Perdana Menteri PNG dari Somare sampai Marape

PNG
James Marape, Perdana Menteri Papua Nugini kesembilan akan memimpin PNG dari 2022-2027. - Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Negara Papua Nugini sejak merdeka 16 September 1975 telah beberapa kali memiliki perdana menteri. Tentunya sebagai bekas jajahan Inggris dan masuk dalam negara persemakmuran, sudah pasti mirip kerajaan Inggris ada Gubernur Jenderal PNG sebagai wakil Ratu Inggris. Sir Michael Somare sudah menjadi Perdana Menteri sebanyak tiga kali, 1975-1980, 1982-1985 dan 2011-2012. Selanjutnya Sir Julius Chan dari 1980-1982 dan 1994-1997 sedangkan Paias Wingty dari 1985-1988 dan 1992-1997.

Pemilihan Umum atau General Election 2022 di Papua Nugini telah memilih 118 anggota parlemen baru serta Perdana Menteri petahana James Marape. Perdana Menteri kelahiran 24 April 1971 ini menjadi ketua umum Pangu Pati dengan torehan kursi di parlemen sebanyak 36 kursi.

Dia mendapat tambahan 44 kursi dari partai politik dan individu sehingga total 80 kursi di parlemen PNG bersama Pangu Pati. Dukungan ini membawa James Marape ditetapkan sebagai Perdana Menteri dalam sidang yang dipimpin Ketua Parlemen atau Speaker Parlemen Job Pomat dari anggota parlemen dari Provinsi Manus.

Perdana Menteri 1975-1980 dan beberapa kali pernah kembali menjadi PM sebagai PM pertama Michael Somare juga disebut Papa Blong Kantri (father of nation) atau Bapa Bangsa PNG. Ia adalah seorang guru yang berasal dari Wewak lahir pada 9 April 1936 dan meninggal pada 26 Februari 2021 lalu.

Perdana Menteri pertama PNG ini pernah pula menjadi gubernur di tempat asalnya di Provinsi Sepik Timur. Pangu Pati peraih kursi terbanyak dalam Pemilihan Umum 2022 dan merupakan partai pertama yang didirikan oleh Michael Somare. Partai ini sekarang dipimpin Perdana Menteri James Marape.

Selanjutnya Julius Chan menggantikan Michael Somare, Sir Julius Chan lahir di Kavieng, Provinsi Irlandia Baru pada 29 Agustus 1939 dan menjadi Perdana Menteri PNG pada 1980-1982 dan 1994 sampai 1997. Pada 2007 ia kembali ikut pemilihan umum dari partai Peoples Progres Partai (PPP) pimpinannya sampai sekarang masih menjadi anggota parlemen. Pemilihan 2022, Sir Julius Chan dalam usia 83 tahun kembali terpiliih dan akan menjadi anggota parlemen PNG sampai 2027.

Ia juga sampai sekarang masih menjabat sebagai Gubernur Provinsi Irlandia Baru. Selama masih menjadi Perdana Menteri, Sir Julius Chan yang menyewa tentara bayaran untuk melawan pemberontakan di Bougainville. Perselingkuhan Sandline ini termasuk salah satu momen menentukan dalam skandal politik yang kemudian ditulis dalam buku berjudul Playing The Game.

Sir Michael Somare, Perdana Menteri pertama PNG, 1936-2021. -Jubi/Ist

Mantan perdana menteri Papua Nugini Sir Julius Chan mengatakan bahwa jika dia diizinkan untuk melanjutkan operasi Sandline yang terkenal untuk memadamkan perang saudara Bougainville pada 1997, dia akan dapat mengendalikan pulau itu.

Dalam otobiografinya, Sir Julius telah mengungkapkan rincian tentang kata-kata kasarnya dengan perdana menteri saat itu John Howard atas perekrutan tentara bayaran Sandline, dan bagaimana dia menyalahkan media Australia karena mengobarkan opini di PNG

“Saya menghadiri makan siang pribadi dengan perdana menteri John Howard di Kirribilli House di Sydney tak lama setelah pertunangan Sandline terungkap,” tulis Sir Julius dalam buku, Playing the Game: Life and Politics in PNG.

Perselingkuhan Sandline adalah skandal politik yang menjadi salah satu momen yang menentukan dalam sejarah Papua Nugini, dan khususnya konflik di Bougainville. Itu menjatuhkan pemerintahan Sir Julius Chan, dan membawa Papua Nugini ke ambang pemberontakan militer.

Selanjunya Paias Wingti lahir 2 Februari 1951 dan ia seorang politikus Papua Nugini, serta pernah menjabat Perdana Menteri ketiga Papua Nugini antara 1985 dan 1988, dan sekali lagi dari 1992 hingga 1994.

Wingti berasal dari Suku Jika di provinsi Dataran Tinggi Barat, dan lahir di desa Moika, dekat Gunung Hagen. Dia tidak bersekolah sampai usia 10 tahun, tetapi kemudian dididik di Mount Hagen High School.

Ia mendaftar di Universitas Papua Nugini di Port Moresby pada 1974,

Ia mengikuti pemilihan 1977, dan memenangkan kursi Hagen Open, bergabung dengan Partai Pangu Michael Somare. Kini Paias Wingty memimpin partai People’s Democratic Movement.

Ia gagal menuju Parlemen 2022, hanya meraih 113 966 suara dari wilayah Western Highland Province. Ia kalah dari mr Wai Rapa calon dari United Resources Party dengan torehan 125 142 suara sehingga masuk ke parlemen nasional PNG.

Perdana Menteri keempat, PNG adalah Sir Rabbie Langanai Namaliu yang dilahirkan 3 April 1941. Sebagai seorang politikus Papua Nugini menjabat sebagai Perdana Menteri Papua Nugini. dari 4 Juli 1988 hingga 17 Juli 1992. Dia juga seorang pemimpin Partai Pangu kala itu.

Seorang etnis Tolai, Sir Rabbie berasal dari East New Britain Province. Ia menempuh pendidikan di Papua Nugini dan di Kanada, di Universitas Victoria di Victoria, British Columbia. Sebelum karir politiknya, ia adalah seorang akademisi di bidang ilmu politik di Universitas Papua Nugini di Port Moresby.
John Giheno mantan Menteri Luar Negeri era PM Julius Chan akhirnya menjadi Perdana Menteri ke lima dari 27 Maret sampai dengan 2 June 1997. Ia hanya memerintah selama 67 hari dan kemudian diganti Sir Julius Chan dari 2 June 1997 sampai dengan 22 Juli 1997 selama 50 hari. Chan dan Giheno sama sama dari Peple’s Progress Party.

Bill Skate adalah Perdana Menteri keenam mulai memerintah dari 22 Juli 1997 sampai dengan 14 Juli 1999. Sir William Jack Skate lahir pada 26 September 1953 dan meninggal pada 3 januari 2006 seorang politikus terkemuka. Ayahnya orang Australia dan ibunya berasal dari Papua Nugini. Ia pernah menjadi Ketua Parlemen Nasional dan Gubernur Jenderal Papua Nugini. Saat menjadi Perdana Menteri Papua Nugini memipin Peoples National Conggres (PNC). Partai ini (PNC) sekarang dipimpin oleh mantan PM PNG Peter O’Neill yang juga peranakan Australia.

Sir Mekere Morauta merupakan Perdana Menteri ke tujuh menjadi Perdana Menteri sejak 14 Juli 1999 sampai 5 Agustus 2002. Pemimpin People’s Democratic Movement ini lahir pada 12 Juni 1946 dan meninggal pada 19 Desember 2020. Ia mewarisi ekonomi yang tertekan dan legislating yang rapuh. Namun demikian Morauta telah memulai reformasi mendasar ekonomi dan sistem politik negara itu.

Samuel Tei Abal politikus dari National Aliance Party selanjung menjabat sementara Perdana Menteri, menggantikan Sir Mekere Morauta sejak 13 Desember 2010 sampai dengan Agustus 2011. Politikus kelahiran 26 Juni 1958 ini pernah menjaba sebagai Menteri Luar Negeri dari Agustus 2007- Desember 2010. Pernah pula menjadi Wakil Perdana Menteri dalam perombakan kabinet oleh Michael Somare pada 7 Desember 2010. Dia selanjutnya menjabat Perdana Menteri yang berakhir pada 2 Agustus 2011 dan digantikan oleh Peter O’Neill yang memenangkan pemilihan suara di Parlemen pada 2011.

Peter O’Neill Ketua People National Conggres (PNC) pemenang kursi terbanyak dalam Pemilihan Umum (PNG Election 2017) dengan torehan 28 kursi baru menjadi Perdana Menteri kedelapan pada 2011 sampai dengan 29 Mei 2019. Politikus kelahiran 1965 itu menjadi Pedana Menteri selama tujuh tahun 300 hari hingga akhirnya digantikan James Marape.

Politikus dari Partai Pangu James Marape menjadi Perdana Menteri kesembilan di Papua Nugini. Sebelumnya ia memimpin selama tiga tahun 74 hari menggantikan Peter O’Neill dari PNC. Perdana Menteri James Marape memenangkan 36 kursi parlemen dan didukung sepenunhya oleh mantan Perdana Menteri Sir Julius Chan. Sebaliknya Peter O’Neill memilih oposisi dalam parlemen PNG. (*)

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 400x130    banner 400x130
banner 400x130    banner 400x130
banner 728x250