Bupati Jayawijaya panen raya hipere di Silokarno Doga

hipere
Bupati Jayawijaya, Jhon Ricard Banua Rouw, saat menyerahkan bantuan uang pembinaan dan alat kerja kepada ketua kelompok masyarakat, Selasa (24/1/2023). - Jubi/Imma Pelle

Wamena, Jubi – Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua Pengunugan, Jhon Ricard Banua, melakukan kunjungan kerja atau kunker ke Distrik Silokarno Doga, tepatnya di Dusun Dagodek, Kampung Holasili dalam rangka panen raya hipere (ubi jalar) dan bakar batu adat, pada Selasa (24/1/2023).

Puluhan warga setempat sebagai tanda penghormatan, menyambut Bupati Banua dengan upacara adat dan tarian tradisional setempat.

Pada kesempatan itu, Bupati Jayawijaya mengatakan bahwa ubi Jalar atau dalam bahasa daerah di Jawawijaya biasa disebut hipere merupakan makanan pokok masyarakat setempat maupun pada umumnya di wilayah pegunganan tengah Papua. Karenanya, masyarakat harus tetap berupaya membuka lahan baru agar stok makanan pokok ini tetap ada.

“Kita lihat hari ini, Distrik Silokarno Doga memiliki potensi alam yang sangat bagus sehingga hasil alam atau hipere [yang dihasilkan] juga besar-besar karena masyarakat menanam di bantaran sungai,” kata Bupati Banua.

Bupati Banua juga minta kepada 40 distrik yang ada di Kabupaten Jayawijaya agar melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan masyarakat di Dusun Dagodek karena ubi jalar dibutuhkan sebagai makanan pokok.

“Hasil panen ini akan dibeli pemerintah daerah dan hasilnya kita kembalikan ke masyarakat. Oleh sebab itu masyarakat agar tetap membuka lahan baru, kita pemerintah daerah pasti akan tetap mendukung dan memperhatikan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut Bupati Banua juga berpesan kepada kepala kampung dan kepala distrik setempat maupun secara keseluruhan 40 distrik di Jayawijaya supaya mendorong dan mendukung masyarakat membuka lahan baru seperti di Silokarno Doga.

“Hal itu agar setelah panen di kebun lama sebagai pengganti di kebun barunya tetap ada stok hipere untuk mencukupi kebutuhan kita sehari-hari,” katanya.

Bupati Jayawijaya berjanji akan menampung berbagai aspirasi yang disampaikan oleh tokoh masyarakat dan pemuda setempat, di antaranya terkait pembangunan jaringan air bersih, jaringan listrik, perbaikan jalan, dan renovasi gereja Katolik setempat.

“Semua itu akan kita programkan melalui anggaran tahap berikutnya tahun ini,” katanya.

“Untuk pembangunan jaringan listrik memang kita sudah usulkan ke PLN Jayawijaya dan sementara untuk perbaikan akses jalan kita juga sudah usulkan ke Provinsi Papua sehingga kita akan tetap lakukan koordinasi agar peningkatan pembangunan tetap ada,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jayawijaya memberikan bantuan kepada masyarakat sejumlah uang pembinaan dan alat kerja berupa sekop dan parang.

hipere
Ilustrasi, warga Jayawijaya berkebun menanam hipere atau ubi jalar. – Jubi/IST

Sementara itu, kepala suku setempat, Habu Holabo, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang memiliki kepedulian besar untuk memperhatikan masyarakat di wilayahnya.

Ia juga minta kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya agar tetap mendorong dan mendukung perkembangan sektor perkebunan yang dikerjakan oleh masyarakat setempat.

Ia juga berjanji akan tetap memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat dan para pemuda setempat untuk tetap kerja kebun supaya tidak ada yang menganggur. Hal itu juga merupakan upaya mengurangi angka kriminalitas dan para pemuda tidak terpengaruh dengan hal-hal negatif. (*)

Comments Box
Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari News Room Jubi. Mari bergabung di Grup Telegram “News Room Jubi” dengan cara klik link https://t.me/jubipapua , lalu join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
banner 728x250