Papua No.1 News Portal | Jubi

TPNPB minta pasukan TNI/Polri tidak serang warga sipil Yahukimo

Writer: GhostEditor: Writer
Papua
TPNPB

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat  atau TPNPB Markas  Komando Daerah Pertahanan (Makodap) 16  Wilayah Yahukimo menyatakan aparat TNI/Polri  tidak boleh menembak warga sipil Yahukimo yang tidak tahu apa-apa. TPNPB menantang TNI/Polri untuk berperang menghadapi pasukan TPNPB di Kabupaten Yahukimo, Papua.

Hal itu dinyatakan pimpinan Makodap 16 Yahukimo, Brigadir Jederal Elkius Kobak melalui video yang beredar dan diterima Jubi pada Selasa (8/2/2022). Dalam video berdurasi 12 menit itu, Kobak menyatakan akan pasukannya akan mempertahankan wilayah operasi mereka dari Jekni sampai Unaukam, dan dari Yali sampai Anggruk.

“Maka itu siapapun tidak bisa mengintervensi wilayah saya. Kami kerja sesuai dengan wilayah yang ada,” katanya.

Kobak menyatakan pasukannya bertanggung jawab atas semua serangan dan kekerasan terhadap pasukan TNI/Polri yang terjadi di sana sejak 16 Agustus 2021 hingga 6 Februari 2022. Oleh karena itu, Kobak meminta pasukan TNI/Polri tidak menyalahkan warga sipil di Yahukimo.

Baca juga: Konflik bersenjata di Yahukimo dipicu pembunuhan dan perdagangan senjata api

“Saya dan pasukan saya yang melakukan, maka itu pihak TNI/Polri jangan salahkan warga sipil yang tidak tahu apa-apa. Saya yang melakukan, silahkan TNI/Polri cari kami di markas kami. Kami siap menanti kalian,” katanya.

Komandan Operasi TPNPB Wilayah Makodap 16 Yahukimo, Kopi Tua Hiluka mengatakan pihaknya siap menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diembannya. Ia menyatakan pasukannya akan solid menjalankan perintah Brigadir Jederal Elkius Kobak.

“Sesuai dengan perintah dari Brigadir Jenderal Elkius Kobak, itu kami jalankan. Di mana kami ketemu TNI/Polri, kami akan terus baku tembak. Kami akan terus melakukan aksi gerilya sampai Papua merdeka,” kata Hiluka.

Anggota Komandan Operasi, Benal Ketmen menyatakan dirinya tidak akan mundur dari perjuangan bergerila demi memerdekakan Tanah Papua. “Saya siap melakukan operasi. Saya tidak akan mundur. Saya siap lawan sampai titik akhir, melakukan perintah pimpinan, sesuai dengan wilayah kerja kami,” katanya. (*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250