pos TNI/Polisi,” katanya.

Ramandey para tenaga kesehatan di Tanah Papua bekerja dengan bermodalkan komunikasi dengan masyarakat setempat. “Tidak ada jaminan keselamatan bagi mereka. Yang ada adalah safety diri mereka [dengan] hanya punya modal bisa berkomunikasi dengan orang-orang lokal dan tokoh masyarakat. Itu jaminannya tidak bisa dipegang. Tidak heran terjadi kerentanan dan kekerasannya [yang] dialami oleh mereka,” ujarnya.

Infografis Kerentanan Tenaga Kesehatan di Tanah Papua

Butuh komitmen pemerintah

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPW PPNI) Papua, Dr Jems Kifen Roger Maay SKep MSc mengingatkan bahwa penyediaan tenaga kesehatan untuk menjalankan pelayanan kesehatan di daerah terpencil membutuhkan waktu yang lama. Akan tetapi, setelah tenaga kesehatan itu didapatkan dan ditempatkan di daerah terpencil, mereka diabaikan.

Maay mengatakan butuh komitmen para pemangku kepentingan dari pemerintah pusat hingga pemerintah kesehatan untuk melindungi tenaga kesehatan di Tanah Papua. Maay berharap Kementerian Kesehatan mengeluarkan surat edaran perlindungan terhadap tenaga kesehatan di Papua.

Tanpa jaminan perlindungan, Maay menyatakan tenaga kesehatan rentan mengalami kekerasan. “Papua Tengah dan Papua Pegunungan, [tenaga kesehatan] belum bisa menjangkau [semua daerah] karena situasi keamanan di daerah setempat. Itu daerah yang memang butuh komitmen [jaminan perlindungan] dari gubernur, bupati maupun kepala dinas. Kalau tidak dilakukan, saya yakin tidak terlalu lama pasti akan ada korban lagi,” ujarnya.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Papua, Regina Warwe mengatakan ada 4.600 bidan yang bekerja di empat provinsi di Tanah Papua tanpa jaminan keamanan. Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Papua membawahi 17 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Papua dan Papua Tengah.

“Kami backup pelayanan di 17 kabupaten/kota di Provinsi Papua dan Papua Tengah. Bidan melakukan pelayanan daerah terpencil atau pedalaman, keselamatan mereka juga terancam. Pelayanan Bidan di Papua tidak terjamin keamanan,” kata  Warme pada Kamis malam.

Warwe mencontohkan para bidan yang bertugas di daerah Waris, Kabupaten Keerom, yang harus ditarik ke ibu kota kabupaten karena keselamatan mereka tidak terjamin. Walaupun demikian, para bidan itu tetap berusaha melayani masyarakat di Waris.

“Bidan tetap melayani. Petugas kesehatan [pergi untuk melakukan] pelayanan di kampung ramai-ramai, pergi melayani langsung balik,” ujarnya.

Warwe mengaku para bidan terkadang mendapat gangguan saat bertugas di puskesmas pembantu di daerah Distrik Waris. Namun, Warwe tidak menjelaskan secara detail gangguan yang dialami bidan-bidan tersebut.

“Gangguan dari orang yang tidak dikenal itu, aparat kampung juga ada yang mengganggu mereka. Aparat kampung saja mengganggu, mereka [para aparat kampung] itu percuma. Kalau tidak ada jaminan keamanan, mereka lebih baik di tarik kembali ke puskesmas atau kota. Kalau diganggu juga, mereka mau berlindung di mana? Lebih baik tarik saja,” ujarnya.

Warwe juga berharap masyarakat mendukung kehadiran tenaga kesehatan. Warwe mengatakan dukungan dari masyarakat sangat penting agar petugas kesehatan, khususnya bidan, dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

“Masyarakat harus bisa menerima tenaga kesehatan yang bertugas di daerah [agar] petugas kesehatan lebih enjoy bekerja di situ. Harus ada [jaminan keamanan dari] aparat keamanan TNI/Polisi [serta] dari aparat kampung,” katanya.

Infografis Kerentanan Tenaga Kesehatan di Tanah Papua

Komitmen tenaga kesehatan

Direktur Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jayapura, Masrif SKM MKes berharap pemerintah daerah dapat menjamin keamanan bagi tenaga kesehatan di Tanah Papua. Ia mengatakan jaminan keamanan itu perlu diberikan bagi tenaga kesehatan yang bertugas di daerah perbatasan dan daerah rawan konflik.

“Ada tenaga kesehatan sudah dapat penugasan di sana tapi begitu dilihat [tidak ada jaminan keamanan] itu juga faktor pertimbangan. Dia dapat penggajian [bagus], tapi jaminan-jaminan seperti keamanan dia tidak dapatkan,” kata Masrif kepada Jubi, pada Selasa (12/11/2024).

Di tengah kerentanan itu, tetap ada tenaga kesehatan tetap berkomitmen melayani masyarakat di Tanah Papua. dr Yordani Sumomba mengatakan akan tetap kembali mengabdi di RSUD Lukas Enembe di Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan. Ia saat ini sedang mengurus pendaftaran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPSD) Obstetri Ginekologi.

“Saya tetap akan mengabdi ke Mamberamo Tengah, namun saat ini saya akan fokus ke pemulihan saya dulu. Tahun depan saya akan kembali ke sana, sambil mengurus pendaftaran PPDS karena saya akan melanjutkan sekolah spesialis. Sambil menunggu tes, saya akan kembali pelayanan di RSUD Lukas Enembe,” katanya.

Dr Yordani berharap Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah dapat mengerikan jaminan keamanan bagi tenaga kesehatan. Ia berpesan agar tenaga kesehatan, khusus dokter tetap melayani dan menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan di Tanah Papua.

“Saya berharap pemerintah memperhatikan keamanan terutama keamanan tenaga kesehatan yang sedang melakukan tugas di sana. Pesan saya bagi rekan-rekan sejawat yang saat ini bekerja di Papua, tetap melayani dan menjalankan tugas kita sebagai tenaga kesehatan, karena banyak yang butuh pelayanan dan tenaga kita di sana. Yakinlah bahwa Tuhan yang senantiasa melindungi dan menjaga kita dalam keadaan apa pun,” ujarnya. (*)

Continue Reading
Tags: BidandokterKerentanan Tenaga Kesehatan di Tanah PapuaPerawatTenaga Kesehatan di Tanah Papua
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Film Pesta Babi

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026
Dialog Lintas Iman

Dialog Lintas Iman: Evaluasi kebijakan yang memperparah krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 22, 2026
TPNPB

Dua anggotanya tewas, TPNPB klaim serangan balasan tewaskan satu militer

May 19, 2026

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026

Operasi militer di Puncak: 13 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

May 16, 2026

Mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

May 11, 2026

Discussion about this post

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara