Papua No.1 News Portal | Jubi

Lucy Maino pesepak bola dan putri Papua Nugini

Writer: Dominggus A MampioperEditor: Dewi Wulandari
Lucy Maino
Lucy Maino mendapat gelar pemain terbaik saat melawan Tahiti. - Jubi/[email protected]_lucymaino

Jayapura, Jubi – Tim sepak bola putri Papua Nugini baru saja menjuarai Piala FIFA Zone Oceania. Kini mereka bersiap untuk mengikuti kejuaraan dunia sepak bola wanita di Selandia Baru dan Australia. Prestasi ini bukan berarti perempuan Papua Nugini hanya menggeluti sepak bola saja. Tetapi pemain bek kanan timnas putri PNG, Lucy Maino, juga seorang putri kecantikan Papua Nugini.

Lucy Maino dinobatkan sebagai Miss Earth Papua Nugini pada 2019. Dia memegang gelar ini sepanjang tahun 2020 karena pandemi mencegah kontes berlangsung. Sedangkan karier sepak bolanya dimulai di tingkat perguruan tinggi. Dia bermain untuk College of Canyons Cougars dari 2014-2015, sebelum pindah ke University of Hawaii, Hilo pada 2017, bermain untuk Vulcans.

Mengutip https://www.theguardian.com bahwa perempuan kelahiran Port Moresby, 2 Agustus 1995, ini menerima beasiswa sepak bola yang memungkinkannya menyelesaikan gelar sarjana administasi bisnis di Universitas of Hawaii. Bersama skuad putri Papua Nugini, ia terpilih sebagai wakil kapten tim. Maino berhasil membawa kesebelasan nasional PNG meraih medali emas di Pacific Games 2019 di Apia, Samoa.

Prestasi terkini pada 2022, Maino bersama tim putri Papua Nugini berhasil menjadi juara Oceania Football Cup (OFC) Nation’s Cup 2022. Pada pertandingan babak penyisihan melawan kesebesalan putri Tahiti, dia mendapat penghargaan sebagai pemain terbaik.

“Terima kasih Yang Maha Besar! Yang ini untuk semua orang atas cinta dan dukungan yang ditunjukkan kepada tim PNG di sini, di OFC Nation’s Cup. Nogat les meri,” tulis Maino dalam akun pribadi instagrammnya @lucy_maino.

Ia bersama tim sepak bola putri Papua Nugini telah bertekad untuk lolos dalam babak penyisihan sepak bola dunia wanita (FIFA) di Australia dan Selandia Baru pada 2023 mendatang.

“Itu akan berarti dunia bagi kami jika kami lolos ke Piala Dunia,” kata kapten tim Yvonne Gabong.

“Seluruh alasan kami bermain adalah untuk lolos.],” tambah kapten putri PNG itu kepada ABC.com

Dari sana, pemenang Piala OFC akan maju ke play-off antar-konfederasi melawan sembilan negara lain yang bersaing untuk memperebutkan tiga tempat tersisa di Piala Dunia 2023, yang akan dimainkan di Australia dan Selandia Baru.

Putri kecantikan dicabut

Sukses sebagai pesepak bola, justru terbalik dengan prestasinya di dunia kecantikan, Miss Papua Nugini ini. Ia nyaris kehilangan gelar selama beberapa detik karena mengenakan pakaian sepak bola ketat dan menari-nari beberapa detik dalam video tiktoknya.

Lucy Maino
Lucy Maino telah dilucuti dari gelarnya karena keluhan bahwa beberapa detik twerking dalam seragam sepak bolanya membuatnya menjadi panutan yang tidak layak. – Jubi/© Facebook-Miss PNG Lucy Maino 2019

Mengutip Miss Papua New Guinea loses title in TikTok twerking scandal as critics claim double standard | TAG24 menyebutkan Miss Papua Nugini yang secara efektif dilucuti dari gelarnya selama beberapa detik karena mengenakan pakaian pelatihan sepak bolanya. Hal ini membawa kesadaran tentang seberapa ketat program kontes mengontrol peserta mereka.

Namun keputusan komite Miss Pacific Islands Pageant PNG (MPIP PNG) untuk “membebaskan” Miss PNG dari tampilan beberapa detik dalam tiktok. Ini telah mendapat sambutan dukungan maupun reaksi keras dari kelompok advokasi perempuan.

Pasalnya, seorang bek kanan sepak bola timnas putri Papua Nugini, Lucy Maino, bangga dengan prestasinya di dalam dan di luar lapangan. Namun harus kehilangan gelarnya atas keluhan dari kaum konservatif lokal. Mereka bilang beberapa detik menari berarti tidak lagi cocok untuk menjadi panutan bagi perempuan muda di Papua Nugini. Ini adalah langkah yang terlalu jauh di mata para pendukung perempuan internasionalAllan Bird, Gubernur Provinsi Sepik Timur, dan salah satu Ketua Koalisi Anggota Parlemen Melawan Kekerasan Berbasis Gender, melangkah lebih jauh dengan mengatakan, “Masyarakat seperti apa yang mengutuk penyiksaan dan pembunuhan perempuan, namun marah ketika seorang perempuan muda melakukan video dansa?”.

Perselisihan tersebut mencerminkan perbedaan pendapat dalam masyarakat yang menganiaya dan bahkan membunuh wanita karena tidak mematuhi peran domestikitas dan “kemurnian” yang ketat. Sementara pada saat yang sama mengharapkan mereka untuk mematuhi standar kecantikan yang ditetapkan. (*)

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250