Skuad Persipura masih tanpa aktivitas

Persipura
Skuad Persipura Jayapura usai berlatih di Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura - Jubi/ Sudjarwo Husain.

Jayapura, Jubi – Skuad Persipura Jayapura, Papua, belum kembali berkumpul dan melanjutkan program latihan karena pihak klub belum mendapatkan kepastian informasi soal kelanjutan kompetisi yang terhenti pasca tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Pelatih Persipura, Ricky Nelson menjelaskan, timnya sampai saat ini masih diliburkan dan belum ada aktivitas kembali di home base Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura.

“Sampai saat ini tim kita belum kembali latihan bersama seperti biasanya. Masih diliburkan sementara,” kata Ricky saat dihubungi Jubi, Selasa (29/11/2022).

Ricky menyebut, pihaknya belum juga mendapatkan informasi resmi dari federasi sepak bola Indonesia (PSSI) maupun operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru (LIB) soal kelanjutan kompetisi.

“Kita belum mendapatkan informasi soal kapan kompetisi sepak bola Indonesia, khususnya Liga 2 akan dimulai lagi. Sampai saat ini skuad kita masih libur,” jelasnya.

Ricky Nelson sendiri sudah meliburkan skuad berjulukan Mutiara Hitam sejak awal bulan November ini. Mereka memutuskan untuk menyetop program latihan karena belum ada kejelasan tentang kompetisi Liga 2.

Ia menjelaskan, skuadnya sementara diliburkan sambil menunggu perkembangan tentang status kompetisi. Di masa istirahat ini, Ricky Nelson membebaskan skuadnya untuk pulang ke rumah masing-masing. Ia sendiri sedang mudik ke Jakarta.

“Iya sementara saya mudik dulu di masa libur satu minggu ini,” ungkapnya.

Kelanjutan kompetisi sepak bola Indonesia, baik Liga 1, Liga 2 dan Liga 3 belum ada kejelasan. Sudah hampir dua bulan lamanya kompetisi terpaksa dihentikan pasca insiden naas di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sebelumnya, Kompetisi sepak bola Indonesia diwacanakan akan digelar kembali setelah PSSI melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB). Hal tersebut sesuai rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

TGIPF meminta kepada Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Joko Widodo agar kompetisi sepak bola Indonesia harus digelar setelah pelaksanaan KLB PSSI.

TGIPF meminta PSSI untuk segera menggelar KLB karena menilai Ketua Umum PSSI dan jajaran pengurusnya sebagai pihak yang harus bertanggung jawab atas terjadinya tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Sementara itu, Federasi sepak bola Indonesia atau PSSI secara resmi telah bersurat ke badan tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dan mengajukan akan melaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB) pada bulan Maret tahun 2023 mendatang.

Dalam isi surat tersebut, PSSI mengajukan dua poin yang salah satu isinya akan mengadakan KLB dalam waktu dekat atau pada 16 Februari 2023, atau sebulan lebih cepat dari yang diusulkan, 18 Maret 2023.

Hasani Abdulgani selaku anggota Exco PSSI mengatakan, sebelumnya pihaknya telah menggelar rapat Exco yang salah satu keputusannya adalah melaksanakan KLB.

“Soal KLB itu kan kita sudah bersurat ke FIFA. Nantinya akan dibuat dulu Kongres Biasa yang tadinya akan dilaksanakan pada Januari, itu untuk memilih Komite pemilihan dan Komite banding pemilihan. Di situ mereka akan membuat persyaratan-persyaratan untuk memilih exco, ketum dan waketum yang baru,” kata Abdulgani. (*)

Comments Box
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250