COSIS ucapkan selamat kepada Vanuatu untuk presentasi resolusi COP 27

COSIS
Peserta COP 27 dari negara negara dan NGO Pasifik- Jubi/ist

 

Jayapura, Jubi- Commission of Small Island States (COSIS) mengucapkan selamat kepada Republik Vanuatu atas presentasinya di COP 27. Pasalnya ada dukungan positif untuk Advisory Opinion from the International Court of Justice (ICJ) di United Nation General Asembly (UNGA), pada 14 Desember 2022 mendatang.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh negara-negara kepulauan terkecil (COSIS) dalam akun tweetnya @cosis_ccil yang dikutip jubi Minggu (20/11/2022) siang.

“Setahun setelah Perdana Menteri Antigua dan Barbuda, Tuvalu dan Presiden Palau menandatangani kesepakatan di COP 26 di Glasgow. Mereka mengadakan pertemuan hari ini di COP 27 di Sharma El Sheikh untuk mengungkapkan solidaritas dan mendukung rencana aksi COSIS,”demikian pernyataan solidaritas pemimpin COSIS di Mesir dalam COP 27 yang baru saja selesai pada Jumat (18/11/2022) lalu.

Mengutip cop-pavilion.gov.sg,  menyebutkan  litigasi iklim telah tumbuh secara eksponensial selama beberapa tahun terakhir dan telah mencapai beberapa keberhasilan, dalam meminta pertanggungjawaban pemerintah dan perusahaan atas kewajiban iklim mereka. Sementara kasus sebagian besar dengan pengadilan lokal dan nasional, ada upaya saat ini untuk mengajukan litigasi internasional tentang perubahan iklim.

Vanuatu memimpin kampanye Majelis Umum PBB untuk meminta pendapat penasihat tentang kewajiban negara untuk melindungi hak generasi sekarang dan mendatang dari dampak buruk perubahan iklim.

Republik Vanuatu belum lama ini secara resmi mengumumkan di Sidang Umum PBB, kelompok inti negara-negara yang mendukung tawarannya untuk Pendapat Penasihat dari Mahkamah Internasional (ICJ) tentang kewajiban Negara-negara di bawah hukum internasional untuk melindungi hak-hak yang ada saat ini dan generasi mendatang terhadap dampak buruk perubahan iklim.

Ada pun negara negara itu adalah Antigua & Barbuda, Kosta Rika, Sierra Leone, Jerman, Mozambik, Liechtenstein, Samoa, Mikronesia, Bangladesh, Maroko, Singapura, Uganda, Selandia Baru, Vietnam, Portugal telah bekerja sama dengan Vanuatu untuk mengembangkan teks bangunan Resolusi PBB. Telah mendapat dukungan resmi dari Pemimpin Karibia (CARICOM), Pasifik (PIF) dan Organisasi Negara Afrika, Karibia dan Pasifik (OACPS).

Surangel S. Whipps, Jr, Presiden Palau- Jubi/ist

Pengumuman ini juga merupakan tonggak penting bagi kerja sama iklim internasional,  karena kampanye tersebut sekarang menegaskan dukungan resmi dari para juara iklim utama dari negara-negara maju di Global Utara.

“Sudah terlalu lama kita menunggu para pemimpin global untuk mengambil tindakan tegas terhadap perubahan iklim. Untuk menerapkan kata-kata dan perjanjian dalam tindakan. Untuk sepenuhnya mengimplementasikan Perjanjian Paris. Untuk melindungi anak dan cucu kita. Kami tidak bisa lagi menunggu,” kata Utusan Khusus Vanuatu untuk Perubahan Iklim Bakoa Kaltongga.

Oleh karena itu Surangel S. Whipps, Jr, Presiden Palau memberi tahu para pemimpin dunia bahwa ini sangat mengingatkan pada dunia saat ini.

”Kami, pulau-pulau yang paling hancur, menuntut agar komitmen Anda sebesar 100 miliar per tahun ditingkatkan untuk memenuhi empat triliun dolar yang dibutuhkan menurut laporan Bank Dunia dengan bagian besar dari pembiayaan iklim untuk mendukung kebutuhan adaptasi yang mahal.”katanya sebagaimana dilansir  laman sprep.org.

Pendapat yang sama juga diulangi oleh Vanuatu sebagai juru bicara negara negara pulau kecil di COP 27 soal komitmen negara negara kaya untuk biaya perubahan iklim. Pasalnya mereka yang memproduksi emisi tertinggi dan pulau pulau kecil terkena dampaknya, naiknya permukaan air laut dan pulau mereka terancam  tenggelam. (*)

 

Comments Box
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250