Mamta  

Pelatihan pengelolaan toilet bagi pengelola destinasi wisata

pelatihan pengelolaan toilet
Asisten III Setda Kota Jayapura, Amos Solossa, saat membuka secara resmi pelatihan pengelolaan toilet di destinasi wisata, Rabu (7/12/2022). - Jubi/Ramah

Jayapura, Jubi – Sebanyak 40 pengelola destinasi wisata di Kota Jayapura, Papua mengikuti pelatihan pengelolaan toilet bersih atau sesuai standar agar memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

“Ada 40 orang, yaitu 30 orang penerima bangunan fisik toilet dari Dana Alokasi Khusus atau DAK fisik tahun 2021 dan 10 orang pengelola daya tarik wisata,” jelas Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias B Mano, melalui sekretarisnya, Erid Rumansara.

Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari di Hotel Mercure Jayapura, yang dimulai Rabu (7/12/2022), menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Unicef Papua, Asosiasi Toilet Indonesia, dan Asosiasi Housekeeping.

“Pelatihan pengolahan toilet di destinasi pariwisata bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan motivasi dan kemampuan mengelola toilet di destinasi pariwisata,” ujarnya

Selain itu, lanjutnya, dalam menyediakan dan mengelola fasilitas toilet serta memberikan pelayanan sesuai standar pelayanan toilet bersih dan higienis khususnya di Kota Jayapura.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias Benoni Mano. – Jubi/Ramah

“Kami berharap melalui pelatihan ini para pengelola wisata memberikan [bisa] pelayanan prima [kepada pengunjung]. Melakukan evaluasi, mendapatkan pengalaman dalam pengolaan toilet bersih sesuai standar,” ujarnya.

Rumansara menambahkan dalam pelatihan tersebut dibagi tiga metode, yaitu metode pelatihan 50 persen, metode diskusi 20 persen, dan praktek 30 persen.

Pelatihan pengelolaan toilet di destinasi wisata
Asisten III Setda Kota Jayapura, Amos Solossa, foto bersama pengelola destinasi wisata, Rabu (7/12/2022). – Jubi/Ramah

Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Amos Solossa, mengatakan agar pengelolaan potensi wisata berjalan dengan baik.

“Ketersediaan sarana umum sangat penting untuk pemenuhan sosial. Untuk menghindari penyebaran penyakit, dan memberikan kenyamanan dan keamanan kepada pengunjung di destinasi wisata,” jelasnya.

Solossa berharap agar pelatihan pengolahan toilet dilaksanakan dengan baik sehingga meningkatkan perekonomian pengelola destinasi wisata. (*)

Comments Box
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250