Kemerdekaan Tuvalu 1 Oktober 1978

Tuvalu
Perdana Menteri Tuvalu Kausea Natano. - Jubi/Ist

Jayapura, Jubi- Penduduk asli pulau Tuvalu adalah orang Polinesia. Sejarawan percaya bahwa orang Polinesia bermigrasi melintasi Samudra Pasifik sekitar 3.000 tahun yang lalu. Kemungkinan menemukan dan menetap di delapan pulau Tuvalu selama periode migrasi ini.

Mengutip nationaltoday.com, menyebutkan bahwa Hari Kemerdekaan Tuvalu diperingati setiap tahun pada tanggal 1 Oktober, 1978 dari Inggris. Negara kepulauan ini terletak di sepanjang Samudra Pasifik dan merupakan bagian dari wilayah lautan Polinesia. Tuvalu berada di tengah-tengah antara Hawaii dan Australia.

Ibu kota Tuvalu sendiri berada di Vauaiku di Pulau Fongafale adalah Funafuti Atoll, sedangkan Perdana Menterinya adalah Kausea Natano. Menurut sensus penduduk sesuai tahun 2022 sebanyak 10.400 jiwa. Sistem pemerintahan British Monarch dengan pimpinan King Charles III dengan perwakikan Gubernur Jenderal, Sir Lakoba Taeia Italeli dan satu pintu perwakilan parlemen.

Wilayah ini pertama kali dihuni oleh orang-orang Polinesia yang menemukannya selama perjalanan mereka melintasi wilayah tersebut. Kemudian, Kerajaan Inggris Raya mengambil alih pulau-pulau tersebut. Seiring waktu, Tuvalu menjadi koloni Inggris, dan pada 1978 akhirnya menjadi negara berdaulat yang merdeka di bawah Persemakmuran.

Negara kepulauan Tuvalu terdiri dari sembilan pulau yang berbeda. Tiga pulau tersebut adalah pulau karang yang disebut Nanumanga, Niulakita, dan Niutao. Enam pulau sisanya adalah atol karang yang disebut Funafuti, Nui, Nukufetau, Nanumea, Vaitupu, dan Nukulaelae.

lvaro de Mendaña, seorang navigator Spanyol, termasuk orang Eropa pertama yang melakukan kontak dengan Tuvalu. Namun, dia tidak bisa menginjakkan kaki di pulau-pulau itu. Pelaut dan navigator lain dari Eropa juga datang untuk mengarungi pulau itu, termasuk pemburu paus yang ditukar dengan kelapa dari pulau Tuvalu.

Kerajaan Inggris melintasi pulau-pulau itu melalui Kapten Gibson dari kapal HMS Curacoa dari Angkatan Laut Kerajaan, yang kemudian menyatakan pulau-pulau itu sebagai Protektorat Inggris.
Ketika administrasi Wilayah Pasifik Barat Inggris berakhir, pulau-pulau itu menjadi bagian dari Koloni Inggris.

Setelah Perang Dunia Kedua dan pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebuah komite khusus mendukung negara-negara dalam proses dekolonisasi. Akibatnya, Tuvalu memulai pemerintahan menteri yang dipilih melalui pemilihan umum. Dan selanjutnya, Tuvalu menjadi negara merdeka di bawah Persemakmuran. (*)

Comments Box

Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Writer: Dominggus A MampioperEditor: Kristianto Galuwo
banner 400x130    banner 400x130
banner 400x130    banner 400x130
banner 728x250