Sekolah di Kota Jayapura berharap jumlah peserta ANBK dari Papua ditambah

Pemetaan Mutu Sekolah di Papua
Kepala SMP Negeri 1 Jayapura, Purnama Sinaga saat mengikuti pendalaman Kurikulum Merdeka. - Jubi/Ramah

Jayapura, Jubi – Kepala SMP Negeri 1 Jayapura, Purnama Sinaga berharap Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menambah alokasi siswa kelas VIII di Papua yang bisa mengikuti Asesmen Nasional Berbasis Komputer atau ANBK. Jika semua siswa kelas VIII di Papua dapat mengikuti ANBK, pemerintah dapat memetakan mutu pendidikan setiap sekolah di Papua.

Hal itu disampaikan Sinaga di Kota Jayapura, Sabtu (24/9/2022). “Kalau bisa Kementerian Pendidikan jangan hanya mengambil 45 siswa saja, tapi melibatkan semua peserta didik kelas VIII,” ujar Sinaga.

Menurut Sinaga, ANBK bertujuan mengevaluasi mutu pendidikan di Indonesia. Hasil ANBK dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan atau sekolah.

banner 400x130

“Semua siswa berhak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ANBK terutama kelas VIII. Sehingga kualitas siswa dapat diketahui, agar [mereka bisa] meningkatkan kualitas belajarnya,” ujarnya.

Menurutnya, soal-soal dalam ANBK membiasakan pembelajaran yang kontekstual, sesuai kehidupan nyata. Soal ANBK juga membiasakan siswa menganalisis berbagai masalah yang ada.

“Itu yang dikerjakan dalam ANBK. Jadi, penerapan dari ilmu pengetahuan, sehingga siswa bersungguh-sungguh mengikuti setiap mata pelajaran yang disampaikan gurunya,” ujarnya.

Selain bisa mengetahui mutu pendidikan, ANBK juga bisa memetakan input, proses dan output pembelajaran di setiap satuan pendidikan atau sekolah. “Hasil ANBK baru bisa diketahui tahun depan lewat rapot pendidikan atau profil sekolah. Lewat ANBK ini, kualitas siswa dapat diketahui. Pada era digital sekarang ini, rata-rata siswa hanya lebih mengenal gawai atau handphone dibandingkan buku pelajaran,” ujarnya.

Sinaga menambahkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 1 Jayapura berjalan lancar, meski kurikulum itu belum diterapkan 100 persen. “Sepeti modul pembelajaran dan instrumen kurikulum, sudah 50 persen. Lewat Kurikulum Merdeka itu, peserta didik bisa menjadi pelajar sepanjang hayat melalui penguatan projek Pancasila, baik di sekolah maupun di rumah,” jelasnya. (*)

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130    banner 400x130
banner 728x250