Jayapra, Jubi – Bencana alam tanah longsor dilaporkan menerjang dua kampung di Distrik Pronggoli, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Peristiwa yang terjadi sejak Kamis hingga Sabtu (19-22/2/2026) tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga rusak berat, ternak babi dan memaksa ratusan jiwa mengungsi.
Intelektual Distrik Pronggoli, Lalius Kabak, mengatakan bahwa berdasarkan pendataan lapangan, kerusakan material terkonsentrasi di Kampung Pronggoli dan Kampung Siwikma.
“Data sementara menunjukkan kerugian material meliputi 7 unit honai laki-laki, 2 unit kantor desa, 63 unit rumah hunian perempuan, serta 7 unit rumah beratap seng. Untuk harta benda di dalam rumah dan ternak babi, jumlahnya belum bisa kami pastikan karena masih dalam pendataan,” ujar Lalius Kabak kepada Jubi pada Rabu (25/2/2026).
Menurut Lalius, kondisi di lapangan masih mengkhawatirkan. Ancaman longsor susulan terus terjadi setiap saat mengingat curah hujan dan kondisi geografis wilayah tersebut.
Saat ini, seluruh warga dari dua kampung terdampak telah meninggalkan kediaman mereka dan mengungsi ke titik yang dianggap lebih aman.
“Masyarakat sudah mengungsi di Pos Pronggoli, tepatnya di gedung Gereja Sion. Mereka membutuhkan bantuan segera,” katanya.
Lalius mendesak Pemerintah Kabupaten Yahukimo dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan untuk segera mengambil langkah konkret. Ia meminta adanya koordinasi cepat antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dengan instansi di tingkat pusat.

“Pemerintah daerah harus serius berkoordinasi dengan BNPB, Kemenko PMK, Kementerian Sosial, hingga Kementerian PKP. Kami butuh tanggap darurat segera, bukan hanya evakuasi tapi juga langkah rehabilitasi pascabencana,” tegasnya.
Galang aksi solidaritas
Merespons musibah ini, para pemuda dan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pronggoli, Pilliam, dan Pon (IPPM Propilpon) tidak tinggal diam. Mereka berencana membentuk Tim Peduli Bencana Alam di tiga titik utama, yakni Jayapura, Yahukimo, dan Wamena.
“Tim ini akan menggalang bantuan guna menolong saudara-saudara kami di dua desa yang menjadi korban. Kami akan bergerak secara swadaya untuk menopang kebutuhan mendesak para pengungsi,” kata Lalius.
Hingga berita ini diturunkan, Jubi masih berupaya menghubungi BPBD Kabupaten Yahukimo untuk mengonfirmasi langkah penanganan teknis yang telah diambil di lokasi bencana. (*)




Discussion about this post