• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

Komapo Pegubin nyatakan Sikap tolak program Transmigrasi ke tanah Papua

November 6, 2024
in Polhukam
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Silpester Kapsika - Editor: Syam Terrajana
Transmigrasi

Sejumlah mahasiswa Papua saat mengikuti diskusi publik yang digelar secara daring pada Selasa (5/11/2024).-Jubi/Silpester Kasipka

0
SHARES
25
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

 

Jayapura, Jubi – Komunitas Mahasiswa Dan Pelajar Aplim-Apom atau Komapo Kabupaten Pegunungan Bintang se-Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan menggelar diskusi publik,  menolak Transmigrasi di Tanah Papua.

Hal itu dikatakan Penasehat Komapo, Melkior Sitokdana,  melalui layanan Whatsapp pada Selasa (5/11/2024).

Sitokdana mengatakan,  alasan pihaknya menolak program transmigrasi ke Papua itu antara lain, slow motion genocide atau genosida secara perlahan-lahan,  dari sisi demokrasi OAP belum berkembang, angka kematian lebih banyak daripada kelahiran. Lalu, Menurutnya pertumbuhan penduduk asli Papua yang stagnan atau bahkan menurun, sementara angka kematian tinggi, mengindikasikan adanya upaya sistematis untuk mengurangi jumlah penduduk asli.

Kedua etnosida: Ketika orang lain masuk ke Papua,  terjadi etnosida sehingga bahasa daerah dan lainnya punah atau hilang. Lalu, masuknya pendatang dalam jumlah besar ke Papua mengancam keberadaan budaya dan bahasa asli Papua.

Sitokdana mengatakan akulturasi yang tidak seimbang menyebabkan hilangnya identitas dan kekayaan budaya masyarakat Papua. Selanjutnya itu Ekosida, dimana seluruh kekayaan di Papua dieksploitasi dengan adanya berbagai perusahaan, seperti PT.Freeport Indonesia, PT.Tunas Sawah Herna, PT.Merauke sawit Jaya dan berbagai perusahan yang beroperasi di Papua untuk dapat mengeksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

“Perusahaan besar seperti PT. Freeport Indonesia telah merusak lingkungan hidup di Papua dan mengancam keberlangsungan hidup masyarakat setempat,”ujarnya.

BERITATERKAIT

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

Sementara itu, Emil Muner Uropmabin Magister Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebagai pemateri satu dalam diskusi tersebut, mengatakan isu program transmigrasi itu sebenarnya terlebih dahulu dijembatani dari otonomi khusus atau Otsus jilid II,lalu berlanjut ke pembentukan Daerah Otonomi Baru atau DOM, kemudian Investasi dan program transmigrasi yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo subianto melalui kementrian transmigrasi.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Akar masalahnya itu Otsus Jilid II yang menjadi landasan utama bagi pembentukan DOB di Papua, tujuan Pemekaran dilakukan untuk memuluskan masuknya investasi besar-besaran ke Papua.”katanya.

Menurutnya, beberapa daerah yang dimekarkan menjadi Provinsi di Papua itu belum memenuhi syarat administratif dan infrastruktur yang memadai seperti Provinsi Papua Selatan yang hanya terdiri dari empat kabupaten, yaitu Kabupaten Asmat, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi serta Kabupaten Merauke. Padahal, syarat administratif untuk layak membentuk sebuah Provinsi adalah harus lebih dari lima Kabupaten.

“Perubahan regulasi, terutama UU Cipta Kerja yang memberikan kemudahan bagi investor untuk beroperasi di Papua. Lalu, Sektor pertambangan menjadi fokus utama investasi dengan pemberian izin yang lebih fleksibel”ujarnya.

Uropmabin mengatakan dominasi pemerintah pusat masih memiliki kendali yang kuat dalam pengambilan keputusan terkait izin investasi. Menurutnya, landasan Hukum undang-undang Otsus Jilid II dan peraturan daerah mengatur pelaksanaan transmigrasi di Papua, sebaliknya perlindungan atas orang asli Papua yaitu Undang-undang otonomi khusus menekankan pentingnya memberdayakan masyarakat asli Papua dan membatasi jumlah pendatang.

“Perda Provinsi Papua, Nomor 15 Tahun 2008 membatasi jumlah transmigran dan mewajibkan persetujuan MRP dan DPRP. Meskipun ada regulasi yang kuat, implementasi di lapangan seringkali tidak efektif dalam melindungi hak-hak OAP”katanya.

Emil Uropmabin mengatakan Implementasi Otonomi Khusus Jilid II di Papua telah memicu serangkaian perubahan signifikan, termasuk pembentukan Daerah Otonomi Baru dan pembukaan peluang investasi yang lebih luas. Ia mengatakan tujuan utama kebijakan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Namun, dalam praktiknya, kebijakan tersebut seringkali diiringi oleh tantangan kompleks. Pemekaran DOB yang tergesa-gesa.  Dominasi pemerintah pusat dalam pengambilan keputusan investasi, serta program transmigrasi yang belum sepenuhnya mengakomodasi hak-hak masyarakat asli Papua,  menjadi beberapa persoalan krusial.

“ Meskipun terdapat regulasi yang mengatur perlindungan masyarakat asli Papua, implementasi di lapangan masih jauh dari ideal. Akibatnya, potensi konflik sosial dan lingkungan semakin meningkat. Untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan di Papua, diperlukan upaya yang lebih komprehensif dalam merumuskan kebijakan, melibatkan masyarakat adat dalam proses pengambilan keputusan, serta memperkuat penegakan hukum”ujarnya.

Ketua Komunitas Mahasiswa dan Pelajar pegunungan Bintang, Elia A.Mimin mengatakan  program transmigrasi dapat memicu tatanan kehidupan orang Papua. Masyarakat Papua mengalami berbagai persoalan dan dilema secara ekonomi yang juga berdampak terhadap politik. Program Transmigrasi yang merupakan kebijakan Pemerintah Pusat,  dinilai tidak dipertimbangkan dengan baik.  Karena kelestarian budaya orang Papua yang secara langsung sedang menuju kepunahan.

“Kebijakan ini dapat melemahkan eksistensi budaya dan kelestarian lingkungan hidup serta sosial dikalangan masyarakat papua”katanya.

Mimin mengatakan Pemerintah hanya berfokus pada kepentingan negara. Tanpa sadar, program Transmigrasi akan menghilangkan manusia Papua secara pesat. Strategi yang digunakan sedang berjalan secara sistematis, Negara terlihat sedang merampas hak hidup, hak politik, ekonomi dan budaya orang asli Papua.

Pada kesempatan itu,  Komunitas Mahasiswa dan Pelajar Aplim-Apom membuat beberapa poin pernyataan sikap, yakni :

1. Pemekaran Wilayah Empat Provinsi di tanah Papua tidak menjamin peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua. Pemekaran tanpa perencanaan yang matang. Tanpa partisipasi aktif masyarakat adat Papua hanya akan memperlemah kontrol masyarakat asli terhadap tanah dan sumber daya orang asli Papua.

2. Investasi di tanah Papua, khususnya dalam sektor pertambangan, kehutanan, dan perkebunan, seringkali lebih menguntungkan pihak luar dan tidak menguntungkan masyarakat setempat. Dengan tujuan mensejahterakan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan, konflik lahan, dan marginalisasi masyarakat adat Papua.

3. Kami menolak dengan tegas kebijakan transmigrasi, Pemerintah Pusat segerah mencabut kembali dan mempertimbangi kebijakan terhadap trasmigrasi di tanah Papua. Transmigrasi yang dilakukan hanya akan mempercepat proses marginalisasi masyarakat Papua dan mengancam kelestarian budaya serta identitas masyarakat adat Papua. Kami berharap bahwa setiap kebijakan yang diambil terkait Papua harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dan nilai-nilai hak asasi manusia yang sudah tercantum dalam Undang Undang Dasar (UUD) 1945.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat, sebagai bentuk penolakan terhadap transmigrasi yang akan dilakukan ditanah masyarakat Papua.

Salatiga, 05 November 2024 Komunitas Mahasiswa & Pelajar Aplim-Apom (KOMAPO) Se-Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan dan Sumatera Periode 2023-2025. 

Elia A. Mimin

(SEKJEN KOMAPO)

 

ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Film Pesta Babi

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026
Dialog Lintas Iman

Dialog Lintas Iman: Evaluasi kebijakan yang memperparah krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 22, 2026

Dua anggotanya tewas, TPNPB klaim serangan balasan tewaskan satu militer

May 19, 2026

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026

Operasi militer di Puncak: 13 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

May 16, 2026

Mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

May 11, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

May 23, 2026
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

May 23, 2026
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026
Pesta Babi

Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

May 22, 2026
Anak yang ditembak

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

0
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

0
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

0
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

0
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

0
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

0
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

0

English Stories

The atmosphere during the joint screening and discussion of the documentary film 'Pig Feast': Colonialism in Our Times, at the Christ the Light of the World Catholic Church Hall, Waena, Heram District, Jayapura City, Papua, Friday (22/05/2026) - Jubi/Yuliana Lantipo
Pacnews

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

May 23, 2026
Deputy Chairperson I of LMA Nasawat, Marten Saflela, hands over the Indigenous community’s demands to Sarteis Yulian Sagrim, Head of the Watershed Management and Social Forestry Division at the Southwest Papua Environment, Forestry, and Land Agency, on Friday (22/5/2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Indigenous Nasawat Community Rejects Village Forest Scheme

May 23, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papua National Liberation Army (TPNPB) in Yahukimo Claims Eight Suspected Security Officers Killed in Operation

May 21, 2026
KNPB
Pacnews

Yahukimo Police Release Arrested KNPB (West Papuan National Committee) Activist

May 21, 2026
Child shot
Pacnews

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara