• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Polhukam

IDI Papua kecam penganiayaan dokter di Mamberamo Tengah

November 8, 2024
in Polhukam, Penkes
Reading Time: 5 mins read
0
Penulis: Theo Kelen - Editor: Aryo Wisanggeni
Penganiayaan Dokter di Mamberamo Tengah

Dokter Yordani Sumomba yang mengalami penganiayaan saat bertugas di RSUD Lukas Enembe, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, pada Selasa (5/11/2024). - Dok. Dinas Kesehatan Mamberamo Tengah

0
SHARES
40
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Wilayah Papua mengecam penganiayaan yang diduga dilakukan Asisten 3 Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah, Yuyur Yikwa terhadap dr Yordani Sumomba. Penganiayaan itu terjadi pada Selasa (5/11/2024), saat dr Yordani Sumomba sedang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Lukas Enembe, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan.

Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua, dr Donald Aronggear SpB (K) di Kota Jayapura, Papua, pada Kamis (7/11/2024). “Kami prihatin ada kasus pemukulan. Ada masalah apa pun, tidak boleh ada kekerasan fisik,” kata Aronggear kepada Jubi melalui panggilan telepon pada Kamis.

Menurut Aronggear, penganiayaan yang diduga dilakukan Yuyur Yikwa itu membuat dr Yordani Sumomba mengalami patah tulang pipi kanan, luka robek di pipi kanan, dan luka memar di punggung kanan.  Aronggear menyebut terduga Yuyur Yikwa memakai kayu balok untuk menganiaya Yordani.

“Pejabat kan harusnya kan lebih mengertilah situasi, tidak boleh melakukan kekerasan fisik terhadap tenaga kesehatan. Mereka [tenaga kesehatan di RS Lukas Enembe] sudah lapor ke IDI Cabang Jayawijaya, dan IDI Cabang Jayawijaya melaporkan ke saya. Saya sudah konfirmasi ke Dinas Kesehatan [yang] mengambil satu sikap yang cepat untuk segera memberikan perlindungan [bagi tenaga kesehatan di Mamberamo Tengah,” ujar Aronggear.

Ia mengatakan penganiayaan itu akan berdampak terhadap situasi kerja tenaga kesehatan, termasuk dokter, yang melakukan pelayanan kesehatan di Mamberamo Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan. Aronggear mengatakan pemukulan itu akan membuat dokter berpikir ulang untuk bekerja di daerah pedalaman Tanah Papua, khususnya di Mamberamo Tengah.

“Itu efek yang tidak baik untuk pelayanan [bagi] masyarakat. Bisa saja dia trauma lah untuk balik. Efeknya bukan ke korban sendiri. Orang-orang [tenaga kesehatan] yang mau datang juga [ada] kekhawatiran, takut bekerja, apa lagi di daerah yang sekarang ada kasus tersebut,” ujarnya.

Marah karena tak diberi obat

BERITATERKAIT

DPR Papua Barat temukan pelayanan kesehatan belum maksimal di RS provinsi

Gubernur Fakhiri tinjau pelayanan kesehatan di Puskesmas Trimuris

Pustu di Kemtuk tidak melakukan pelayanan karena kendala biaya operasional

Tujuh pelajar SMA di Mamberamo Tengah dilaporkan tertembak

Kepala Dinas Kesehatan Mamberamo Tengah, Dotius Doga AMK SKM mengatakan penganiayaan terhadap dr Yordani Sumomba itu terjadi pada Selasa sekitar pukul 13.30 WP.  Menurut Doga, sebelum penganiayaan itu terjadi, terduga pelaku mendatangi loket obat apotek RSUD Lukas Enembe, dan memaksa untuk diberi obat.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

“Bapak [ini] datang-datang [mau] minta [obat] pereda nyeri. Tapi [petugas] di bagian loket obat sampaikan, ‘ke ruang dokter dulu, baru nanti dokter kasih resep, baru nanti kami akan layani’. Bapak ini tidak terima, dia langsung masuk ke ruangan dokter, pukul dokter [pakai] balok,” kata Doga saat dihubungi melalui panggilan telepon pada Rabu malam.

Doga mengatakan pelaku juga merusak bangunan dan fasilitas RSUD Lukas Enembe, dan mengejar para tenaga medis di sana. “Kaca depan [bangunan] rumah sakit, poliklinik, dan IGD [dirusak hingga] jatuh. Kaca depan di bagian belakang dapur gizi juga jatuh. [Dia terduga pelaku] kejar petugas satu-satu, semua lari kiri-kanan ke belakang rumah sakit. Pelakunya ini sudah ditangani polisi di Kepolisian Resor Mamberamo Tengah,” katanya.

Doga mengatakan dokter Yordani Sumomba dirujuk ke Rumah Sakit Wamena, dan selanjutnya akan menjalani pengobatan lanjutan di Makassar. “Dokter sore [itu] juga kami rujuk ke Wamena. Pada hari [Rabu] langsung ke berangkat ke Makassar,” ujarnya.

Pelaku ditahan polisi

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat atau Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Adi Prabowo menyampaikan informasi bahwa terduga pelaku Yuyur Yikwa telah diamankan Kepolisian Resor Mamberamo Tengah. Benny membenarkan informasi bahwa penganiyaan itu terjadi setelah terduga pelaku marah karena petugas apotek menolak memberi obat tanpa ada resep dari dokter.

“Kejadian terjadi pada Selasa sekitar pukul 13.35 WP. Oknum pejabat tersebut masuk ke ruangan apotek rumah sakit sembari berteriak, ‘we, kam kasih sa obat paracetamol ka, kalian tidak tahu kah saya ini siapa? Saya ini Asisten 3’,” ujar Benny menirukan ucapan terduga pelaku.

Menurut Benny, terduga pelaku Yuyur Yikwa yang marah lantas memasuki ruang kerja dr Yordani Sumomba. Di sana, terduga pelaku mengambil kursi dan melemparnya ke arah korban. Namun lemparan itu tidak mengenai korban.

“Selanjutnya, ia mengambil kayu balok ukuran 5 x 5 centimeter, memukul wajah dan punggung korban. Kejadian itu sontak membuat pasien yang datang berobat melerainya,” kata Benny.

Kepala Kepolisian Resor Mamberamo Tengah, Kompol Rahman menyatakan pihaknya telah menahan terduga pelaku Yuyur Yikwa. Ia mengatakan polisi belum sempat mengambil keterangan dr Yordani Sumomba selaku korban dalam peristiwa itu, karena dr Yordani dirujuk ke Makassar. “Saat ini pelaku beserta barang bukti kini telah diamankan di Polres Mamberamo Tengah,” kata Rahman.

Infografis Jumlah Dokter di Tanah Papua, Penganiayaan dokter di Mamberamo Tengah

Pelayanan kesehatan terganggu

Kepala Dinas Kesehatan Mamberamo Tengah, Dotius Doga AMK SKM mengatakan penganiayaan yang dilakukan terduga pelaku Yuyur Yikwa telah  mengganggu aktivitas pelayanan di rumah sakit. Ia menyatakan pelayanan medis di poliklinik RSUD Lukas Enembe telah dialihkan untuk sementara waktu ke Puskesmas Kobakma.

“Poliklinik sementara tutup, pelayanan dialihkan ke Puskesmas Kobakma di dekat rumah sakit. Nanti setelah setelah permasalahan [itu] selesai, baru nanti [poliklinik] akan buka. [Pelayanan keadaan] darurat [di IGD] dan [pelayanan] ibu bersalin masih jalan, [namun] petugas stand by di rumah. Kalau ada [pasien] yang datang, [baru dia datang dan] layani,” ujarnya.

Doga sangat menyesalkan penganiayaan terhadap dokter Yordani  Sumomba itu. Doga mengatakan penganiayaan itu akan menyulitkan Dinas Kesehatan Mamberamo Tengah untuk mendatangkan tenaga kesehatan ke Mamberamo Tengah.

Doga mengatakan hanya ada enam dokter umum dan satu dokter spesialis di Mamberamo Tengah. Salah satu dokter umum itu adalah dr Yordani Sumomba yang menjadi korban penganiayaan tersebut.

“Kita mau cari dokter susah. Dokter itu bukan anak dari Papua atau dari Mamberamo Tengah, tapi kami bawa datang dari jauh. Dapat pukul itu menurut saya tidak bagus. Saya rasa menyesal. Kami mau cari dokter [susahnya] setengah mati, di Papua ini hanya beberapa yang  berani datang dan bertahan. Kalau ada yang bikin begitu, pasti besok-besok kalau kita butuh dokter lagi, kementerian tidak mau kirim. Berita ini sampai sudah Kementerian Kesehatan lewat Ikatan Dokter Indonesia,” katanya.

Jaminan perlindungan

Ketua IDI Cabang Jayawijaya, dr Lorina juga menyesalkan terjadinya peristiwa kekerasan fisik terhadap dokter Yordani Sumomba di RSUD Lukas Enembe. Lorina meminta pihak kepolisian melakukan investigasi dan menjalankan proses hukum terhadap terduga pelaku Yuyur Yikwa.

Lorina juga mendesak Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah melakukan upaya nyata untuk menjamin setiap tenaga kesehatan di sana dapat bekerja dengan aman dan nyaman. Lorina meminta ada jaminan tertulis dari Penjabat Bupati Kabupaten Mamberamo Tengah bersama para anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mamberamo Tengah dan para tokoh adat/tokoh masyarakat di sana.

“Perlu disusun regulasi perlindungan hukum bagi tenaga dokter dan tenaga kesehatan lainnya dalam melaksanakan tugas profesinya di Kabupaten Mamberamo Tengah,” kata Lorina dalam surat pernyataan sikap IDI Cabang Jayawijaya yang diterima Jubi pada Rabu malam.

Ketua IDI Wilayah Papua, dr Donald Aronggear SpB (K) juga menegaskan terduga pelaku penganiayaan itu harus diproses secara hukum untuk mempertanggungjawabkan tindakannya. Aronggear berharap tidak ada lagi penganiayaan terhadap dokter maupun tenaga kesehatan lain yang bekerja di Tanah Papua.

“Saya sudah [dapat] laporan bahwa yang bersangkutan [terduga pelaku] sudah diproses. [Dia harus] bertanggung jawablah dengan apa yang dia [perbuat]. Saya berharap ke depan tidak sampai begini. Sebagai pejabat harus memberikan contoh yang baik. [Penganiayaan] itu pembelajaran nggak baik, oknum pejabat yang memukul itu asisten [Sekretariat Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah],” katanya.

Aronggear juga meminta Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah memberi perlindungan bagi tenaga kesehatan di sana. Jaminan perlindungan itu penting agar tenaga kesehatan dapat bekerja dengan aman dan nyaman.

“Dokter [maupun tenaga kesehatan lainnya] yang bekerja di daerah pedalaman rentan terhadap kekerasan. Kasihan para tenaga kesehatan yang punya pengabdian tinggi. Kalau [pejabat daerah] menyakiti tenaga kesehatan, hubungannya dengan pelayanan [kesehatan bagi] masyarakat. Mereka [para tenaga kesehatan] sudah datang jauh-jauh. Siapa lagi yang melindungi [mereka] kalau bukan pemerintah daerah. Kita meminta Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah memberi respon, statement [oleh] Bupati lah, bahwa ada rasa aman kerja di sana. Itu penting,” ujarnya. (*)

Tags: dokterMamberamo TengahPelayanan KesehatanPenganiayaanRSUD Lukas EnembeTenaga Kesehatan
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Film Pesta Babi

Pelarangan nobar Pesta Babi: Pembungkaman suara kritis tentang Tanah Papua

May 23, 2026
Dialog Lintas Iman

Dialog Lintas Iman: Evaluasi kebijakan yang memperparah krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 22, 2026

Dua anggotanya tewas, TPNPB klaim serangan balasan tewaskan satu militer

May 19, 2026

Film dokumenter Pesta Babi: Papua bukan tanah kosong

May 16, 2026

Operasi militer di Puncak: 13 orang tewas, 11 terluka, 22.661 jiwa mengungsi

May 16, 2026

Mahasiswa nyatakan sikap terhadap peristiwa Dogiyai

May 11, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

May 23, 2026
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

May 23, 2026
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026
Pesta Babi

Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

May 22, 2026
Anak yang ditembak

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

0
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

0
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

0
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

0
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

0
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

0
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

0

English Stories

The atmosphere during the joint screening and discussion of the documentary film 'Pig Feast': Colonialism in Our Times, at the Christ the Light of the World Catholic Church Hall, Waena, Heram District, Jayapura City, Papua, Friday (22/05/2026) - Jubi/Yuliana Lantipo
Pacnews

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

May 23, 2026
Deputy Chairperson I of LMA Nasawat, Marten Saflela, hands over the Indigenous community’s demands to Sarteis Yulian Sagrim, Head of the Watershed Management and Social Forestry Division at the Southwest Papua Environment, Forestry, and Land Agency, on Friday (22/5/2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Indigenous Nasawat Community Rejects Village Forest Scheme

May 23, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papua National Liberation Army (TPNPB) in Yahukimo Claims Eight Suspected Security Officers Killed in Operation

May 21, 2026
KNPB
Pacnews

Yahukimo Police Release Arrested KNPB (West Papuan National Committee) Activist

May 21, 2026
Child shot
Pacnews

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara