• Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
Jubi Papua
Teras ID
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks
Donasi
No Result
View All Result
Jubi Papua
No Result
View All Result
Home Olahraga

Perjalanan panjang para pemain Brasil di Klub-klub Papua

"Saya menjadi pemain Brasil pertama yang juara bersama Persipura dan banyak membantu dalam gelar pertama klub. Itu membuat saya selalu ingat dengan Papua dan saya sangat senang dan bahagia," kata David Da Rocha.

June 3, 2024
in Olahraga
Reading Time: 4 mins read
0
Penulis: Sudjarwo Husain - Editor: Jean Bisay
Brasil

Trio Brasil yang memperkuat Persipura Jayapura di Liga 1 2018. Dari kiri: Addison Alves, Marcio Rosario Nascimento dan Hilton Moreira. - Official Persipura

0
SHARES
2.1k
VIEWS
FacebookTwitterWhatsAppTelegramThreads

Jayapura, Jubi – Sama seperti yang terjadi di benua Biru atau Eropa, para pesepak bola asal Brasil menjadi bintang dalam perantauan mereka hingga ke penjuru dunia, termasuk di Tanah Papua. Tercatat, ada beberapa nama pemain asing asal Brasil yang punya jejak rekam istimewa saat memperkuat klub-klub sepak bola Papua, dari Persipura Jayapura hingga PSBS Biak Numfor.

Petualangan para “penari” samba lapangan hijau di Bumi Papua sudah dimulai pada 2003 silam saat kompetisi sepak bola Indonesia masih bernama Liga Indonesia (Ligina) IX. Di masa itu, empat warga negara Brasil didatangkan sekaligus oleh manajemen Persipura Jayapura.

Momen tersebut menjadi musim kedua Persipura diperkuat oleh pemain asing, setelah pada Ligina VIII untuk pertama kali menggunakan jasa pemain asing, Bako Sadissou dan Ebanda Timothy, yang keduanya berasal dari Benua Afrika.

Dituturkan legenda hidup dan eks kapten Persipura, Eduard Ivakdalam, gerbong pertama legiun asing Brasil itu berisikan David da Rocha, Uilian Souza, Jose Luiz Vieira Feitosa dan Leonardo. Dari empat nama itu, hanya David da Rocha yang punya karier mulus di Persipura.

Waktu berjalan, tiga nama terakhir hanya bertahan singkat di skuad Mutiara Hitam. Sedangkan David da Rocha melanjutkan kariernya selama enam tahun, termasuk berandil mempersembahkan trofi juara Liga Indonesia pertama kali untuk Persipura pada 2005 dan juara Liga Super Indonesia musim 2008/2009.

“Waktu itu David da Rocha datang dengan Leonardo, Luiz Feitosa sama Uilian Souza, ada empat pemain dari Brasil waktu itu.
David yang lama bekarier di Persipura, Leonardo hanya sebentar saja, begitu juga dengan Uilian dan Luiz Feitosa. Waktu kita juara 2005 itu hanya tinggal David saja,” kata Eduard Ivakdalam kepada Jubi, Senin (3/5/2024).

Pada suatu momen saat diwawancarai awak media Jubi, David da Rocha merasa berkesan pernah berkarier di Persipura. David selalu mengenang momen indah saat masih berkostum merah hitam.

BERITATERKAIT

Masyarakat Adat bukan angka politis dan alat diplomasi

Pemain Brasil di Persipura: Antara ‘jimat keberuntungan’ dan memori kelam

Karier pahit para pemain Eropa di klub Papua

Deretan pemain Asia di klub-klub Papua

“Saya menjadi pemain Brasil pertama yang juara bersama Persipura dan banyak membantu dalam gelar pertama klub. Itu membuat saya selalu ingat dengan Papua dan saya sangat senang dan bahagia,” David da Rocha.

PSA Jubi PSA Jubi PSA Jubi

Selain pemain asing, klub-klub Papua juga pernah menggunakan jasa pelatih asing asal Brasil. Di Persipura ada nama Antonio Gonzaga Neto, Jacksen Tiago, Osvaldo Lessa, Wanderley Junior, Amilton Silva, dan Luciano Leandro. Sedangkan di Persiram Raja Ampat dan Persiwa Wamena ada nama Gomes de Olivera. Gomes dan Wanderley Junior juga pernah melatih Perseru Serui.

Dari Da Rocha hingga Alexsandro

Ada empat klub dari Pulau Papua yang pernah menggunakan jasa pemain asing asal Brasil, yakni Persipura, Perseru Serui, Persiram Raja Ampat dan PSBS Biak. Persipura menjadi yang terbanyak mendatangkan pemain Brasil, 16 pemain sejak 2003 hingga 2022.

Brasil
Deretan para pesepak bola asal Brasil yang pernah dan akan bergabung dengan klub-klub asal Papua di Liga 1 Indonesia. – Jubi/infografis/Dikri Hakim

David da Rocha menjadi legiun asing Brasil pertama bersama Uilian Souza, Luiz Feitosa dan Leonardo yang berkiprah di klub Papua. David juga jadi orang Brasil pertama yang sukses bersama Persipura dengan dua gelar juara, Liga Indonesia 2005 dan ISL 2008/2009.

Alberto Goncalves da Costa atau Beto kemudian menyusul di tahun 2007 dan berlanjut hingga 2010. Ia menggondol gelar top skor Copa Indonesia 2007/2008 dan mengantarkan Persipura meraih juara ISL 2008/2009. Beto kembali memperkuat Persipura untuk kedua kalinya pada musim 2011/2012 usai membela klub pertamanya, Persijap Jepara.

Di musim kedua bersama Persipura, Beto tampil sebanyak 34 kali dan mencetak 25 gol. Meski gagal membawa Persipura kembali sebagai juara, Beto dinobatkan sebagai top skor ISL musim 2011/2012.

Bersamaan di musim itu, Persiram Raja Ampat sebagai debutan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia coba mengikuti jejak Persipura dengan mendatangkan pemain bertahan asal Brasil, Anderson da Silva. Bek berkepala plontos itu tampil 13 kali dan mencetak 3 gol untuk Persiram.

Semusim berikutnya, 2012/2013, Persipura ingin mengulang kesuksesan bersama pemain Brasil. Mereka merekrut Otavio Dutra dari Persebaya Surabaya. Meski hanya semusim berkostum merah hitam, Dutra sukses mengantarkan Persipura juara ISL 2013.

Tahun 2016-2017, Ricardo Almeida atau Ricardinho melanjutkan petualangan pemain Brasil di Persipura. Di musim itu, ia turut membantu Persipura menjuarai kompetisi tak resmi, Indonesia Soccer Championship (ISC) A. Lalu kemudian datang striker eks Persela Lamongan, Addison Alves di tahun 2017 dengan 30 kali penampilan dan mencetak 15 gol. Addison kembali ke Persipura pada Liga 1 2018 dengan mencatatkan 16 kali penampilan dan mencetak 5 gol.

Alves datang kembali ke Persipura untuk menggantikan rekan senegaranya, Marcel Sacramento yang bermain sebanyak 16 kali dan membuat 7 gol. Di tahun yang sama, 2018, Persipura juga diperkuat oleh dua pemain Brasil lainnya, Marcio Rosario Nascimento berposisi bek, dan Hilton Moreira yang berposisi striker dengan 29 kali penampilan dan mencetak 11 gol.

Tak berhenti di situ, Persipura kembali mendatangkan pemain-pemain Brasil di musim berikutnya. Andre Ribeiro Dos Santos, berposisi bek pada Liga 1 2019. Arthur Cunha da Rocha, Liga 1 2020, Thiago Amaral di Liga 1 2020, Henrique Motta di Liga 1 2021/2022, dan Hedipo Gustavo Conceicao, Liga 1 2021/2022.

Klub Papua lainnya, Perseru Serui juga pernah diperkuat oleh dua pemain Brasil pada Liga 1 2018. Keduanya adalah Alberto Antonio de Paula (Beto), berposisi striker, dan Osmar Filho dos Santos (Mazinho) berposisi playmaker.

Perjalanan karier pemain Brasil di klub Papua berlanjut ke PSBS Biak pada Liga 2 2023. Striker yang direkomendasikan oleh David da Rocha, Alexsandro dos Santos Ferreira melanjutkan kiprah manis para penari samba di klub Papua. Alex mencetak 19 gol pada debutnya yang membuatnya bermandikan prestasi, top skor, pemain terbaik dan juara Liga 2.

Kultur Sepak bola yang Mirip

Paitua Edu, sapaan akrab Eduard Ivakdalam mengakui karakter atau gaya bermain pesepakbola Brasil tak jauh berbeda dengan sepak bola Papua. Menurutnya, hal itu yang membuat pemain asing asal Brasil tak kesulitan beradaptasi saat bermain di klub Papua.

“Budaya dan ciri khas pemain Brasil sebenarnya tidak jauh beda dengan gaya bermain kita anak-anak Papua, karena mereka juga bermain dengan sepak bola yang menggabungkan skill, kecepatan dan keindahan. Itu cocok dengan gaya sepak bola kita yang bermain bola pendek dan cepat, suka menari dengan bola. Jadi mereka cepat beradaptasi dengan kita,” ujar Edu.

Legenda hidup sepak bola Indonesia asal Brasil, Luciano Leandro juga menuturkan kultur sepak bola Indonesia, khususnya Papua sangat mirip dengan di negaranya. Mereka selalu bermain sepak bola dengan kegembiraan. Kehadiran pemain Brasil di Indonesia baginya punya peran yang sangat besar.

“Keikutsertaan pemain Brasil dulu dan sekarang sangat penting dalam sepak bola di Papua dan Liga Indonesia. Kita mempunyai adat istiadat, sikap dan cara hidup yang sangat mirip,” kata legenda yang pernah melatih Persipura di putaran pertama Liga 1 2019.

“Ciri fisik dan cara pandang bahagia dalam hidup juga sangat mirip, mulai dari awal mula sepak bola profesional di Indonesia hingga saat ini, pemain asal Brasil selalu tampil menonjol,” sambungnya.

Manajer PSBS Biak Numfor, Yan Permenas Mandenas juga menilai pemain asal Brasil memang sangat cocok dengan kultur sepak bola Papua. Ia mencontohkan seperti David da Rocha dan Alberto Goncalves da Costa (Beto) pernah bersinar di Papua saat membela Persipura Jayapura.

“David dan Beto bisa bersinar saat bermain di Papua karena memang mereka cocok dengan kultur serta gaya para pemain Papua. Mereka juga cepat beradaptasi dengan baik,” kata Mandenas.

Gaya sepak bola ala Samba sudah tertanam pada pesepak bola Papua jauh sebelum Liga profesional Indonesia digelar. Bapak sepak bola Papua, mendiang HB Samsi adalah pelatih yang menerapkan gaya Samba di Bumi Papua sejak masa lampau. (*)

Tags: Brasilklub-klub Papuapemain Brasilperjalanan panjang
ShareTweetSendShareShare

Related Posts

Persipura

Persipura disanksi berlapis: Tanpa penonton hingga denda ratusan juta

May 16, 2026
Persipura

Persipura siap tempur untuk rebut satu tiket Super League

May 7, 2026

Persipura dapat suntikan semangat dari Gubernur jelang perburuan tiket promosi

May 7, 2026

PFL Series Papua: Black Steel FC Papua taklukkan Kuda Laut Nusantara Gol 10-3

April 27, 2026

PBSI Papua Barat dorong Pengcab siapkan atlet hadapi event regional hingga nasional

April 25, 2026

PFL Series Papua: Manzaby FC Bintang tundukkan Moncongbulo FC

April 25, 2026

Discussion about this post

Survey Pembaca
Reader's Survey
  • Latest
  • Trending
  • Comments
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

May 23, 2026
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

May 23, 2026
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

May 23, 2026
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
Pesta Babi

Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

May 23, 2026
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

May 23, 2026
Masyarakat Adat

Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

May 22, 2026
Pesta Babi

Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

May 22, 2026
Anak yang ditembak

Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

May 20, 2026
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

May 23, 2026
ikan asar

Dapur ikan asar yang dikelola tiga generasi

May 21, 2026
RSUD Biak

Gubernur Fakhiri ingin RSUD Biak jadi pusat rujukan kesehatan wilayah Saireri

0
Papua tengah

Wakil Ketua DPR Papua Tengah desak pemprov tingkatkan kapasitas SDM ASN

0
Pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

Gubernur Fakhiri letakkan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih Biak Utara

0
Pleno

Pleno Dewan Adat se-Tanah Papua hasilkan rekomendasi untuk presiden

0
Nobar Film Pesta Babi

Sutrada: Film Pesta Babi mewakili kisah eksploitasi SDA di Indonesia

0
Nobar Film Pesta Babi

Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

0
Film Pesta Babi

Film Pesta Babi: Gambaran derita masyarakat adat Papua

0

English Stories

The atmosphere during the joint screening and discussion of the documentary film 'Pig Feast': Colonialism in Our Times, at the Christ the Light of the World Catholic Church Hall, Waena, Heram District, Jayapura City, Papua, Friday (22/05/2026) - Jubi/Yuliana Lantipo
Pacnews

‘Pig Feast’: A Testimony of the Humanitarian Crisis in Papua

May 23, 2026
Deputy Chairperson I of LMA Nasawat, Marten Saflela, hands over the Indigenous community’s demands to Sarteis Yulian Sagrim, Head of the Watershed Management and Social Forestry Division at the Southwest Papua Environment, Forestry, and Land Agency, on Friday (22/5/2026). — Jubi/Gamaliel Kaliele
Pacnews

Indigenous Nasawat Community Rejects Village Forest Scheme

May 23, 2026
TPNPB
Pacnews

West Papua National Liberation Army (TPNPB) in Yahukimo Claims Eight Suspected Security Officers Killed in Operation

May 21, 2026
KNPB
Pacnews

Yahukimo Police Release Arrested KNPB (West Papuan National Committee) Activist

May 21, 2026
Child shot
Pacnews

Child Shot During Military Operation in Puncak Dies After Weeks of Treatment

May 20, 2026

Trending

  • Pesta Babi

    Film Pesta Babi: Kesaksian krisis kemanusiaan di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Thaha Alhamid: ‘Pesta Babi’ gambaran kolonialisme di Tanah Papua

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masyarakat adat Nasawat tolak skema hutan desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pesta Babi resmi tayang dari Tanah Papua, musim nobar berlanjut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak yang ditembak saat operasi militer di Puncak meninggal dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

PT Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

PT. Media Jubi Papua

Terverifikasi Administrasi dan Faktual oleh Dewan Pers

Networks

  • Post Courier
  • Vanuatu Daily Post
  • Solomon Star News
  • The Fiji Times
  • Radio New Zealand
  • Radio Djiido
  • 3CR Community Radio
  • Cook Islands News
  • Pacific News Service
  • Bouganville News
  • Marianas Variety

AlamatRedaksi

Jl. SPG Taruna Waena No 15 B, Waena, Jayapura, Papua
NPWP : 53.520.263.4-952.000
Telp : 0967-574209
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Hubungi Kami
  • Kode Etik
  • Laporan Transparansi

© 2025 Jubi – Berita Papua Jujur Bicara

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tanah Papua
    • Anim Ha
    • Bomberai
    • Domberai
    • La Pago
    • Mamta
    • Mee Pago
    • Saireri
    • Arsip
  • Indepth
  • LEGO
  • Nasional
  • Dunia
  • Pasifik
  • Kerjasama
    • Pulitzer
    • Menyapa Nusantara
    • Provinsi Papua Tengah
    • Kabupaten Jayapura
    • Kabupaten Mappi
    • Provinsi Papua
    • Kabupaten Jayawijaya
  • Networks
    • Jubi TV
    • English
    • Deutsch
    • France
    • Pacnews
    • Indeks

© 2025 Jubi - Berita Papua Jujur Bicara